Announcement

Collapse
No announcement yet.

Tips dalam Budidaya Kelapa Sawit agar Menghasilkan Buah yang Banyak

Collapse
X
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • Tips dalam Budidaya Kelapa Sawit agar Menghasilkan Buah yang Banyak


    Apa rahasianya dalam budidaya kelapa sawit agar bisa menghasilkan buah lebih banyak dibandingkan biasanya? Tujuan terpenting dalam melakukan budidaya kelapa sawit yaitu untuk bisa mendapatkan panen kelapa sawit lebih banyak. Semakin banyak kelapa sawit yang dhasilkan, maka semakin besar pula penghasilan yang akan diperoleh. Kenyataanya, tingkat produktifitas tanaman kelapa sawit berbanding lurus dengan pemeliharaanya. Jika pohon dipelihara dengan benar, maka pohon kelapa sawit tersebut akan menghasilkan buah dengan kuantiti yang banyak. Begitu juga dengan sebaliknya jika pohon kelapa sawit kurang mendapatkan perawatan. Maka buah kelapa sawit yang dihasilkan pohon tersebut menjadi kurang sempurna. Namun, sebagai pembisnis, kita juga wajib memperhatikan fee yang akan digunakan pada masa perawatan kelapa sawit tersebut. Penggunaan anggaran dapat dibilang tepat jika biaya tersebut bisa menghasilkan kelapa sawit yang lebih banyak. Berikut factor untuk memaksimalkan anggaran yang digunakan dalam pembudidayaan kelapa sawit: Penyesuaian cara penanaman dengan lingkungan daerah Metode pemeliharaan kelapa sawit tergantung dengan lingkungan. Kemungkinan metode perawatan kelapa sawit dari 1 daerah dengan tempat lainya berbeda beda. Sebagai contoh, pohon yang dipelihara di lokasi gambut membutuhkan unsure hara mikro semisal Cu dan Fe dengan jumlah yang banyak. Kelapa sawit di tempat lahan gambut juga memerlukan system drainase yang bagus untuk mencukupi kebutuhan airnya. hal tersebut tentunya berbeda dengan kelapa sawit yang ditanam di daerah atau lahan mineral yang tidak terlalu membutuhkan mineral Cu dan Fe. Menggunakan Alat alat Modern Seiring berlalunya waktu, dunia terus mengalami kemajuan. Tidak terkecuali dalam hal alat pertanian. Pada saat ini sangat banyak alat pertanian yang menggunakan teknologi system mekanis. Meskipun biaya utuk membelinya cukup mahal, tetapi apabila dibandingkan dengan alat manual, alt alat modern mampu menghasilkan keuntungan yang lebih banyak. Maka dari itu sebagai investor yang bijak, anda perlu untuk selalu mengapdet informasi tentang teknologi peralatan bertani yang modern yang kemudian akan anda gunakan jika memang membutuhkan alat tersebut. Mengendalikan Gulma Secara Intensif Gulma merupakan tanaman pengganggu yang tumbuh di area lahan kelapa sawit. Tumbuhnya gulma akan mengganggu unsure hara yang tersimpan dalam tanah yang notabene cukup diperlukan oleh pohon kelapa sawit dalam membantu pertumbuhanya. Gulma yang paling berbahaya bagi pohon kelapa sawit adalah gulma kategori A semisal bamboo, ilalang, pisang, senduduk dan yang lainya. Pengendalian gulma bisa dilakukan dengan bagus secara mekanis maupun kimiawi. Pembersihan Hama serta Penyakit Terdapat banyak hama dan penyakit yang sering ditemukan di dalam pohon kelapa sawit. Hama dan penyakit tersebut dapat menyerang seluruh pohon kelapa sawit dari akar, pelepah, batang, daun, bunga bahkan hingga buahnya. Pembersihan hama semenjak awal merupakan hal yang perlu dilakukan agar menjaga tanaman kelapa sawit tetap bisa berkembang dan mendatangkan buah yang banyak dengan kualitas terbaik. Pemberian Pupuk Dengan Teratur serta Dosis yang Tepat Dalam melakukan proses pemupukan kelapa sawit tidak boleh dilakukan dengan asal asalan. Proses Pemupukan harus dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah diaatur sebelumnya dan menggunakan takaran yang tepat. Beberapa pupuk yang sering dipakai para petani kelapa sawit yaitu urea, ZA, KCI, dolomite,borate dan TSP. tidak jarang pula petani yang memberikan pupuk berupa cuprum dan ferrit. Penunasan yang Disesuaikan Tujuan dari proses penunasan yaitu untuk mempertahankan struktur tanaman kelapa sawit, membersihkan tanaman, serta menambah produktifitasnya. Dalam mengerjakan penunasan wajib sesuai dengan umur dari tanaman sawit teersebut. Misalnya pohon yang tidak lebih dari 9 tahun, maka tunasnya sebaiknya songgo 3, sedangkan pada tanaman yang berusia sekitar 9-15 tahun membutuhkn tunas songgo 2. Sementara itu pohon yang sudah memiliki usia lebih dari 15 tahun akan membutuhkan tunas songgo 1. Prosedur Panen yang Benar Dalam proses pemanenan buah sawit harus dilakukan dengan baik dan benar. Apabila salah, maka ampu menjadikan pohon mengalami stress. Dampaknya dapat mengintervensi pohon sawit yang tak akan mengeluarkan bunga lagi sebagai bibit bakal buah.
Working...
X