Announcement

Collapse
No announcement yet.

KALEIDOSKOP 2016: Kampus Indonesia Berbenah Menuju Kelas Dunia

Collapse
X
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • KALEIDOSKOP 2016: Kampus Indonesia Berbenah Menuju Kelas Dunia

    JAKARTA - Indonesia memiliki jumlah perguruan tinggi yang cukup banyak, yakni mencapai 4.405 kampus, baik swasta maupun negeri. Sedangkan jumlah mahasiswa di perguruan tinggi negeri (PTN) sekira 1,5 juta orang, sedangkan perguruan tinggi swasta (PTS) sebanyak 7 juta orang.

    Sayangnya, banyaknya kampus tersebut belum seluruhnya menunjukkan kualitas yang baik. Dibandingkan dengan negara tetangga, kampus di Indonesia masih kalah dalam pemeringkatan. Padahal, saat ini lulusan perguruan tinggi harus bisa bersaing di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).


    Di sisi lain, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) terus menggenjot agar perguruan tinggi Indonesia bisa masuk dalam jajaran kampus kelas dunia. Peningkatan kualitas pun dilakukan, termasuk menambah jumlah publikasi internasional dan inovasi.

    "Ada sekira 6.000 guru besar ditambah dengan 31 ribu lektor kepala seharusnya sudah bisa membuat Indonesia menjadi negara yang menghasilkan publikasi internasional terbanyak se-Asia Tenggara," ujar Menristekdikti, Mohamad Nasir, dalam sebuah kesempatan.

    Nasir menyebut, saat ini sudah ada lebih dari 9.000 publikasi internasional. Menurut dia, capaian tersebut telah melampaui target, yakni 6.250 publikasi. Namun, jumlah itu belum sesuai jika dibandingkan dengan jumlah dosen yang ada saat ini.

    "Nanti untuk guru besar setiap tahun wajib hasilkan satu publikasi internasional. Sedangkan lektor kepala kewajibannya dua tahun sekali. Regulasi ini akan mulai berlaku pada Januari 2017," sambungnya.
    Upaya peningkatan publikasi internasional juga dilakukan dengan mengundang profesor dunia dan para diaspora untuk berkolaborasi dengan profesor Indonesia. Pasalnya, mereka memiliki reputasi yang baik, sehingga dengan adanya kolaborasi tersebut bisa mendorong profesor Tanah Air mempublikasikan jurnalnya.
    Rektor Universitas Pertamina, Prof Akhmaloka, PhD menuturkan, beberapa hal yang perlu dimiliki oleh perguruan tinggi jika mereka ingin menjadi kampus kelas dunia. Dalam kampus kelas dunia, kata dia, jumlah mahasiswa internasional juga diperhitungkan.

    "Kampus kelas dunia juga harus memiliki adequate facilities and funding, diversity, dan juga international student, scholar and faculty from abroad. Kemudian fasilitas, serta quality teaching, connection with society or community needs, and within institutional collaboration," paparnya.
    Mantan Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) itu menambahkan, kampus kelas dunia atau world clas university (WCU) juga mencakup sistem di dalamnya. Adapun sistem yang bisa menjadikan kampus kelas dunia yakni excellent research. Dalam sistem ini, lanjut Akhmaloka, kampus harus memperhatikan dosen yang tersedia, yakni minimal harus mengenyam pendidikan di Magister (S-2).

    Hingga saat ini, terdapat dua kampus Tanah Air yang berhasil masuk dalam 500 besar dunia. Universitas Indonesia (UI) berhasil menduduki posisi ke-325. Sementara untuk Institut Teknologi Bandung (ITB) menempati posisi 400-an versi QS World University Rankings.

    Sementara di level Asia, tercatat 11 perguruan tinggi Indonesia masuk dalam daftar kampus terbaik. UI kembali menunjukkan prestasinya dengan menempati peringkat 67 di Asia, sekaligus menjadi kampus terbaik di Indonesia. Disusul ITB di posisi ke-86 terbaik di Asia. Kampus lain, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) berada di posisi 105, Universitas Airlangga (Unair) ke-190, Universitas Pertanian Bogor (IPB) berada di urutan 191, serta Universitas Padjadjaran (Unpad) peringkat ke-199.

    Meski sudah ada dua kampus yang masuk dalam kelas dunia, Kemristekdikti terus mendorong perguruan tinggi lainnya untuk meningkatkan kualitas dan mutu mereka sehingga nantinya bisa menyusul berada di posisi tersebut. Adapun perguruan tinggi lainnya yang didorong untuk masuk ke kampus kelas dunia, yakni IPB, Unair, dan UGM.

    sumber :
    http://news.okezone.com/read/2016/12...ju-kelas-dunia
Working...
X