Announcement

Collapse
No announcement yet.

Mendapat Titik Terang, 25 Guru Siap Mengabdi di Perbatasan

Collapse
X
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • Mendapat Titik Terang, 25 Guru Siap Mengabdi di Perbatasan

    Sebanyak 25 Guru Garis Depan (GGD) di Kabupaten Kepulauan Sangihe, yang masuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) melalui jalur khusus, akhirnya mendapatkan titik terang. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) telah mengumumkan CPNS GGD, Jumat (16/6).

    Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan, melalui Sekretaris Dinas Pendidikan H Pasaribu mengungkapkan, sangat senang mendengar Kemendikbud telah mengumumkan kelulusan GGD. “Sebab nantinya GGD akan ditempatkan di sekolah-sekolah yang kekurangan guru, berada di daerah terpencil Kabupaten Kepulauan Sangihe,” ujar Pasaribu sebagaimana dilansir dari Manado Post (Jawa Pos Group).

    Penambahan guru melalui jalur khusus GGD, kata Pasaribu, menjawab kekurangan tenaga guru di Sangihe. Walaupun belum bisa menutup kekurangan secara keseluruhan, paling tidak, sudah menjawab kekurangan yang ada.

    ”Nantinya sebelum ditempatkan di daerah terpencil, GGD ini akan dibuatkan surat pernyataan siap ditempat di daerah terpencil. Ini untuk menjaga jangan sampai, baru ditempatkan sudah minta pindah,” ujarnya.

    Diketahui, pengangkatan CPNS GGD 2016 cukup berliku. Mulai pendaftaran dan tes sejak Agustus tahun lalu, pengumuman kelulusan tidak kunjung keluar. Akhirnya secara resmi Kemendikbud mengumumkan kelulusan sekaligus penyerahan CPNS GGD ke pemerintah daerah. Untuk Kabupaten Kepulauan Sangihe, penyerahan CPNS GGD diterima langsung Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Gaghana SE ME.

    Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Sumarna Surapranata mengatakan, pengumuman kelulusan CPNS GGD jelas ditunggu-tunggu masyarakat. “Dengan ini saya sampaikan 6.926 orang CPNS GGD sudah resmi dinyatakan lulus dan siap ditempatkan di daerah khusus,’’ kata Pranata dalam penyerahan CPNS GGD dari Kemendikbud ke pemerintah daerah penempatan di Jakarta kemarin.

    Pranata mengungkapkan, alasan lamanya penetapan kelulusan GGD. Diantaranya adalah imbas kebijakan pelimpahan pengelolaan SMA dan SMK dari pemkab/pemkot ke provinsi. Sehingga ada 183 orang guru SMA sederajat peserta GGD yang tidak memiliki instansi. Akhirnya setelah ditawarkan ke beberapa pemerintah provinsi, ada yang bersedia mengambil.

    Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi mengatakan, seluruh CPNS GGD itu akan disebar ke-93 kabupaten di seluruh Indonesia. Kriteria utamanya adalah daerah yang masuk kategori terdepan, terluar, dan tertinggal. “Dengan harapan siswa di daerah yang ter, ter, ter itu menjadi anak yang terbaik,’’ jelasnya.

    Didik mengatakan, secara kepegawaian urusan pemberkasan seluruh CPNS GGD ini sudah beres. Urusan pemberkasan sudah digarap bersama antara Kemendikbud, Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan Kementerian PAN-RB. Jadi tidak perlu lagi ada pemberkasan di daerah penempatan. Didik mengatakan, ketika turun di daerah, para guru CPNS GGD sudah bisa mulai bekerja.

    “Target kami Tanggal Mulai Tugas (TMT), berlaku efektif per 1 Agustus 2017,’’ jelasnya. Dia berharap, pemerintah daerah berkomitmen untuk membuat para guru CPNS GGD ini bisa betah di sekolah penempatan. “Kemudian para guru CPNS GGD ini diharapkan tidak cepat ditarik dari sekolah di pelosok ke perkotaan. Atau bahkan dimutasi dari jabatan fungsional guru menjadi jabatan struktural,”jelasnya.

    Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, jangan lagi ada penolakan terhadap personel guru CPNS GGD. “Jangan ada lagi alasan-alasan seperti putra daerah,’’ katanya. Bima mengakui, hampir seluruh CPNS GGD statusnya adalah perantauan. Bukan dari daerah asal.

    Namun dia mengingatkan, seluruh peserta CPNS GGD itu adalah anak Indonesia. Yang memiliki keterpanggilan hati untuk mengabdi di daerah-daerah khusus. Dia menyebut, peserta GGD ini adalah guru-guru berkualitas. Apalagi mereka adalah alumni program sarjana mengajar di daerah 3T (SM3T).

    “Semangat mereka untuk ikut mencerdaskan anak-anak di daerah khusus tidak perlu diragukan,’’ tuturnya. Bima berharap, peserta CPNS tidak cepat-cepat minta pindah lokasi mengajar.


    sumber: jawapos.com
Working...
X