Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital

Tokoh

Belajar mengajar efektif di era digitalisasi, salah satunya dengan Video Pendidikan Indonesia dan Buku Sekolah Digital

Mencapai pembelajaran yang efektif tentunya merupakan sebuah cita-cita bagi semua akademisi. terutama guru dan dosen. Namun bagaimana guru dapat menciptakan pembelajaran efektif tersebut, jika dibarengi dengan pesatnya perubahan teknologi saat ini?

Prof. Lies Amin Lester, saat wawancara dengan pendidikan.id

Melalui wawancara pendidikan.id dengan Prof. Dr. Lies Amin Lester, MA., M.Pd, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNESA.  Ia mengungkapkan bahwa sistem pembelajaran harus disesuaikan dengan level mental dan kedewasaan seseorang. Proses belajar yang dibutuhkan anak kecil seusia TK dan SD haruslah yang bersifat intetraktif. Anak kecil akan lebih dapat memahami apa yang dillhat, didengar, disentuh atau dirasakan secara nyata dan langsung.

Sedangkan untuk level yang lebih tinggi, bahasa menjadi hal yang sangat vital dan penting untuk dipelajari. Bukan hanya bahasa secara teori dan teknis, namun juga praktis. Sehingga siswa dapat berkomunikasi dengan baik, secara interpersonal maupun publik. Salah satu cara sederhana untuk mengasah kemampuan komunikasi siswa yaitu dengan mengadakan kegiatan presentasi. Melalui presentasi, siswa dapat berlatih memimpin forum, berdiskusi dan mengutarakan apa yang dipikirkan di hadapan publik tanpa gugup.

Namun tak hanya soft skill atau kemampuan komunikasi, proses belajar harus disertai dengan pelatihan hard skill yang kini bisa didapatkan melalui teknologi. Menurut Lies, perubahan jaman dari segala aspek yang disebabkan berkembang pesatnya teknologi tak dapat lagi dielakkan. Terutama teknologi digital yang juga dinilai sangat penting, karena sifatnya yang “serba ada”. Bahkan apapun yang seharusnya diperoleh atau dilakukan di dunia nyata, kini dapat diperoleh atau dilakukan hanya melalui satu perangkat keras dalam genggaman.

Ungkapan Lies mengenai perubahan jaman yaitu bahwa siswa-siswi saat ini disebut sebagai “digital native,” sedangkan para guru adalah “digital migran.” Dunia teknologi adalah milik siswa jaman sekarang, sementara guru atau dosen adalah pendatang dari jaman konvensional. Sehingga tugas besar para guru saat ini yaitu untuk beradaptasi dan tidak segan-segan mempelajari teknologi digital yang digunakan siswa. Dengan begitu, guru dapat memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal, sekaligus efektif bagi siswa.

Tampilan utama Buku Sekolah Digital (BSD) pada mobile application

Salah satu bentuk pemanfaatan teknologi yang dapat mendukung proses pembelajaran efektif yakni dengan penggunaan video atau buku digital. Bagi Lies pembelajaran secara digital merupakan solusi, di saat keberadaan pepohonan pada masa ke masa semakin jarang. Sehingga mau tak mau, sebagian kegiatan penyimpanan data harus dialihkan dalam bentuk digital. Video selama proses belajar mengajar juga dapat menjadi alternatif bagi siswa yang ketinggalan mengikuti kelas, entah karena sakit atau ada penugasan lapangan saat kelas berlangsung.

Video Pendidikan Indonesia (VPI) dan Buku Sekolah Digital (BSD) adalah beberapa produk pendidikan.id yang berupa video serta buku berbasis digital. Menyediakan lebih dari 2000 buku kurikulum KTSP 2006 dan 2013, BSD dapat diakses secara gratis baik melalui website ataupun mobile apps. Begitu pula dengan VPI, bisa diakses gratis baik secara online ataupun offline. Akses secara offline baru bisa dilakukan jika video telah diunduh terlebih dahulu.

Lies mengatakan, digitalisasi memang dinilai banyak memberikan manfaat, bagi guru maupun siswa. Salah satunya, lebih praktis dan ekonomis. Tak butuh transportasi untuk mencari buku, dan tak perlu tas besar untuk membawanya kemana-mana. Siswa dapat belajar kapanpun, tanpa terbatas tempat dan waktu. Selain itu, eksistensi video dan buku digital juga menjadi jawaban bagi berubahya minat siswa, yang kini cenderung lebih suka menghabiskan waktu dengan media teknologi ketimbang media konvensional.

Prof. Lies Amin Lester di akhir wawancara, berfoto dengan banner pendidikan.id

Pun demikian, Ibu Lies juga mengingatkan bahwa teknologi tak melulu mendatangkan manfaat baik. Segala konten baik dan buruk ada dalam satu perangkat. Mengandalkan filter internet saja untuk menyaringnya masih belum cukup. Maka pendampingan guru dan orang tua sangat diperlukan, agar kegiatan belajar siswa tetap terkontrol. (Wr/ed: Lia)

Most Popular

To Top