Announcement

Collapse
No announcement yet.

Stimulasi Otak Anak Jadi Kreatif Lewat Permainan Imajinatif

Collapse
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • Stimulasi Otak Anak Jadi Kreatif Lewat Permainan Imajinatif

    Bermain dapat membuat anak mengekspresikan diri sebebas-bebasnya. Selain itu, otak anak juga bisa terstimulasi jadi kreatif lewat permainan, lho! Intip yuk, caranya!



    Permainan Imajinatif

    Anak-anak memiliki imajinasi tanpa batas. Saat bermain dengan boneka atau didongengkan oleh orangtua, anak biasanya akan berimajinasi tentang apapun yang dia inginkan. Karena itu, kita sebagai orangtua harus membiarkan anak untuk melakukan permainan imajinatif. “Permainan imajinatif adalah permainan yang dapat menstimulasi kemampuan anak untuk berimajinasi.

    Misalnya ia bermain Barbie, atau role play dengan teman-temannya. Anak-anak kan biasanya suka berandai-andai jadi princess, kupu-kupu, atau lainnya. Nah, permainan imajinatif ini berguna untuk membangun kemampuan kognitif anak di kemudian hari,” ujar Ajeng Raviando, P.Si., seorang psikolog anak saat ditemui Fimela Family di acara Barbie’s Day Out, Mall Kelapa Gading pekan lalu.

    Menurut Ajeng, anak-anak membutuhkan stimulasi-stimulasi agar kreativitasnya berkembang. Stimulasi yang dapat dilakukan adalah dengan bermain dan biarkan mereka berkhayal sebebas-bebasnya ketika mereka sedang bermain. “Kreativitas itu bukan sekadar ada. Tapi, kreativitas itu harus dikembangkan lebih lanjut dan diasah. Mainan-mainan dan dongeng, bisa membantu anak untuk menstimulasi otaknya,” tutur psikolog berambut panjang ini.




    Kapan Anak Sudah Bisa Berimajinasi dengan Baik?

    Sejak usia 3 tahun, sebenarnya anak-anak sudah dapat berimajinasi dengan baik. “Namun kita juga harus kreatif dengan memperkenalkan anak pada mainan-mainan ataupun rajin mendongeng untuk mereka. Kalau kita perhatikan, banyak keluarga yang datang ke tempat bermain lalu anaknya ditinggal begitu saja. Harusnya tidak begitu,” kata Ajeng.

    Menurutnya, anak-anak perlu selalu didampingi oleh orangtuanya di saat mereka bermain namun kita jangan mengatur imajinasi anak. “Anak-anak membutuhkan pendampingan dari orangtua, bahkan saat mereka sedang bermain. Tapi ingat, kita tidak boleh mengatur anak bagaimana cara bermainnya. Misalnya “Rambut bonekanya jangan diikat,” atau “Mobil-mobilannya harus dipasangi ini dan itu,”. Lepaskan saja mereka berimajinasi sebebas-bebasnya. Tugas orangtua hanyalah mendampingi dan tidak meninggalkan anak saat bermain,” tutup Ajeng seraya mengajak orangtua untuk bermain bersama dengan buah hati tercinta.


    SUMBER : http://family.fimela.com/

  • #2
    informasi yang sangat bermanfaat sekali ....
    Jasa VCC - Harga Koper jakarta - Aki UPS

    Comment

    Working...
    X