Announcement

Collapse
No announcement yet.

Teknik Budidaya Cabai Merah Agar Berbuah Lebat

Collapse
X
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • Teknik Budidaya Cabai Merah Agar Berbuah Lebat

    Tanaman cabai supaya berbuah maksimal, tentu saja tidak lepas dari bagaimana cara menanam cabe yang dilakukan. Tentunya ada perlakuan berbeda yang harus diberikan pada tanaman cabe yang sedang dibudidaya, tergantung dari varietas, cara serta media tanam yang dipakai.

    Tanaman cabe tergolong tumbuhan yang mudah ditanam dimana pun. Tanaman yang tergolong dalam keluarga "Solanacearum" ini tidak memiliki macam-macam kriteria untuk tumbuh. Asalkan penyiramannya terpenuhi serta tepatwaktu, tanaman cabai akan tumbuh dengan baik serta berbuah optimal.

    Panduan Budidaya Cabai Merah Yang Tepat

    Ada beberapa poin penting yang harus Diperhatikan agar tanaman cabe yang sedang ditanam dapat berbuah banyak dengan cepat. Poin tersebut yakni :

    1. Kebutuhan Air serta Nutrisi

    Yang telah banyak orang ketahui, bila tanaman cabai sudah tumbuh dengan subur serta telah nampak bakal buahnya artinya proses tanam telah selesai. Padahal perkiraan itu justru kurang benar. Pada waktu tanaman cabe sudah terlihat berbuah, justru kita harus memberikan perhatian khusus yang paling utama soal asupan atmosphere dan nutrisinya. Persoalan yang sering muncul yang dikarenakan kurangnya kebutuhan atmosphere serta nutrisi ialah gugur bakal buah serta ranting layu. Untuk mengatasi penyakit tersebut pengendalian yang harus dilakukan adalah dengan mengaplikasikan pupuk organik serta bukan pupuk kimia saja.

    Pupuk organik untuk menambah kebutuhan nutrisi pada tanaman cabai, ialah Anda bisa mencoba SUPERNASA, POC NASA, serta untuk meningkatkan pertumbuhan buah cabe Anda dapat mencoba Power Nutrition di tanaman cabai Anda.

    2. Pemberian Pupuk Pada Tanaman Cabe

    Ciri tanaman cabai yang tumbuh subur ialah tinggi tanaman cukup dengan bunga serta buah yang banyak. Oleh karena itu, tanaman cabe selama masa hidupnya penting sangat diberi pemupukan. Pemberian pupuk di tanaman cabe bisa memakai percampuran pupuk hayati dan pupuk anorganik.

    Aplikasi pupuk Makro susulan (Urea,ZA serta KCL)

    · Usia tanaman 1 - 4 minggu

    Anjuran yang digunakan :

    Urea = 10 sendok makan

    ZA = 10 sendok makan

    Kcl = 10 sdm

    Power Nutrition = 5 - 10 sendok makan

    Cara aplikasi :

    Campur seluruh pupuk tersebut dengan 50 liter atmosphere, dan siram sebesar 1 gelas (200cc) per lubang tanaman.

    Pemberian dengan periode 1 minggu sekali.

    · Usia 5 minggu serta seterusnya

    Dosis yang disarankan :

    Urea = 10 sendok makan

    ZA = 20 sendok makan

    Kcl = 20 sendok makan

    Power Nutrition = 10 - 20 sendok makan

    Cara pemberian :

    Jadikan satu seluruh pupuk itu dengan 50 liter atmosphere, siramkan 2 - 3 gelas (400cc - 600cc) each lubang tanam.

    Diberikan dengan periode 1 minggu satu kali.

    · Aplikasi pupuk POC NASA, HORMONIK (GREENSTAR) serta AERO-810

    Usia two Minggu dan seterusnya (interval 1 - 3 minggu)

    Anjuran yang dipakai :

    Semprot POC NASA 3 hingga 5 tutup setiap tangki ditambah HORMONIK 1 tutup tiap tangki tambah AERO-810 0,5 tutup setiap tangki.

    Cara pemberian :

    Penyemprotan dikerjakan mulai dari atas menuju bawah permukaan daun. Dengan ukuran tangki 10 sampai 17 liter, diperlukan 20 - 30 tangki setiap 1 hektar lahan

    3. Merawat Tanaman Cabe

    Merawat tanaman cabai yang dimaksud yaitu memberikan perhatian khusus mengenai perkembangan serta pertumbuhan tanaman.

    · Memotong cabang-cabang tanaman yang layu serta mati.

    · Memangkas serta membersihkan tanaman cabe dari dedaunan yang sudah kering atau mati yang kerap ada pada pangkal batang.

    · Membuang tunas-tunas susulan. Jangan merasa eman ke tunas-tunas itu. Sebab tujuan budidaya cabe bukan untuk sekedar melihat rimbunnya dedaunan maupun suburnya tanaman namun untuk mendapatkan buah yang lebat dan sehat.

    · Memberikan penyangga maupun sangga untuk membantu tanaman cabe tetap berdiri tegak saat akarnya tidak cukup kuat atau buahnya telah cukup nampak memberatkan cabang dan batang tanaman cabe.

    · Pendangiran dan penyiangan juga menjadikan tanaman cabai jadi lebih subur. Penyiangan bertujuan untuk mengoret/mencabut gulma (rumput liar) supaya lahan tanam cabe (bedengan) menjadi lebih bersih. Gunakan alat penyiangan contohnya pencong, cangkul kecil, dan perkakas penyiangan lainnya. Penyiangan terhadap tanaman cabe dapat dilakukan secara kondisional saja yang berarti menyesuaikan dengan keadaan lahan. Cara kondisional, cukup dilakukan apabila ada gulma. Sementara itu, pendangiran memiliki tujuan agar tanah lahan tanam cabai (bedengan) jadi lebih gembur. Penggemburan itu dapat menggunakan cangkul kecil. Tekniknya adalah mencangkul rata pada tanah yang ada di sekitar pusat tumbuh tanaman. Usahakan untuk hati-hati jangan sampai akar tanaman yang terkena cangkul. Pendangiran dapat dikerjakan sesering mungkin, misalnya tiap 2 minggu sekali.

    4. Mengatasi Gulma Pada Tanaman Cabai

    Gulma atau tanaman pengganggu yakni tanaman liar yang ikut mengkonsumsi nutrisi serta unsur hara tanah sehingga menghambat pertumbuhan tanaman utama. Terdapat dua teknik yang kebanyakan dikerjakan untuk membersihkan gulma pada tanaman cabe, adalah menyemprotnya pestisida kimia maupun lakukan penyiangan secara manual. Tidak seluruh gulma ternyata merugikan tanaman, sebab faktanya ada beberapa gulma yang mempunyai manfaat untuk mengurangi hama secara [alami|hayati} di sekitar penanaman cabe. Cabut dan buang tanaman-tanaman liar yang muncul di daerah akar tanaman cabai.

    5. Mengendalikan Hama serta Penyakit Tanaman Cabai

    · Penyakit Busuk Buah Antraknosa (PATEK)

    Dikarenakan oleh keadaan iklim yang mendorong pertumbuhan cendawan. Guna mengatasinya dengan menebar GLIO ke tanah dan dikocorkan bersamaan 1 sendok makan dolomit setiap pokok serta kurangi bahan anorganik. Sebaiknya sebelum tanam, campurkan Natural Glio dan pupuk kandang 25 kgserta diperam 7 hari sebelum ditebarkan ke lahan. Dapat juga [dipadukan|dicampurkan} dengan SUPERNASA.

    · Daun Keriting atau Mosaik

    Dikarenakan oleh keadaan cuaca ekstrim serta juga dikarenakan oleh kelompok kutu memakan mengambil cairan pada pucuk daun yang berpotensi membawa virus. Pengendalian dengan semprot PENTANA 4 hingga 5 tutup tiap tangki, maupun gunakan Natural BVR satu minggu dua kali, [tambah|dan tambahkan|ditambah} 1/3 AERO-810 per|tiap|setiap} tangki.

    · Penyakit Layu

    Penyakit layu sangat sulit untuk dikendalikan apabila telah menyerang. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan dan bakteri. Penyakit ini ada dua jenis layu fusarium dan layu bakteri. Tanaman yang sudah terserang segera dimusnahkan dan dikendalikan dengan Natural Glio, siramkan Natural Glio pada pokok pohon dan mencegahnya dengan menyebarkan campuran Natural Glio dan kompos.

    · Penyakit Bercak Daun

    Dikarenakan oleh iklim serta. Kebanyakan menyerang pada saat musim hujan yang ditandain dengan bercak-bercak lingkaran dengan warna abu-abu dengan pinggiran coklat serta akan menguning serta akhirnya gugur. kendalikan dengan menggunakan Natural Glio.

    · Penyakit Virus Kuning atau Bule (Bulai)

    Berdasarkan namanya daun serta batang tanaman akan berubah kuning, karena virus gemini. Kendalikan dengan menyemprotkan PESTONA maupun BVR.

    · Penyakit Busuk Batang, Akar dan Buah

    Disebabkan oleh cendawan dan virus akibat dari drainase kurang baik, pengaplikasian kandungan N Urea terlalu berlebihan, pupuk kandang yang belum matang, jumlah nematoda yang banyak dan sebelumnya tanah pernah di tanamani cabai atau mentimun. Pengendaliannya dengan meminimalisir penyebabnya dan menggunakan GLIO saat pengelolaan lahan.

    Sebagai upaya pencegahan penyakit cabe lebih baik lakukan langkah sebagai berikut :

    · Pada waktu pengolahan lahan campurkan 25 pupuk kandang dan 1 pak Natural Glio atau 1 pak GLIO dengan SUPERNASA 250 gr dan atmosphere 200 liter.

    · Penyemprotan 5 tutup PESTONA maupun 30 gr BVR yang [ditambah|diberi} 0,5 tutup AERO-810 setiap tangki. Aplikasikan tiap 5 - 7 hari satu kali.

    · Hama Ulat

    Ulat ini akan berlindung di siang hari untuk menghindari sinar matahari. serta akan muncul pada pagi hari hingga jam 07.00 serta akan muncul lagi jam 16.00 dan berlindung di mulsa atau ketiak daun cabai. Pengendaliannya dengan menyemprotkan 5 tutup PESTONA serta 1/2 tutup AERO-810 di jam 06.00 hingga 07.00 dan jam 16.00 sampai 18.00.

    · Hama Kutu daun

    Jenis Kutu daun yang sering mengambil daun cabe adalah jenis Aphids dan myzuspersicae. Mereka akan memakan cairan daun sehingga daun jadi mengering dan kriting. Lakukan pengendalian dengan menyemprotkan 5 tutup PESTONA maupun 30 gr Natural BVR maupun 25 - 45 cc PENTANA dan 1/2 tutup AERO-810 a tangki per seminggu satu kali, setelah tanam [saat|pada} pagi maupun tender hari.

    · Hama Thrips

    Gejala tanaman cabai yang terserang Thrips, yakni daun akan terdapat warna perak [sampai|hingga} kecoklatan yang selanjutnya akan menguning serta pertumbuhanya akan kerdil. Thrips biasanya akan menyerang pada waktu musim kemarau. Untuk pencegahan semprotkan 25 sampai 45 cc PENTANA tambah 5 hingga 10 cc AERO-810.

    · Hama Tungau

    Serangan hama ini akan menyebabkan daun menjadi keriting dan melinting ke bawah terlihat seperti sendok terbalik. Pertumbuhan ujung daun menjadi terhambat serta perlahan daun berubah warna coklat dan kuning serta mati. Pengendaliannya dengan menyemprotkan 25 hingga 45 cc PENTANA ditambah 5 sampai 10 cc AERO-810 setiap satu minggu satu kali.

    · Hama Lalat Buah

    Lalat Buah ialah lalat yang melakukan aktifitas ketika siang hari serta akan menghinggapi buah sehingga mengakibatkan panen gagal. Untuk itu bila ada tanaman yang sudah terserang lebih baik dibuang dan buah yang sudah terkena lalat bisa di musnahkan. Lakukan pengendalian dengan menggunakan Natural METILAT LEM.

    Demikian beberapa poin yang perlu diperhatikan saat merawat tanaman cabai supaya memperoleh buah yang lebat serta Panen yang maksimal. Semoga bermanfaat.
Working...
X