Announcement

Collapse
No announcement yet.

Sistem Zonasi di PPDB 2018 dan Keluhan dari Siswa Berprestasi

Collapse
X
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • Sistem Zonasi di PPDB 2018 dan Keluhan dari Siswa Berprestasi



    Sistem Zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 dikeluhkan orang tua siswa berprestasi. Sistem tersebut hanya mengakses 5% untuk siswa berprestasi, sedangkan kualitas sekolah tidak merata, khususnya sekolah di wilayah pinggiran.

    "Saya mempersiapkan jalur prestasi bagi anak saya karena yakin berada di luar zonasi (sekolah yang diharapkan). Namun ternyata masuk zonanya (5,5 kilometer). Otomatis jalur prestasi gugur. Saya ya tidak mau, karena pasti kalah dengan anak yang jaraknya dekat sekolahan," Kata Iwan Lipo, salah satu wali murid asal Sokaraja, Banyumas, Rabu (4/7/2018).

    Wali murid lainnya asal Kalibagor, Banyumas, Markus (53), memaparkan anaknya yang NEM rata-rata cukup tinggi tidak bisa masuk sekolah favorit. Sedangkan kualitas sekolah pingiran dan sekolah di kota tidak merata.
    "Zonasi menjadi masalah. Anak saya tidak mau sekolah terdekat, maunya sekolah di Purwokerto," jelasnya.

    Humas Panitia Penerimaan Siswa SMP Negeri 2 Purwokerto, Agus Widodo, mengakui banyak orangtua dan siswa dari luar zona yang mencoba mendaftar. Namun mereka harus menunggu kuota 90 persen zonasi terpenuhi.

    Penerapkan sistem zonasi dilakukan berdasarkan google map, agar tidak ada yang berupaya mencurangi jarak rumah dari sekolah. Sedangkan metode yang dipakai bukan berdasarkan jalan yang dilalui namun berdasarkan radius maksimal 6 kilometer.

    "Kalau tempat tinggalnya masih satu zona, 6 km maksimal, ya prestasi tidak dihitung. Berarti harus bersaing dengan jarak di titik koordinat SMP dengan rumah," ujarnya.

    Dia mengakui banyak keluhan dari orang tua yang anaknya berprestasi, karena anaknya tidak dapat masuk sekolah sebagai pilihan pertama. Pihaknya memang mengutamakan 90 persen kuota zonasi terpenuhi dengan persaingan jarak.

    "Pokoknya yang penting yang jaraknya 6 kilometer maksimal diambil dulu. Walaupun punya prestasi di area ini, tidak bisa masuk jalur prestasi. Ini penyebaran anak berprestasi, mungkin tujuannya di sekolah terdekat," jelasnya.

    source: Detik

    //
    Media belajar SI KIPIN sebagai digital library. Menyediakan ribuan buku sekolah digital untuk K1-K12, paket try out, video belajar dan komik literasi untuk anak sekolah hingga ke seluruh pelosok indonesia.
    Info lanjut di www. kipin.id || info@pendidikan.id || pendidikan.id
Working...
X