Announcement

Collapse
No announcement yet.

INDEF: Makin Naik Rasio Belanja Pendidikan, Makin Lebar Ketimpangan

Collapse
X
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • INDEF: Makin Naik Rasio Belanja Pendidikan, Makin Lebar Ketimpangan

    Kenaikan belanja pendidikan ternyata tak berbanding lurus dengan penurunan indeks gini atau ketimpangan. Begitu hasil kajian terbaru Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) yang dirilis pada Rabu (7/11/2018). "Dana pendidikan porsinya di APBN 20 persen. Semakin meningkat belanja pendidikan, korelasinya (indeks gini) semakin meningkat," ujar peneliti INDEF Rusli Abdullah saat memaparkan hasil kajian, Jakarta. Secara statistik, korelasi tersebut signifikan pada level p-value 0,000001 dengan koefisien 0,00126. Artinya, satu persen kenaikan rasio belanja pendidikan dapat berkontribusi bagi peningkatan indeks gini sebesar 0,00126.

    Temuan ini berbanding terbalik dengan hasil yang didapatkan oleh Gregorio, J. De dan Lee, J. W. Dalam kajian keduanya, semakin tinggi capaian indikator pendidikan, maka akan mereduksi ketimpangan. Rusli menilai hasil kajian INDEF itu menjadi sinyal bahwa transmisi belanja pendidikan dalam perbaikan output indikator pendidikan tidak optimal. Ia mengungkapan, hal itu terjadi karena besaran belanja rutin pendidikan lebih banyak digunakan luntuk gaji guru dan pembangunan fisik sarana dan prasarana belajar. Sementara itu, output peningkatan kualitas kegiatan belajar mengajar justru tereduksi. Akibatnya kualitas SDM tak meningkat tajam dan membuat ketimpangan tak membaik.

    INDEF menyarankan kepada pemerintah agar meningkatkan kualitas belanja pendidikan dalam rangka memperbaiki output indikator pendidikan. Misalnya peningkatkan angka partisipasi murni (APM). Selain itu, INDEF juga mengusulkan agar pemerintah mengurangi porsi belanja rutin pegawai dalam anggaran 20 persen pendidikan. Kajian INDEF dilakukan dengan menganalisis data yang mencakup 33 provinsi pada periode 2006-2016. Datanya mencakup rasio gini, dana transfer, DAU, hingga DAK. Metode penelitian yang digunakan melaui studi literatur, analisis statistik deskriptif dan diagnostic approach, wawancara mendalam, hingga regresi panel data.


    sumber: KOMPAS.COM
Working...
X