Announcement

Collapse
No announcement yet.

Inspiratif! Gerakan Berbagi Buku Gratis untuk Anak di Pelosok Daerah

Collapse
X
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • Inspiratif! Gerakan Berbagi Buku Gratis untuk Anak di Pelosok Daerah


    Gerakan Buku 100 Desa bercita-cita membangun 100 perpustakaan di 100 sekolah dan 100 desa di Indonesia (Foto:Metrotvnews.com/Gervin Nathaniel Purba)

    Bagi anak-anak yang tinggal di perkotaan, buku bacaan sudah bukan barang asing. Mereka biasa bersentuhan dengan buku dan bahkan menggemari membaca. Kondisi berbeda terjadi di daerah yang jauh dari kota.
    Seperti di Desa Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Di sana, banyak anak yang tidak mengenal buku. Bahkan, tak sedikit yang mengaku, belum pernah membaca komik dan majalah karena di sekolah mereka tidak ada perpustakaan.
    Kondisi demikian tentu memprihatinkan dan tak bisa dibiarkan. Sebab, buku bacaan sangat penting untuk menunjang tumbuh kembang anak. Dengan membaca buku, anak akan memeroleh wawasan dan ilmu pengetahuan. Dengan membaca buku, karakter anak pun akan terbentuk dan kosakatanya bertambah.

    Adalah Nora Trisna yang akhirnya terketuk hatinya menginisiasi gerakan untuk menyumbangkan buku bagi anak-anak di daerah pelosok. Pada 22 Agustus 2016, Nora bersama teman-temannya membentuk gerakan Buku 100 Desa. Alasan pemilihan nama tersebut karena mereka bercita-cita membangun 100 perpustakaan di 100 sekolah dan 100 desa di Indonesia.

    "Awalnya, kami sedang melakukan bakti sosial ke Sukabumi. Kami melihat di sana ada beberapa sekolah yang tidak punya perpustakaan. Lalu, kami bikin gerakan ini, mempublikasikannya di media sosial, dan mendapat banyak respons positif," ujar Nora, saat ditemui Metrotvnews.com, di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu, 14 Mei 2017.


    Daerah Sukabumi, Jawa Barat, menjadi sasaran utama donasi buku yang diinisiasi oleh Gerakan Buku 100 Desa (Foto:Metrotvnews.com/Gervin Nathaniel Purba)

    Hadirnya gerakan tersebut mendapat respons positif dari para guru, khususnya guru dari SDN Nagrak. Setelah berkomunikasi dengan para guru, Nora mendapat izin membangun perpustakaan di sekolah tersebut. Membangun di sini artinya gerakan Buku 100 Desa membantu mengisi stok buku dan beberapa fasilitas yang biasa dipakai di dalam perpustakaan seperti globe, peta dunia, serta meja dan kursi.
    "Kita membantu menyuplai buku-buku yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak SD. Bukan terlibat dalam hal renovasi atau mendirikan bangunan perpustakaan," kata Nora.
    Untuk membantu melengkapi fasilitas perpustakaan di sekolah, Nora mengatakan, pihaknya membutuhkan dana yang akan digunakan untuk membiayai operasional di perpustakaan. Untuk memancing donatur, ia gencar melakukan publikasi melalui media sosial dan ajakan kepada kolega. Soal nominal donasi, Nora tak mematok harga.
    Selain dalam bentuk uang, Nora juga mengumpulkan sumbangan dari para donatur berupa buku bekas dalam kondisi fisik baik. Ia menceritakan, pernah menerima sumbangan buku dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) untuk disalurkan ke desa-desa terpencil.
    "Hingga saat ini, sudah terkumpul sekitar 2.500 buku sumbangan. Kemarin dari Perpusnas, kami mendapat sekitar 300-an buku. Jumlah buku yang kami sumbangkan ke Sukabumi hampir 600-an buku," jelas perempuan berhijab ini.


    Anak-anak di pelosok desa banyak yang belum pernah membaca komik dan majalah (Foto:Metrotvnews.com/Gervin Nathaniel Purba)

    Sukabumi menjadi pilot project gerakan Buku 100 Desa. Telah banyak buku yang didonasikan di Sukabumi, khususnya Desa Nagrak. Walau begitu, gerakan Buku 100 Desa tetap menyalurkan buku ke sejumlah daerah lain di Indonesia. Terutama daerah yang tertimpa bencana alam. Sebab, buku mampu menghibur anak di tengah bencana.
    "Kita sudah menyumbangkan buku ke Aceh, Garut, Bima, Riau, Ciwidey, dan Sukabumi. Sukabumi paling banyak karena itu proyek utama kita," kata dia.
    Dalam upaya memperkenalkan diri ke masyarakat, Buku 100 Desa rutin membuka stan di ajang Car Free Day (CFD) sejak November 2016. Berlokasi di samping Bundaran HI, Jakarta Pusat, atau tepatnya di depan pos polisi, Nora bersama kawan-kawan membuka stan berisi buku untuk dibaca anak-anak secara gratis.


    Guna menumbuhkan minat membaca, Gerakan Buku 100 Desa rutin membuka stan di ajang Car Free Day di Jakarta, sejak November 2016 (Foto:Metrotvnews.com/Gervin Nathaniel Purba)

    Enam bulan berjalan, antusiasme anak-anak dalam membaca buku, dinilai Nora, menunjukkan peningkatan. Tentunya ini sebuah kabar baik di tengah minimnya minat membaca masyarakat kita. Indonesia menduduki peringkat 60 dunia dalam hal kegemaran membaca buku.
    Minimnya minat baca dipengaruhi sejumlah faktor, seperti mahalnya harga buku dan terbatasnya akses mendapatkan buku. Masyarakat yang tinggal di pelosok kesulitan memeroleh buku karena distribusi yang tidak merata.
    Akibatnya, anak-anak di daerah kehilangan kesempatan memperluas wawasan dan pengetahuan. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Selain gerakan Buku 100 Desa, hadir juga gerakan #BukuUntukIndonesia yang membuka akses penyediaan buku untuk anak-anak Indonesia.
    Nora mengaku, telah menandatangani kerja sama dengan gerakan #BukuUntukIndonesiayang digagas oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Ia berharap, kerja sama dengan gerakan #BukuUntukIndonesia akan membantu dalam meningkatkan jumlah buku yang akan disalurkan ke desa-desa di pelosok.
    Gerakan #BukuUntukIndonesia fokus memberikan akses mendapatkan buku bacaan kepada anak-anak di pelosok daerah. Jangan hanya tinggal diam. Anda juga bisa lho, berperan dalam berbagi kebaikan dengan anak-anak di daerah. Awali langkah kebaikan Anda dengan mengunjungi tautan www.BukuUntukIndonesia.com. Klik tombol "berbagi" di website Buku Untuk Indonesia. Kemudian, Anda akan diarahkan ke halaman Blibli.com untuk memilih paket berbagi yang diinginkan.
    Dengan berbagi minimal Rp100 ribu saja Anda sudah berpartisipasi untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang lebih baik. Nantinya dana yang terkumpul melalui gerakan#BukuUntukIndonesia akan dikonversi menjadi buku dan disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia.

    news.metrotvnews

    //
    Media belajar SI KIPIN sebagai digital library. Menyediakan ribuan buku sekolah digital untuk K1-K12, paket try out, video belajar dan komik literasi untuk anak sekolah hingga ke seluruh pelosok indonesia.
    Info lanjut di www. kipin.id || info@pendidikan.id || pendidikan.id
Working...
X