Announcement

Collapse
No announcement yet.

6 Panduan Orangtua Membahas Terorisme kepada Anak

Collapse
X
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • 6 Panduan Orangtua Membahas Terorisme kepada Anak



    Selain himbauan kepada pihak sekolah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui akun instragram resminya juga mengajak orangtua untuk berperan aktif dalam melawan bahaya terorisme. Dikutip dari @ kemdikbud.ri, orangtua dapat berdiskusi kepada anak untuk melakukan beberapa hal berikut:
    1. Hindari paparan terhadap televisi dan media sosial terutama yang menampilkan gambar dan adegan mengerikan bagi kebanyakan anak, terutama anak di bawah usia 12 tahun.
    2. Identifikasi rasa takut anak yang mungkin berlebihan. Pahami bahwa tiap anak memiliki karakter unik. Jelaskan bahaya terorisme sangat jarang namun kewaspadaan tetap diperlukan.
    3. Cari tahu apa yang mereka pahami. Bahas secara singkat apa yang sedang terjadi meliputi fakta-fakta yang telah terverifikasi. Ajak anak untuk tidak langsung percaya pada rumor, isu, dan spekulasi.
    4. Beri kesempatan siswa untuk mengungkapkan perasaannya tentang tragedi/kejahatan yang terjadi. Nyatakan dengan jelas rasa duka kita terhadap para korban dan keluarganya. Bila ada rasa amarah, arahkan rasa kemarahan pada sasaran yang tepat yaitu pada pelaku kejahatan, bukan pada identitas golongan tertentu yang didasari pada prasangka.
    5. Jalani kehidupan keluarga bersama secara normal untuk memberikan rasa nyaman serta tidak tunduk pada tujuan terorisme mengganggu kehidupan kita. Kebersamaan dan komunikasi rutin penting untuk mendukung anak.
    6. Ajak anak berdiskusi dan mengapresiasi kerja para polisi, TNI, petugas kesehatan yang telah melindungi, melayani dan membantu kita di masa tragedi. Diskusikanlah lebih banyak tentang sisi kesiapan dan keberanian mereka daripada sisi kejahatan pelaku teror.

    Selain tentang peran sekolah melawan kejahatan terorisme melalui info grafis, Kemendikbud juga menyampaikan turut berduka cita atas kejadian meledaknya bom di gereja di Surabaya. Kemendikbud juga mengimbau kepada dunia pendidikan untuk memperhatikan hal-hal berikut:
    1. Agar tidak membagikan foto-foto atau video kerusakan dan korban. Foto dan video yang mengerikan adalah salah satu wujud teror dan provokasi. Menyebarkan foto dan video seperti itu merupakan tujuan dari teroris. Kita tidak mau menjadi alat dari tujuan teroris.
    2. Tidak membagikan informasi/kabar yang tidak jelas sumbernya. Bisa jadi yang kita sebar adalah hoaks dan merupakan strategi memperbesar dampak teror melalui media sosial.
    3. Tetap buka mata dan telinga, jaga kejernihan pikir; bersatu dalam doa dan solidaritas.

    Indonesia, bersatu melawan terorisme!

    source: Kompas

    //
    KIPIN si Kios Pintar yang berisi buku sekolah digital untuk kelas 1-12. Tersedia juga video, tryout soal dan komik. Sebagai solusi pemerataan pendidikan di seluruh pelosok Indonesia. Akses offline tidak perlu jaringan internet. Info lanjut di www.kipin.id || info@pendidikan.id || www.pendidikan.id
Working...
X