Announcement

Collapse
No announcement yet.

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti

Collapse
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti

    Agama Katolik untuk Siswa



    Pembelajaran agama diharapkan mampu menambah wawasan keagamaan,
    mengasah keterampilan beragama dan mewujudkan sikap beragama peserta didik yang
    utuh dan berimbang yang mencakup hubungan manusia dengan Penciptanya, sesama
    manusia dan manusis dengan lingkungannya. Untuk itu pendidikan agama perlu diberi
    penekanan khusus terkait dengan penanaman karakter dalam pembentukan budi pekerti
    yang luhur. Karakter yang ingin kita tanamkan antara lain: kejujuran, kedisiplinan, cinta
    kebersihan, cinta kasih, semangat berbagi, optimisme, cinta tanah air, kepenasaran
    intelektual, dan kreativitas.

    Nilai-nilai karakter itu digali dan diserap dari pengetahuan agama yang dipelajari
    para siswa itu dan menjadi penggerak dalam pembentukan, pengembangan, peningkatan,
    pemeliharaan, dan perbaikan perilaku anak didik agar mau dan mampu melaksanakan
    tugas-tugas hidup mereka secara selaras, serasi, seimbang antara lahir-batin, jasmanirohani,
    material-spiritual, dan individu-sosial. Selaras dengan itu, pendidikan agama
    Katolik secara khusus bertujuan membangun dan membimbing peserta didik agar
    tumbuh berkembang mencapai kepribadian utuh yang semakin mencerminkan diri
    mereka sebagai gambar Allah, sebab demikianlah “Allah menciptakan manusia itu
    menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia” (Kejadian 1:27).
    Sebagai makhluk yang diciptakan seturut gambar Allah, manusia perlu mengembangkan
    sifat cinta kasih dan takut akan Allah, memiliki kecerdasan, keterampilan, pekerti luhur,
    memelihara lingkungan, serta ikut bertanggung jawab dalam pembangunan masyarakat,
    bangsa dan negara. [Sigit DK: 2013]

    Buku pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti ini ditulis dengan
    semangat itu. Pembelajarannya dibagi-bagi dalam kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan
    siswa dalam usaha memahami pengetahuan agamanya. Akan tetapi pengetahuan agama
    bukanlah hasil akhir yang dituju. Pemahaman tersebut harus diaktualisasikan dalam
    tindakan nyata dan sikap keseharian yang sesuai dengan tuntunan agamanya, baik
    dalam bentuk ibadah ritual maupun ibadah sosial. Untuk itu, sebagai buku agama yang
    mengacu pada kurikulum berbasis kompetensi, rencana pembelajarannya dinyatakan
    dalam bentuk aktivitas-aktivitas. Di dalamnya dirancang urutan pembelajaran yang
    dinyatakan dalam kegiatan-kegiatan keagamaan yang harus dilakukan siswa. Dengan
    demikian, buku ini menuntun apa yang harus dilakukan siswa bersama guru dan temanteman
    sekelasnya untuk memahami dan menjalankan ajaran iman katolik.

    Link: https://bit.ly/2LhsykM

  • #2
    Terima kasih atas wawasan ini. Saya menghabiskan hari karantina saya membaca ini.
    Last edited by moderatyes; 27-03-20, 05:47 PM.

    Comment

    Working...
    X