Announcement

Collapse
No announcement yet.

Tahun Ajaran Baru, Permohonan SKTM di Lembang Meningkat

Collapse
X
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • Tahun Ajaran Baru, Permohonan SKTM di Lembang Meningkat



    Sejumlah desa yang berdekatan dengan sekolah negeri di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat menerima banyak permohonan perbuatan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari warga. Surat tersebut diperlukan warga untuk keperluan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2018 di sekolah-sekolah negeri.

    Sekretaris Desa Lembang M Taufik menuturkan, sejak tiga bulan terakhir ini permohonan SKTM meningkat hingga lima kali lipat. Apabila biasanya cuma ada satu permohonan SKTM per hari, belakangan ini rata-rata ada lima permohonan setiap harinya. Menurut dia, peningkatan permohonan SKTM ini memang biasa terjadi setiap tahun ajaran baru (PPDB 2018). "Sekarang ini rata-rata ada lima permohonan SKTM per hari, biasanya paling satu pemohon. Peningkatan ini sudah biasa kalau setiap musim mau sekolah. Cuma memang banyaknya permohonan SKTM ini tidak hanya untuk kepentingan sekolah saja," kata Taufik, saat dihubungi melalui pesan singkat, Rabu 11 Juli 2018.

    Di Desa Lembang terdapat dua sekolah negeri, yaitu SMP Negeri 1 Lembang dan SMA 2 Lembang. Selain untuk keperluan sekolah, menurut Taufik, permohonan SKTM warga juga banyak yang ditujukan untuk keperluan lain, seperti keringanan berobat, keringanan biaya pasang listrik, dan lain-lain. Kondisi yang serupa disampaikan oleh Sekretaris Desa Kayuambon Dedi Hidayat. Dia mengatakan, sejak April hingga awal Juli ini pihaknya menerima sebanyak 93 permohonan pembuatan SKTM dari warga. Permohonan itu, kata dia, rata-rata ditujukan untuk pendaftaran anak di SMA Negeri 1 Lembang. "Kalau dibanding sebelum pendaftaran sekolah negeri dibuka, memang ada peningkatan permohonan SKTM. Namun, kalau di Kayuambon jumlahnya enggak terlalu banyak, karena di Kayuambon ini calon siswa dari kalangan tidak mampu jumlahnya memang tidak terlalu banyak," kata Dedi.

    Walaupun permohonannya meningkat, lanjut dia, pihak desa tidak bisa sembarangan mengeluarkan pengantar untuk SKTM. Pasalnya, kriteria warga miskin di Desa Kayuambon berbeda dengan desa lainnya. "Warga miskin di sini hanya sekitar 400 kepala keluarga. SKTM yang kami berikan pun disesuaikan dengan kriteria miskin, yang di tiap desa bisa berbeda-beda," ujarnya. Visitasi

    Sementara itu, SMAN 1 Lembang pada tahun ini menerima 420 orang siswa, di mana 20 persen di antaranya berasal dari jalur Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM). Guna mengantisipasi penipuan SKTM yang dilampirkan dalam berkas pendaftaran, pihak sekolah melakukan kunjungan (visitasi) ke rumah calon siswa. "Visitasi ini untuk memastikan bahwa calon siswa yang bersangkutan tidak mampu secara ekonomi. Kami melihat secara langsung kondisi fisik rumahnya, mendata penghasilan keluarga, pengeluaran pajak, pengeluaran listrik setiap bulan, pekerjaan keluarga bahkan hingga kondisi fasilitas buang air besar," kata Ketua Panitia PPDB SMAN 1 Lembang Otang Suyatna, didampingi Kepala SMAN 1 Lembang Suhendiana Noor.

    Sejauh ini, dia menyebutkan terdapat 251 calon siswa dari jalur KETM PPDB 2018 yang telah mendaftar ke SMAN 1 Lembang. Meski begitu, SMAN 1 Lembang hanya menerima 84 orang. Oleh karena itu, hasil verifikasi SKTM turut menentukan siswa yang bersangkutan akan dicoret atau tidak di sekolah tersebut. "Semua yang daftar, kami (pihak sekolah) sudah berikan penilaiannya. Ada yang layak dan tidak layak, karena hasil visitasi disertai foto-foto lapangan sebagai pelengkap. Bila pendaftar yang masuk melalui jalur KETM itu dinyatakan layak, maka kami entrikan ke sistem BPDB provinsi," tuturnya.

    Namun demikian, lanjut dia, penerimaan siswa turut dipengaruhi zonasi, yang merupakan program pemerintah dalam rangka pemerataan sekolah. Namun, sistem zonasi ini masih belum dipahami dengan baik oleh para orangtua siswa. Dalam PPBD tahun ini, SMAN 1 Lembang pun lebih memprioritaskan calon siswa yang memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau Kartu Indonesia Pintar (KIP).***

    source: Pikiran-Rakyat

    //

    Media belajar SI KIPIN sebagai digital library. Menyediakan ribuan buku sekolah digital untuk K1-K12, paket try out, video belajar dan komik literasi untuk anak sekolah hingga ke seluruh pelosok indonesia.
    Info lanjut di www. kipin.id || info@pendidikan.id || pendidikan.id
Working...
X