Announcement

Collapse
No announcement yet.

Sekitar 600.000 Anak Usia Sekolah Tidak Sekolah

Collapse
X
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • Sekitar 600.000 Anak Usia Sekolah Tidak Sekolah



    Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (P2 Paud Dikmas) Jawa Barat tengah menelusuri keberadaan sekitar 600.000 anak usia sekolah yang tidak sekolah (ATS). Memercepat proses tersebut, dilakukan pendataan berbasis sinergitas yang melibatkan unsur terkait.

    Kepala PP Paud Dikmas Jawa barat, Muhammad Hasbi, mengungkapkan itu di sela kegiatan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Teknis Pendataan ATS (Anank tidak sekolah) Berbasis Sinergitas, Selasa 4 Juli 2017. Kegiatan yang diikuti berbagai unsur terkait di antaranya unsur pemerintah daerah, Program Keluarga Harapan (PKH) dan lainnya.

    Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupten Ciamis, Wawan S Arifien, dia mengatakan hasil pendataan yang dilakukan oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Tahun 2017, setidaknya ada 600.000 ATS. Mereka, lanjutnya, belum teridentifikasi siapa dan dimana.

    "Kami merancang pendataan berbasis sinergitas untuk mendata keberadaan mereka. Data yang diperoleh tidak hanya dari Dinas Pendidikan saja, tetapi harus juga unsur lain, seperti pemerintah daerah, satuan pendidikan di kelurahan, PKH dan lainnya," tutur Muhammad Hasbi.

    Dia mengatakan kegiatan tersebut dalam rangka mewujudkan program atau janji Presiden Jokowi - Jusuf Kalla dalam upaya meningkatkan kualitas manusia Indonesia melalui Program Indonesia Pintar. Dengan demikian, dibutuhkan pendataan yang akurat serta melibatkan berbagai unsur.

    "Salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari program tersebut adalah mendata anak usia sekolah yang saat ini tidak sekolah. Anak tidak sekolah dikembalikan pada jalur pendidikan baik sekolah formal maupun kesetaraan," katanya.

    Muhammad Hasbi mengungkapkan kegiatan tersebut dilaksanakan di Ciamis, dengan pertimbangan karena Pemerintah Kabupaten Ciamis merupakan mitra yang sangat baik dalam pengembangan pendidikan, khususnya non formal.

    "Ciamis sangat baik dalam pengembangan pendidikan, khususnya non formal. Salah satu contohnya yakni program kesetaraan C atau Paket C berbasi daring atau online. Program tersebut saat ini sudah dijadikan sebagai program di tingkat nasional," ujarnya. Sinergitas

    Sementara itu kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Wawan S Arifien, mengungkapkan hasil pendataan Program Keluarga Harapan (PKH) Ciamis, tercatat sekitar 6.000 anak usia sekolah yang tidak sekolah.

    "Tentunya data tersebut juga disinergikan dengan data lain, sehingga pada gilirannya mendapatkan data yang lebih lengkap. Mereka itu siapa saja dan dimana. prinsipnya anak usia sekolah harus sekolah, baik melalui jenjang pendidikan formal maupun kesetaraan," katanya.

    Wawan S Arifien menyatakan dukungannya terhadap kegatan pendataan ATS berbasis sinergitas. Dia juga mengungkapkan, masih banyak anak usia sekolah yang tidak sekolah karena bekerja. Anak yang sudah bekerja atau mencari uang, lebih susah ditarik kembali untuk belajar atau ke sekolah.

    "Kami juga tidak hanya memberikan pemahaman keada anak maupun orang tua. Kami juga selalu mengkampanyekan, kembali belajar dan kembali sekolah. Kembali belajar sasarannya ATS untuk jenjang pendidikan kesetaraan, dan kembali sekolah untuk pendidikan sekolah formal," jelasnya.***

    source: Pikiran-Rakyat

    //

    Media belajar SI KIPIN sebagai digital library. Menyediakan ribuan buku sekolah digital untuk K1-K12, paket try out, video belajar dan komik literasi untuk anak sekolah hingga ke seluruh pelosok indonesia.
    Info lanjut di www. kipin.id || info@pendidikan.id || pendidikan.id
Working...
X