Announcement

Collapse
No announcement yet.

Hukum Bacaan Ra dalam Ilmu Tajwid

Collapse
X
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • Hukum Bacaan Ra dalam Ilmu Tajwid

    Huruf hijaiyah kala berjumpa ra itu terdapat 3 hukum teks ialah Tafkhim( Tebal) Tarqiq( Tipis) serta jawazul wajhain( Boleh tebal boleh tipis). Tetapi terdapat ketentuan tertentu kenapa kok ra dapat dibaca semacam 3 model semacam itu. Oleh sebab itu ayo kita bersama- sama muthalaah tentang https://angalul.com/ilmu-tajwid/ teks ra. Supaya tajiwd kita dalam membaca Al- Quran itu benar.

    Hukum teks ra sukun tanpa kita sadari nyatanya kita sudah mempelajarinya pada waktu duduk dibangku sekolah dasar, tetapi sebab sangking lamanya kita tidak mengulangi jadi normal deh, jika kita kurang ingat, hendak namun berbeda lagi ceritanya, walaupun kita tidak sempat mempelajarinya secara terus menerus namun tiap membaca Al- Quran langsung di praktekan ilmu tajwidnya, hingga dengan sendirinya kita hendak ingat terus hingga akhir hayat hehhehe.

    Tanpa panjang lebar ayo kita belajar hukum ra, tetapi tadinya alangkah baiknya bila kita memandang terlebih dulu, skema hukum ra bagaikan berikut;

    Hukum Teks Ra Tafkhim serta Tarqiq

    Penafsiran Teks Ra Tafkhim Contoh serta Sistem Membacanya

    Tafkhim bagi bahasa merupakan tebal, sebaliknya bagi sebutan Tafkhim(تَفْخِيْمُ) merupakan menebalkan huruf tertentu dengan sistem mengucapkan huruf tertentu dengan sistem mengucapkan huruf di bibir( mulut) dengan menjorokkan ke depan( bahasa Jawa mecucu). Sistem membacanya ialah dengan bibir sedikit kemuka ataupun monyong.

    Ra Harus hukumnya dibacal tebal( tafkhim) manakala:

    Ra bertanda baca fathah. Contoh:

    رَحْمَةَاللهِ،حَشَرَةٌ،اَلرَّحِيْمِ،اَلْفُقَرَآءَ

    Ra bertanda baca dammah. Contoh:

    اَْلاَخْيَارُ،كَفَرُوْا،اُذْكُرُوااللهَ،رُفِعَتْ

    Ra bertanda sukun( mati), lagi huruf di belakangnya berbentuk huruf yang difathah. Contoh:

    مَرْحَبًا،نَرْزُقُكُمْ،مَرْيَمُ،قَرْيَةٍ

    Ra bertanda sukun, lagi huruf di belakangnya berbentuk huruf yang didammah. Contoh:

    ذُرِّيَّةً،قُرْبَةً،عُرْيَانًا،حُرْمَةً

    Ra yang bertanda baca sukun, lagi huruf di belakangnya berbentuk huruf yang dikasrah, tetapi kasrah ini bukan asli namun baru tiba. Contoh:

    اِرْجِعِيْ،اِرْحَمْ،اِرْجِعُوْا،اَمِارْتَابُوْا

    Ra bertanda baca sukun, lagi huruf di belakangnya berharakat kasrah asli serta setelah ra berjumpa dengan huruf isti’ la(حَرْفُاِسْتِعْلاَءٍ) yang ada 7 huruf yang terkumpul pada kalimat:

    ;خُصَّضَغْطٍقِظْ

    Contoh:

    يَرْضَاهُ،فُرْقَةٌ،لَبِالْمِرْصَادِ،قِرْطَاسٌ

    Penafsiran Teks Ra Tarqiq Contoh serta Sistem Membacanya

    Bagi bahasa Tarqiq(تَرْقِيْقٌ) merupakan tibis sebaliknya bagi sebutan Tarqiq(تَرْقِيْقٌ) merupakan membunyikan huruf- huruf tertentu dengan suara ataupun teks tipis. serta Sistem membacanya ialah dengan menarik bibir sedikit mundur sehingga agak meringis.

    Ra harus dibaca tarqiq apabila;

    Huruf ra’ itu sendiri di baca kasroh, contoh:فَرِيْقٌفِيالْجَنَّةِ. Huruf ra’ di baca sukun serta terletak sehabis huruf yang di baca kasroh, Serta sesudahny a bukan huruf isti’ la’, contoh

    فِرْعَوْنَ

    مِرْيَةٍ

    Apabila dalam kondisi waaf ataupun di waqafkan, sebaliknya huruf sebelumumnya bertanda baca kasrah. Contohهُوَالْكَافِرُ مِنْنَاصِرٍ

    تَسْتَكْثِرُ Ataupun dalam kondisi waqaf ataupun di waqafkan, sebaliknya di antara Huruf ra dengan huruf yang bertanda baca kasrah ada huruf bertanda baca sukun, contoh:باِلسِّحْرِ

    Apabila dalam kondisi di waqafkan, lagi huruf tadinya huruf https://angalul.com

    ya, Yang bertanda baca sukun, contoh:

    ,وَاِلَياللهِالْمَصِيْرُ

    عَلَيكُلِّشَيْءٍقَدِيْرٌ

Working...
X