Announcement

Collapse
No announcement yet.

Efek Digital Jadi Enzim Percepatan Revolusi Keilmuan

Collapse
X
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • Efek Digital Jadi Enzim Percepatan Revolusi Keilmuan



    Rektor Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Asep Saefuddin mengatakan, saat ini penduduk Indonesia telah terbiasa dengan dunia internet dan media sosial. Data tahun 2016 menunjukkan ada sekitar 88 juta penduduk Indonesia sebagai pengguna internet, sebanyak 79 juta aktif di media sosial yang umumnya menggunakan telepon genggam.

    Bahkan umumnya orang Indonesia memiliki dua telepon genggam. "Hal ini menandakan secara praktek, kita telah terbiasa dengan teknologi digital," katanya, Minggu, (11/2).

    Bila dikaitkan dengan teori Kuhn, efek digital ini telah menjadi enzim percepatan revolusi keilmuan. Sebagai konsekuensi dari kenyataan digitalisasi ini, kita harus mampu secara bijak menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari, yakni sosial, ekonomi, politik, dan pendidikan.

    "Jangan sampai kita malah menjadi konsumen utama di era digital ini. Di sinilah para sivitas akademika harus terbuka dengan perubahan zaman. Kita harus siap dengan paradigma baru di era disrupsi."

    Para lulusan dan mahasiswa yang belajar di UAI harus menjadi driver perubahan, bukan sekedar follower. Memang diakui, disrupsi ini masuk ke berbagai aspek dalam kehidupan.

    Namun sumber utama disrupsi itu, tidak lain adalah human capital. Di sinilah kita dituntut untuk terus kreatif, inovatif, terbuka, tidak bosan untuk belajar dan memperkuat keterampilan.

    UAI juga berkewajiban mendidik generasi muda untuk menjadi pembelajar yang tekun, cepat tanggap, dan biasa bekerjasama. Mereka dapat membawa manfaat.

    "Kami ingin agar ilmu dan teknologi serta perilaku baik itu dirasakan oleh sebanyak-banyaknya generasi muda dan mereka yang selalu ingin belajar. Untuk itu, kami akan memadukan pembelajaran konvensional dengan online atau disebut blended (hybrid) learning," ujar Asep.

    Pada saat yang sama para mahasiswa harus terbiasa dengan upaya menerapkan ilmu untuk bisnis, ekonomi, serta kegiatan sosial. Oleh karena itu UAI terus menyiapkan ekosistem endidikan yang kondusif terhadap perkembangan kreatifitas mahasiswa.

    Inovasi-inovasi akan dikerjasamakan dengan Kemenristekdikti melalui kegiatan Industri Berbasis Teknologi (IBT), Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM), dan banyak lagi kegiatan bekerjasama dengan pemerintah.

    Selain itu, lanjutnya, pihaknya mendorong seluruh sivitas akademika melakukan kerja sama riset dan aplikasinya dengan perusahaan swasta atau BUMN, serta memperluas kerjasama dengan pihak luar negeri.

    source: JawaPos

    //

    Media belajar SI KIPIN sebagai digital library. Menyediakan ribuan buku sekolah digital untuk K1-K12, paket try out, video belajar dan komik literasi untuk anak sekolah hingga ke seluruh pelosok indonesia.
    Info lanjut di www. kipin.id || info@pendidikan.id || pendidikan.id
Working...
X