Announcement

Collapse
No announcement yet.

Mendikbud: Soal UN Tahun Depan Lebih Susah

Collapse
X
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • Mendikbud: Soal UN Tahun Depan Lebih Susah



    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy memastikan materi soal UN atau Ujian Nasional tahun depan akan relatif lebih sulit dari pada tahun ini. Hal tersebut dilakukan agar siswa terbiasa menghadapi persoalan baru sehingga siap bersaing di tengah kompetisi global. Apalagi sangat terpengaruh oleh revolusi industri 4.0.

    Menurut dia, kebijakan menaikan standar capaian kompetensi siswa tersebut sudah dihitung dan berdasarkan hasil evaluasi UN 2017/2018 secara komprehensif.

    Ia mengatakan, dengan menyisipkan 10% atau sebanyak 6-10 butir soal jenis High Order Thinking Skills (HOTS) pada materi soal UNBK 2018, mayoritas peserta ujian bisa menjawab dengan benar. Menurut dia, hal tersebut menunjukkan bahwa siswa Indonesia mampu diajak berpikir kritis dengan penalaran tinggi. Soal jenis HOTS merupakan soal standar PISA yang sudah lama diterapkan di berbagai negara maju.

    "Kalau siswa tidak dilatih untuk menjawab persoalan baru, ujian sesuai dengan kisi-kisi, maka itu bukan belajar kreatif. Tapi hanya meniru, mengetahui, mengingat dan mengulang saja. Itu tidak sampai pada berpikir kreatif. Karena itu jangan heran kalau kemarin UN beberapa soalnya berbeda. Ya, itu agar anak belajar mengahadapi dan memecahkan persoalan yang baru. Dijawab dengan nalar kritis dan kreativitasnya. Dan ternyata, hasilnya tidak mengecewakan. Lebih banyak yang bisa menjawab daripada yang gagalnya," kata Muhadjir saat menghadiri Perayaan Puncak Hardiknas, di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Selasa 8 Mei 2018.

    Ia menjelaskan, menaikan standar capaian kompetensi siswa melalui mekanisme UN relevan dengan tantangan yang akan muncul dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Menurut dia, selama ini, siswa Indonesia nyaris tak pernah diberi ujian formal yang membutuhkan jawaban penalaran tinggi dan kreatif. Jenis soal ujian tak mencerminkan kemampuan maksimal anak didik.

    "Dan ini menunjukan anak-anak generasi penerus ini bukan tidak pintar, tapi selama ini tidak diberi ujian yang normanya lebih berat. Anak-anak selama ini diberi standar capaian yang rendah, padahal bisa diajak melompat saat standarnya dinaikkan. Karena itu untuk mempintarkan anak-anak tidak ada pulihan lain harus diberi tantangan yang semakin sulit agar saat menghadapi tantangan kehidupan ke depan mereka sudah siap. Karena terbiasa menghadapi tantangan yang sulit. Generasi ke depan harus dipersiapkan untuk tahan banting, yang berani menghadapi tantangan dan risiko," katanya.

    source: Pikiran-Rakyat

    //

    KIPIN si Kios Pintar yang berisi buku sekolah digital untuk kelas 1-12. Tersedia juga video, tryout soal dan komik. Sebagai solusi pemerataan pendidikan di seluruh pelosok Indonesia. Akses offline tidak perlu jaringan internet. Info lanjut di www.kipin.id || info@pendidikan.id || www.pendidikan.id
Working...
X