Announcement

Collapse
No announcement yet.

Ini Asa Firda, Siswi SMA yang Status FB-nya Viral dan Tuai Pujian dari Netizen

Collapse
X
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • Ini Asa Firda, Siswi SMA yang Status FB-nya Viral dan Tuai Pujian dari Netizen

    Asa Firda Inayah (18), pemilik akun facebook Afi Nihaya Faradisa, jadi perhatian di dunia maya. Status Facebook dianggap mewakili pikiran yang jernih dalam melihat masalah. Kata-katanya dianggap sangat matang, jauh melampaui usia penulis.

    Asa, Asa Firda Inayah, adalah siswa kelas XII IPA 3, SMAN 1 Gambiran, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi. Dia adalah anak pertama dari dua bersaudara Imam Wahyudi dan Sumartin. Gadis yang lahir di Tulungagung, 23 Juli 1998, mengaku lebih suka menuangkan kecemasan melalui tulisan daripada kata-kata.

    "Saya benar-benar suka menulis, mulai menulis ketika SMA kelas 10, ide itu baru saja keluar dari kepala," kata Asa kepada AFP di sekolahnya pada Selasa (13/12/2016).

    Asa mengaku pertama kali menulis tentang kritik pendidikan di Indonesia pada 17 Juli 2016 lalu. Tanpa diduga, tulisan didistribusikan sekitar 5.000 orang dan mendapat sekitar 6.000 suka. Tidak hanya itu, ratusan dunia maya juga berbagi beranda mereka.

    "Sebelumnya hanya menulis yang pendek, ini adalah pertama kalinya untuk menulis yang panjang," katanya.

    Tidak sedikit netizen yang meragukan tulisannya. Khususnya status viral. Tapi Asa menepis anggapan itu.

    "Saya berani membuktikan bahwa saya menulis, saya tidak pernah mengambil pos selain untuk memasukkan sumbernya," jelasnya.

    Keterampilan pengolah kata yang dia dapatkan agak banyak berasal dari ketekunannya dalam membaca buku dan mengamati kondisi di sekitarnya. Semua buku ditelan, mulai dari fiksi, psikologi, hingga pengembangan pribadi.

    Inilah status lengkap Asa yang menuai pujian dari netizen:

    Saya tidak pernah mematikan total hapeku saya selama 10 hari. Selama waktu itu, saya tidak ada hubungannya dengan dunia luar sama sekali. Hanya dengan begitu Anda dapat mengamati apa yang sudah direbut oleh gadget dan koneksi internet.
    Katakanlah saya terjebak dalam sudut pandang yang konyol. Katakan saya salah tentang kemajuan, tetapi hal-hal ini saya pelajari dalam 10 hari. Sudahkah Anda mencoba sendiri sebelum membenarkan?

    Melalui layar 4 inci ini, saya melihat dunia yurisdiksi yang tidak terbatas.
    Namun, orang bijak itu berkata, "Kamu adalah apa yang kamu makan". Belakangan saya tahu bahwa itu tidak hanya berlaku untuk makanan perut, tetapi juga "makanan pikiran". Apa yang telah kita masukkan ke dalam pikiran, jiwa, dan hati kita sejauh ini menentukan siapa diri kita. Lalu pernah bertanya, apa saya menelan lebih banyak racun atau nutrisi? Tidak heran jika kita masih gini-gini saja. Rupanya ini sebabnya.

    Perhatikan, kondisi "sumber makanan kita" semakin terkontaminasi.
    Saya lelah menjelaskan kepada satu orang tentang hal-hal negatif menyebarkan hoax dan kebohongan.

    Kami juga tidak pernah kehabisan alasan untuk saling membenci. Apa saja yang membuat 'amunisi'.
    Sama-sama manusia, jika berbagai negara rusuh. Sama-sama Indonesia, jika kerusuhan perbedaan agama. Sama religius, pandangan berbeda juga kerusuhan. Jadi apa yang kamu inginkan?

    Bahkan, jika bukan Tuhan, lalu siapa lagi yang menciptakan SEMUA perbedaan ini? Jika Dia mau, Dia bisa membuat semua manusia 'sama' dalam segala hal. Lalu, mengapa kita menganggap menentang Allah dengan meludahi perbedaan itu?

    Saya sendiri tidak pernah menyapa pandangan yang berbeda, saya dan Anda bisa menjadi teman meski kami tidak setuju. Pernahkah Anda melihat seseorang yang penuh permusuhan dalam hidupnya? Bagaimana kita berharap ada bunga yang tumbuh di atas kawah yang menyala? Tuhan diberkati adalah hubungan, bukan permusuhan.
    Last edited by moderatyes; 08-06-18, 09:24 AM.
Working...
X