{"id":2567,"date":"2017-11-08T04:23:53","date_gmt":"2017-11-08T04:23:53","guid":{"rendered":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/?p=2567"},"modified":"2018-11-08T04:34:31","modified_gmt":"2018-11-08T04:34:31","slug":"pegiat-gerakan-literasi-sekolah-satria-dharma-dan-perjuangannya-selamatkan-minat-baca-siswa-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pegiat-gerakan-literasi-sekolah-satria-dharma-dan-perjuangannya-selamatkan-minat-baca-siswa-indonesia\/","title":{"rendered":"Pegiat Gerakan Literasi Sekolah, Satria Dharma dan Perjuangannya Selamatkan Minat Baca Siswa Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>Berdasarkan statistik UNESCO pada 2012 indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya setiap 1.000 orang Indonesia, hanya ada satu orang yang punya minat membaca. Dari semua negara-negara di ASEAN, Indonesia juga tercatat sebagai negara dengan minat baca terendah. Data ini dipaparkan oleh Satria Dharma, sosok penting dibalik terciptanya Gerakan Literasi Sekolah (GLS).<\/p>\n<p>Satria mengutip pernyataan budayawan-sastrawan Taufiq Ismail, di beberapa negara terutama Rusia, satu orang siswa paling sedikit membaca 14 buku setahun. Tapi sebaliknya, di Indonesia bahkan ada anak yang hanya membaca satu buku setahun. \u2018Lalu, bagaimana bisa ahli menulis jika membaca saja jarang?\u2019 merupakan pertanyaan yang muncul dalam benak Satria saat melihat fakta mengerikan ini.<\/p>\n<figure id=\"attachment_2564\" aria-describedby=\"caption-attachment-2564\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-2564\" src=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/satria-dharma-300x120.jpg\" alt=\"Satria Dharma, Ketua IGI, pegiat literasi, gerakan literasi\" width=\"300\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/satria-dharma-300x120.jpg 300w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/satria-dharma-768x307.jpg 768w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/satria-dharma.jpg 1000w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2564\" class=\"wp-caption-text\">Satria Dharma, pegiat Gerakan Literasi Sekolah (GLS) bersama istri.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Sebagai inspirasi, Satria Dharma menceritakan langkah Pemerintah India dalam meningkatkan minat baca masyarakatnya. \u201cPemerintah India bekerjasama dengan penerbit asing, agar buku terbitan asing dapat dicetak di India dengan harga lebih murah. Banyak program yang dijalankan oleh mereka agar harga buku jadi benar-benar murah,\u201d jelasnya. Melihat fakta inilah, Satria menjadi semakin terdorong untuk menggalakkan Gerakan Literasi Sekolah.<\/p>\n<p>Perjuangannya untuk menyelematkan minat baca masyarakat Indonesia tak kenal lelah. Satria yang pernah menjadi ketua IGI, menawarkan program Gerakan Literasi Sekolah ke sekolah-sekolah dengan cara presentasi langsung. Agar tak memberatkan pihak sekolah, ia bersedia datang dengan gratis asalkan pihak sekolah membuka diri terhadap materi literasi. \u201cSemua saya lakukan, meski menghabiskan biaya pun tak apa. Karena saya ingin Indonesia bisa setara dengan negara-negara lain yang sudah lebih maju dari keterpurukan membaca,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_2565\" aria-describedby=\"caption-attachment-2565\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignright\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-2565\" src=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/minat-baca-300x187.jpg\" alt=\"Gerakan Literasi Sekolah, Perpustakaan Keliling, Layanan Baca Masyarakat\" width=\"300\" height=\"187\" srcset=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/minat-baca-300x187.jpg 300w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/minat-baca-768x478.jpg 768w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/minat-baca.jpg 800w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2565\" class=\"wp-caption-text\">Layanan perpustakaan keliling dalam mobil, sebagai salah satu upaya Gerakan Literasi Sekolah (GLS). (source: news.okezone.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Masalah literasi yang digeluti sejak tahun 2013 ini mulai menampakkan buahnya di tahun 2014. Surabaya menjadi kota pertama yang mencanangkan diri sebagai \u2018Kota Literasi\u2019 dengan pembangunan perpustakaan di mana-mana. Beberapa di antaranya seperti layanan Perpustakaan Daerah, Taman Bacaan Masyarakat di banyak taman kota, Perpustakaan Keliling di 64 titik, hingga layanan bacaan yang tersebar di hampir seluruh Balai RW, Kelurahan dan Kecamatan.<\/p>\n<p>Semakin hari, gema literasi semakin terdengar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Bahkan pada tahun 2015, Menteri Pendidikan dan Budaya (Mendikbud) menerbitkan peraturan Permendiknas no. 21 th. 2015. Salah satu poin yang tercantum dalam peraturan tersebut mewajibkan siswa membaca 15 menit setiap hari sebelum pelajaran dimulai. \u201cIni sebagai upaya menumbuhkan budaya membaca pada siswa, sekaligus minat baca bangsa secara nasional. Ini memang bahasan yang sudah sejak lama kami diskusikan, bahkan sebelum beliau jadi Mendikbud,\u201d ujar Satria.<\/p>\n<p>Kini, Gerakan Literasi Sekolah sudah berdengung di mana saja. Bahkan tidak hanya Surabaya, pada tahun 2016 Jakarta juga mendeklarasikan diri sebagai provinsi literasi. \u201cPegiat literasi muncul dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Ini yang saya namakan sebagai the rise of literacy,\u201d ucap Satria. Dukungan pemerintah juga nampak dengan ditetapkannya kebijakan Hari Kirim Buku Gratis, di mana pada tanggal 17 setiap bulannya semua orang bisa mengirim buku gratis melalui kurir.<\/p>\n<figure id=\"attachment_3253\" aria-describedby=\"caption-attachment-3253\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-3253\" src=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/IMG_5636-resize-300x200.jpg\" alt=\"media pembelajaran pelajar daerah 3T\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/IMG_5636-resize-300x200.jpg 300w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/IMG_5636-resize-768x512.jpg 768w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/IMG_5636-resize-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/IMG_5636-resize.jpg 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3253\" class=\"wp-caption-text\">Seorang siswa bersama Kipin ATM dan tablet berisi aplikasi Kipin Remote.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Tidak hanya pemerintah dan para pegiat literasi saja, Pendidikan.id juga mendukung penuh Gerakan Literasi Sekolah. Pendidikan.id menyediakan ribuan buku pelajaran dan ratusan komik literasi dalam satu platform bernama <a href=\"https:\/\/kipin.id\/web\/kipin-atm\/\">KIPIN ATM<\/a>. Tujuannya, agar para siswa bisa mengakses buku dan komik-komik tersebut dengan mudah. Siswa tidak perlu membeli, atau mencarinya terlebih dahulu ke toko buku. Cukup dengan mengunduh buku dan komik dari KIPIN ATM ke smartphone secara gratis, tanpa pulsa atau pun kuota internet. Buku dan komik yang sudah diunduh bisa digunakan kapan saja melalui smartphone, juga tanpa pulsa atau kuota internet.<\/p>\n<p>Komik-komik literasi yang diterbitkan Pendidikan.id dikemas lucu dan menarik. Bukan sekedar cerita-cerita yang menghibur untuk mengisi waktu senggang, komik literasi justru kaya akan unsur edukasi. Ada komik yang bertema pengetahuan alam, pengetahuan umum, sejarah, kesehatan hingga edukasi moral. Komik yang juga dikemas dalam bentuk digital ini gratis, sehingga anak-anak di seluruh Indonesia kapan saja bisa mengaksesnya. Sehingga anak-anak bisa memperbanyak kegiatan membaca sejak dini, dimulai dari komik-komik yang edukatif.<\/p>\n<p>\u201cJika semua orang khususnya anak-anak bisa mendapatkan banyak buku dengan gratis dan mudah, maka saya yakin minat baca mereka akan semakin bertambah. Dampaknya dengan rajin membaca, artinya akan menambah wawasan dan menciptakan pola pikir yang terbuka pada anak-anak sejak dini,\u201d ungkap Satria pada Pendidikan.id, saat wawancara singkat tentang perjuangannya sebagai pegiat Gerakan Literasi Sekolah (Selasa, 31\/10\/2017). (wr\/ed: lia\/gz)<\/p>\n<p><em>pustaka: <a href=\"https:\/\/kipin.id\/web\/kipin-atm\/\">http:\/\/satriadharma.com\/<\/a><\/em><br \/>\n<em>gambar: <a href=\"https:\/\/news.okezone.com\/read\/2015\/03\/25\/65\/1124236\/anak-indonesia-paling-malas-baca-buku\">https:\/\/news.okezone.com\/read\/2015\/03\/25\/65\/1124236\/anak-indonesia-paling-malas-baca-buku<\/a><br \/>\n<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berdasarkan statistik UNESCO pada 2012 indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya setiap 1.000 orang Indonesia, hanya ada satu orang yang punya minat membaca. Dari semua negara-negara di ASEAN, Indonesia juga tercatat sebagai negara dengan minat baca terendah. Data ini dipaparkan oleh Satria Dharma, sosok penting dibalik terciptanya Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Satria [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2564,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[461,260,443,191,79,85,308,365,363,364,368,43,444,436,195,190,141,439,437,440,467,442,438,435,441,445],"class_list":{"0":"post-2567","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-tokoh","8":"tag-atm-pendidikan","9":"tag-bacaan-literasi","10":"tag-budaya-membaca-siswa","11":"tag-buku-literasi","12":"tag-buku-sekolah-digital","13":"tag-buku-sekolah-elektronik","14":"tag-buku-sekolah-gratis","15":"tag-gerakan-literasi","16":"tag-gerakan-literasi-sekolah","17":"tag-gls","18":"tag-hari-kirim-buku-gratis","19":"tag-ikatan-guru-indonesia","20":"tag-jakarta-provinsi-literasi","21":"tag-ketua-igi","22":"tag-komik-edukasi","23":"tag-komik-literasi","24":"tag-komik-pendidikan","25":"tag-layanan-baca-masyarakat","26":"tag-minat-baca-masyarakat-indonesia","27":"tag-pegiat-literasi","28":"tag-pendidikan-indonesia","29":"tag-permendiknas-no-21-th-2015","30":"tag-perpustakaan-keliling","31":"tag-satria-dharma","32":"tag-surabaya-kota-literasi","33":"tag-taman-bacaan-masyarakat"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pegiat Gerakan Literasi Sekolah, Satria Dharma dan Perjuangannya Selamatkan Minat Baca Siswa Indonesia - Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berdasarkan statistik UNESCO pada 2012 indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya setiap 1.000 orang Indonesia, hanya ada satu orang yang\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pegiat-gerakan-literasi-sekolah-satria-dharma-dan-perjuangannya-selamatkan-minat-baca-siswa-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pegiat Gerakan Literasi Sekolah, Satria Dharma dan Perjuangannya Selamatkan Minat Baca Siswa Indonesia - Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berdasarkan statistik UNESCO pada 2012 indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya setiap 1.000 orang Indonesia, hanya ada satu orang yang\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pegiat-gerakan-literasi-sekolah-satria-dharma-dan-perjuangannya-selamatkan-minat-baca-siswa-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/pages\/Pendidikanid\/1524456337833503\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-11-08T04:23:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-11-08T04:34:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/satria-dharma.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"pendidikan.id\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@pendidikandotid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@pendidikandotid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"pendidikan.id\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pegiat-gerakan-literasi-sekolah-satria-dharma-dan-perjuangannya-selamatkan-minat-baca-siswa-indonesia\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pegiat-gerakan-literasi-sekolah-satria-dharma-dan-perjuangannya-selamatkan-minat-baca-siswa-indonesia\/\"},\"author\":{\"name\":\"pendidikan.id\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/person\/4da4887b99bf2baaf339106aaf793f81\"},\"headline\":\"Pegiat Gerakan Literasi Sekolah, Satria Dharma dan Perjuangannya Selamatkan Minat Baca Siswa Indonesia\",\"datePublished\":\"2017-11-08T04:23:53+00:00\",\"dateModified\":\"2018-11-08T04:34:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pegiat-gerakan-literasi-sekolah-satria-dharma-dan-perjuangannya-selamatkan-minat-baca-siswa-indonesia\/\"},\"wordCount\":731,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pegiat-gerakan-literasi-sekolah-satria-dharma-dan-perjuangannya-selamatkan-minat-baca-siswa-indonesia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/satria-dharma.jpg\",\"keywords\":[\"ATM pendidikan\",\"bacaan literasi\",\"budaya membaca siswa\",\"buku literasi\",\"buku sekolah digital\",\"buku sekolah elektronik\",\"buku sekolah gratis\",\"gerakan literasi\",\"gerakan literasi sekolah\",\"gls\",\"hari kirim buku gratis\",\"ikatan guru indonesia\",\"jakarta provinsi literasi\",\"ketua IGI\",\"komik edukasi\",\"komik literasi\",\"komik pendidikan\",\"layanan baca masyarakat\",\"minat baca masyarakat indonesia\",\"pegiat literasi\",\"pendidikan indonesia\",\"Permendiknas no. 21 th. 2015\",\"perpustakaan keliling\",\"satria dharma\",\"surabaya kota literasi\",\"taman bacaan masyarakat\"],\"articleSection\":[\"Tokoh\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pegiat-gerakan-literasi-sekolah-satria-dharma-dan-perjuangannya-selamatkan-minat-baca-siswa-indonesia\/\",\"url\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pegiat-gerakan-literasi-sekolah-satria-dharma-dan-perjuangannya-selamatkan-minat-baca-siswa-indonesia\/\",\"name\":\"Pegiat Gerakan Literasi Sekolah, Satria Dharma dan Perjuangannya Selamatkan Minat Baca Siswa Indonesia - Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pegiat-gerakan-literasi-sekolah-satria-dharma-dan-perjuangannya-selamatkan-minat-baca-siswa-indonesia\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pegiat-gerakan-literasi-sekolah-satria-dharma-dan-perjuangannya-selamatkan-minat-baca-siswa-indonesia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/satria-dharma.jpg\",\"datePublished\":\"2017-11-08T04:23:53+00:00\",\"dateModified\":\"2018-11-08T04:34:31+00:00\",\"description\":\"Berdasarkan statistik UNESCO pada 2012 indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya setiap 1.000 orang Indonesia, hanya ada satu orang yang\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pegiat-gerakan-literasi-sekolah-satria-dharma-dan-perjuangannya-selamatkan-minat-baca-siswa-indonesia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pegiat-gerakan-literasi-sekolah-satria-dharma-dan-perjuangannya-selamatkan-minat-baca-siswa-indonesia\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pegiat-gerakan-literasi-sekolah-satria-dharma-dan-perjuangannya-selamatkan-minat-baca-siswa-indonesia\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/satria-dharma.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/satria-dharma.jpg\",\"width\":1000,\"height\":400,\"caption\":\"Satria Dharma, pegiat Gerakan Literasi Sekolah (GLS) bersama istri.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pegiat-gerakan-literasi-sekolah-satria-dharma-dan-perjuangannya-selamatkan-minat-baca-siswa-indonesia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pegiat Gerakan Literasi Sekolah, Satria Dharma dan Perjuangannya Selamatkan Minat Baca Siswa Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/\",\"name\":\"Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital\",\"description\":\"Berita perkembangan pendidikan Indonesia dan teknologi digital\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#organization\",\"name\":\"Pendidikan.id\",\"url\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/PID-logobawah-color-500.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/PID-logobawah-color-500.png\",\"width\":500,\"height\":549,\"caption\":\"Pendidikan.id\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/pages\/Pendidikanid\/1524456337833503\",\"https:\/\/x.com\/pendidikandotid\",\"https:\/\/www.instagram.com\/pendidikandotid\",\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UC9x2I5HjtxyzAuxb1m3Jtfg\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/person\/4da4887b99bf2baaf339106aaf793f81\",\"name\":\"pendidikan.id\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51958564e59cddfce5cd5aa19c957a0dd025c4615e126c1244d92b382e72fbbf?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51958564e59cddfce5cd5aa19c957a0dd025c4615e126c1244d92b382e72fbbf?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"pendidikan.id\"},\"url\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/author\/pendidikan-id\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pegiat Gerakan Literasi Sekolah, Satria Dharma dan Perjuangannya Selamatkan Minat Baca Siswa Indonesia - Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital","description":"Berdasarkan statistik UNESCO pada 2012 indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya setiap 1.000 orang Indonesia, hanya ada satu orang yang","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pegiat-gerakan-literasi-sekolah-satria-dharma-dan-perjuangannya-selamatkan-minat-baca-siswa-indonesia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pegiat Gerakan Literasi Sekolah, Satria Dharma dan Perjuangannya Selamatkan Minat Baca Siswa Indonesia - Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital","og_description":"Berdasarkan statistik UNESCO pada 2012 indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya setiap 1.000 orang Indonesia, hanya ada satu orang yang","og_url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pegiat-gerakan-literasi-sekolah-satria-dharma-dan-perjuangannya-selamatkan-minat-baca-siswa-indonesia\/","og_site_name":"Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/pages\/Pendidikanid\/1524456337833503","article_published_time":"2017-11-08T04:23:53+00:00","article_modified_time":"2018-11-08T04:34:31+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":400,"url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/satria-dharma.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"pendidikan.id","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@pendidikandotid","twitter_site":"@pendidikandotid","twitter_misc":{"Written by":"pendidikan.id","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pegiat-gerakan-literasi-sekolah-satria-dharma-dan-perjuangannya-selamatkan-minat-baca-siswa-indonesia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pegiat-gerakan-literasi-sekolah-satria-dharma-dan-perjuangannya-selamatkan-minat-baca-siswa-indonesia\/"},"author":{"name":"pendidikan.id","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/person\/4da4887b99bf2baaf339106aaf793f81"},"headline":"Pegiat Gerakan Literasi Sekolah, Satria Dharma dan Perjuangannya Selamatkan Minat Baca Siswa Indonesia","datePublished":"2017-11-08T04:23:53+00:00","dateModified":"2018-11-08T04:34:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pegiat-gerakan-literasi-sekolah-satria-dharma-dan-perjuangannya-selamatkan-minat-baca-siswa-indonesia\/"},"wordCount":731,"publisher":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pegiat-gerakan-literasi-sekolah-satria-dharma-dan-perjuangannya-selamatkan-minat-baca-siswa-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/satria-dharma.jpg","keywords":["ATM pendidikan","bacaan literasi","budaya membaca siswa","buku literasi","buku sekolah digital","buku sekolah elektronik","buku sekolah gratis","gerakan literasi","gerakan literasi sekolah","gls","hari kirim buku gratis","ikatan guru indonesia","jakarta provinsi literasi","ketua IGI","komik edukasi","komik literasi","komik pendidikan","layanan baca masyarakat","minat baca masyarakat indonesia","pegiat literasi","pendidikan indonesia","Permendiknas no. 21 th. 2015","perpustakaan keliling","satria dharma","surabaya kota literasi","taman bacaan masyarakat"],"articleSection":["Tokoh"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pegiat-gerakan-literasi-sekolah-satria-dharma-dan-perjuangannya-selamatkan-minat-baca-siswa-indonesia\/","url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pegiat-gerakan-literasi-sekolah-satria-dharma-dan-perjuangannya-selamatkan-minat-baca-siswa-indonesia\/","name":"Pegiat Gerakan Literasi Sekolah, Satria Dharma dan Perjuangannya Selamatkan Minat Baca Siswa Indonesia - Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pegiat-gerakan-literasi-sekolah-satria-dharma-dan-perjuangannya-selamatkan-minat-baca-siswa-indonesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pegiat-gerakan-literasi-sekolah-satria-dharma-dan-perjuangannya-selamatkan-minat-baca-siswa-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/satria-dharma.jpg","datePublished":"2017-11-08T04:23:53+00:00","dateModified":"2018-11-08T04:34:31+00:00","description":"Berdasarkan statistik UNESCO pada 2012 indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya setiap 1.000 orang Indonesia, hanya ada satu orang yang","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pegiat-gerakan-literasi-sekolah-satria-dharma-dan-perjuangannya-selamatkan-minat-baca-siswa-indonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pendidikan.id\/news\/pegiat-gerakan-literasi-sekolah-satria-dharma-dan-perjuangannya-selamatkan-minat-baca-siswa-indonesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pegiat-gerakan-literasi-sekolah-satria-dharma-dan-perjuangannya-selamatkan-minat-baca-siswa-indonesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/satria-dharma.jpg","contentUrl":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/satria-dharma.jpg","width":1000,"height":400,"caption":"Satria Dharma, pegiat Gerakan Literasi Sekolah (GLS) bersama istri."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pegiat-gerakan-literasi-sekolah-satria-dharma-dan-perjuangannya-selamatkan-minat-baca-siswa-indonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pegiat Gerakan Literasi Sekolah, Satria Dharma dan Perjuangannya Selamatkan Minat Baca Siswa Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#website","url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/","name":"Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital","description":"Berita perkembangan pendidikan Indonesia dan teknologi digital","publisher":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#organization","name":"Pendidikan.id","url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/PID-logobawah-color-500.png","contentUrl":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/PID-logobawah-color-500.png","width":500,"height":549,"caption":"Pendidikan.id"},"image":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/pages\/Pendidikanid\/1524456337833503","https:\/\/x.com\/pendidikandotid","https:\/\/www.instagram.com\/pendidikandotid","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UC9x2I5HjtxyzAuxb1m3Jtfg"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/person\/4da4887b99bf2baaf339106aaf793f81","name":"pendidikan.id","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51958564e59cddfce5cd5aa19c957a0dd025c4615e126c1244d92b382e72fbbf?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51958564e59cddfce5cd5aa19c957a0dd025c4615e126c1244d92b382e72fbbf?s=96&d=mm&r=g","caption":"pendidikan.id"},"url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/author\/pendidikan-id\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2567","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2567"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2567\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3336,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2567\/revisions\/3336"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2564"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2567"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2567"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2567"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}