{"id":3712,"date":"2019-03-26T02:27:18","date_gmt":"2019-03-26T02:27:18","guid":{"rendered":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/?p=3712"},"modified":"2019-03-26T02:27:18","modified_gmt":"2019-03-26T02:27:18","slug":"belajar-sejarah-melalui-komik-kenapa-tidak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/belajar-sejarah-melalui-komik-kenapa-tidak\/","title":{"rendered":"Belajar Sejarah Melalui Komik? Kenapa Tidak!"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_3713\" aria-describedby=\"caption-attachment-3713\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><a href=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/IMG_9873-resize.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-3713\" src=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/IMG_9873-resize-300x200.jpg\" alt=\"tari remo budaya indonesia jiwa nasionalisme\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/IMG_9873-resize-300x200.jpg 300w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/IMG_9873-resize-768x512.jpg 768w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/IMG_9873-resize-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/IMG_9873-resize.jpg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-3713\" class=\"wp-caption-text\">Mencintai tarian tradisional sebagai budaya Indonesia merupakan salah satu ungkapan jiwa nasionalisme.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Tentu saja, karena dengan menghargai para pahlawannya, akan timbul rasa cinta dan nasionalisme masyarakat kepada negara. Rasa nasionalisme yang tinggi akan memacu tiap individu untuk ikut berkontribusi memajukan negara. Oleh karena itu, rasa nasionalisme perlu untuk ditanamkan sejak dini pada diri anak-anak. Sekolah selalu mengajarkan lagu kebangsaan dan nilai-nilai pancasila sejak pada pendidikan paling dasar yakni taman kanak-kanak. Namun, dihujani pelajaran dari sekolah saja tidaklah cukup. Anak perlu mengetahui lebih dalam mengenai negaranya, sebelum ia memutuskan untuk mencintainya.<\/p>\n<p>Seperti peribahasa \u2018tak kenal maka tak sayang,\u2019 anak juga perlu mengenal lebih banyak tentang sejarah Bangsa Indonesia. Bagaimana perjuangan Indonesia dalam merebut kemerdekaan dan siapa saja pahlawan yang turut bertaruh nyawa di dalamnya. Setelah membaca, akan tumbuh rasa kagum dan bangga dalam diri anak-anak terhadap perjuangan pahlawannya. Rasa kagum dan bangga jika dipupuk dengan baik, akan tumbuh menjadi rasa nasionalisme yang kuat. Sayangnya, belum banyak buku-buku sejarah yang dikemas menarik. Sebagian besar masih berbentuk buku tebal penuh teks, dengan bahasa yang cukup sulit dimengerti dan cenderung membosankan. Bahkan bagi siswa, buku-buku itu seperti momok!<\/p>\n<figure id=\"attachment_3716\" aria-describedby=\"caption-attachment-3716\" style=\"width: 225px\" class=\"wp-caption alignright\"><a href=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/cut-nyak-dien.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-3716\" src=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/cut-nyak-dien-225x300.png\" alt=\"buku sejarah cut nyak dien, komik sejarah\" width=\"225\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/cut-nyak-dien-225x300.png 225w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/cut-nyak-dien.png 600w\" sizes=\"auto, (max-width: 225px) 100vw, 225px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-3716\" class=\"wp-caption-text\">Tampilan beberapa halaman isi komik sejarah &#8216;Pahlawan Wanita Pemberani, yang menceritakan kisah perjuangan pahlawan Cut Nyak Dien.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Namun, tak selamanya buku-buku sejarah akan menjadi momok! Pendidikan.id kini menerbitkan buku-buku sejarah yang dikemas menarik dalam bentuk komik. Tiap komik mengangkat kisah satu per-satu pahlawan Indonesia yang pernah memperjuangkan kemerdekaan. Cerita dibuat lebih singkat namun padat, dengan bahasa yang ringan namun tetap baku. Perpaduan ini membuat komik sejarah yang diterbitkan oleh Pendidikan.id cocok dibaca anak segala usia, mulai dari usia SD hingga SMA. Tidak terlalu berat bagi anak usia SD, dan tidak terlalu membosankan bagi anak usia SMA.<\/p>\n<p>Beberapa contoh judul yang telah terbit yakni Pejuang Emansipasi Wanita (kisah R.A. Kartini), Pahlawan Pendidikan (kisah Ki Hadjar Dewantara) dan Pahlawan Wanita Pemberani (kisah Cut Nyak Dien). Alur cerita dan segala aspek informasinya disesuaikan dengan cerita sejarah yang sesungguhnya. Bahkan untuk menjaga kualitas unsur edukasinya, Pendidikan.id bekerjasama dengan berbagai sumber yang berpotensi di bidangnya. Guru sejarah, MGMP SMA Sejarah dan beberapa sumber lainnya selalu menjadi final editor komik, sehingga kredibilitas komik tetap terjamin meski sudah dimodifikasi, disingkat atau diilustrasikan dengan gambar.<\/p>\n<p>Setelah mengenal dengan baik perjuangan para pahlawan bangsa, dapat muncul rasa kagum dan bangga pada diri individu yang akan membuatnya ingin meneruskan perjuangan. Tidak hanya itu, memahami identitas bangsa juga dapat mendorong setiap orang untuk membentuk karakter diri yang sesuai dengan karakter bangsanya. Karena bagaimanapun juga, setiap individu masyarakat lahir dari tanah air dan nenek moyang yang sama. Sejarah merupakan cikal bakal, identitas dan karakter bangsa yang harus dihargai serta diteruskan perjuangannya. (wr: lia)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Tentu saja, karena dengan menghargai para pahlawannya, akan timbul rasa cinta dan nasionalisme masyarakat kepada negara. Rasa nasionalisme yang tinggi akan memacu tiap individu untuk ikut berkontribusi memajukan negara. Oleh karena itu, rasa nasionalisme perlu untuk ditanamkan sejak dini pada diri anak-anak. Sekolah selalu mengajarkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3715,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[189],"tags":[1530,1529,1531,1534,1538,1535,1541,1542,195,190,141,446,1528,1539,1540,1537,1533,1536,467,1532],"class_list":{"0":"post-3712","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-komik-pendidikan","8":"tag-buku-sejarah","9":"tag-cerita-pahlawan","10":"tag-cerita-sejarah","11":"tag-cut-nyak-dien","12":"tag-jiwa-nasionalisme","13":"tag-kisah-cut-nyak-dien","14":"tag-kisah-kartini","15":"tag-kisah-ki-hadjar-dewantara","16":"tag-komik-edukasi","17":"tag-komik-literasi","18":"tag-komik-pendidikan","19":"tag-komik-pengetahuan","20":"tag-komik-sejarah","21":"tag-memupuk-jiwa-nasionalisme","22":"tag-menumbuhkan-jiwa-nasionalisme","23":"tag-pahlawan-aceh","24":"tag-pahlawan-indonesia","25":"tag-pahlawan-wanita","26":"tag-pendidikan-indonesia","27":"tag-sejarah-kemerdekaan-indonesia"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Belajar Sejarah Melalui Komik? Kenapa Tidak! - Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Tentu saja, karena dengan menghargai para pahlawannya, akan timbul rasa cinta dan\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/belajar-sejarah-melalui-komik-kenapa-tidak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Belajar Sejarah Melalui Komik? Kenapa Tidak! - Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Tentu saja, karena dengan menghargai para pahlawannya, akan timbul rasa cinta dan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/belajar-sejarah-melalui-komik-kenapa-tidak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/pages\/Pendidikanid\/1524456337833503\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-03-26T02:27:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/komik-sejarah-1024x431.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"431\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"pendidikan.id\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@pendidikandotid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@pendidikandotid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"pendidikan.id\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/belajar-sejarah-melalui-komik-kenapa-tidak\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/belajar-sejarah-melalui-komik-kenapa-tidak\/\"},\"author\":{\"name\":\"pendidikan.id\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/person\/4da4887b99bf2baaf339106aaf793f81\"},\"headline\":\"Belajar Sejarah Melalui Komik? Kenapa Tidak!\",\"datePublished\":\"2019-03-26T02:27:18+00:00\",\"dateModified\":\"2019-03-26T02:27:18+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/belajar-sejarah-melalui-komik-kenapa-tidak\/\"},\"wordCount\":469,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/belajar-sejarah-melalui-komik-kenapa-tidak\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/komik-sejarah.png\",\"keywords\":[\"buku sejarah\",\"cerita pahlawan\",\"cerita sejarah\",\"cut nyak dien\",\"jiwa nasionalisme\",\"kisah cut nyak dien\",\"kisah kartini\",\"kisah ki hadjar dewantara\",\"komik edukasi\",\"komik literasi\",\"komik pendidikan\",\"komik pengetahuan\",\"komik sejarah\",\"memupuk jiwa nasionalisme\",\"menumbuhkan jiwa nasionalisme\",\"pahlawan aceh\",\"pahlawan indonesia\",\"pahlawan wanita\",\"pendidikan indonesia\",\"sejarah kemerdekaan indonesia\"],\"articleSection\":[\"Komik Pendidikan\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/belajar-sejarah-melalui-komik-kenapa-tidak\/\",\"url\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/belajar-sejarah-melalui-komik-kenapa-tidak\/\",\"name\":\"Belajar Sejarah Melalui Komik? Kenapa Tidak! - Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/belajar-sejarah-melalui-komik-kenapa-tidak\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/belajar-sejarah-melalui-komik-kenapa-tidak\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/komik-sejarah.png\",\"datePublished\":\"2019-03-26T02:27:18+00:00\",\"dateModified\":\"2019-03-26T02:27:18+00:00\",\"description\":\"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Tentu saja, karena dengan menghargai para pahlawannya, akan timbul rasa cinta dan\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/belajar-sejarah-melalui-komik-kenapa-tidak\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/belajar-sejarah-melalui-komik-kenapa-tidak\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/belajar-sejarah-melalui-komik-kenapa-tidak\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/komik-sejarah.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/komik-sejarah.png\",\"width\":1900,\"height\":800,\"caption\":\"jiwa nasionalisme komik sejarah jiwa patriot masyarakat cinta tanah air\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/belajar-sejarah-melalui-komik-kenapa-tidak\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Belajar Sejarah Melalui Komik? Kenapa Tidak!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/\",\"name\":\"Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital\",\"description\":\"Berita perkembangan pendidikan Indonesia dan teknologi digital\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#organization\",\"name\":\"Pendidikan.id\",\"url\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/PID-logobawah-color-500.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/PID-logobawah-color-500.png\",\"width\":500,\"height\":549,\"caption\":\"Pendidikan.id\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/pages\/Pendidikanid\/1524456337833503\",\"https:\/\/x.com\/pendidikandotid\",\"https:\/\/www.instagram.com\/pendidikandotid\",\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UC9x2I5HjtxyzAuxb1m3Jtfg\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/person\/4da4887b99bf2baaf339106aaf793f81\",\"name\":\"pendidikan.id\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51958564e59cddfce5cd5aa19c957a0dd025c4615e126c1244d92b382e72fbbf?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51958564e59cddfce5cd5aa19c957a0dd025c4615e126c1244d92b382e72fbbf?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"pendidikan.id\"},\"url\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/author\/pendidikan-id\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Belajar Sejarah Melalui Komik? Kenapa Tidak! - Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital","description":"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Tentu saja, karena dengan menghargai para pahlawannya, akan timbul rasa cinta dan","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/belajar-sejarah-melalui-komik-kenapa-tidak\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Belajar Sejarah Melalui Komik? Kenapa Tidak! - Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital","og_description":"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Tentu saja, karena dengan menghargai para pahlawannya, akan timbul rasa cinta dan","og_url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/belajar-sejarah-melalui-komik-kenapa-tidak\/","og_site_name":"Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/pages\/Pendidikanid\/1524456337833503","article_published_time":"2019-03-26T02:27:18+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":431,"url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/komik-sejarah-1024x431.png","type":"image\/png"}],"author":"pendidikan.id","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@pendidikandotid","twitter_site":"@pendidikandotid","twitter_misc":{"Written by":"pendidikan.id","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/belajar-sejarah-melalui-komik-kenapa-tidak\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/belajar-sejarah-melalui-komik-kenapa-tidak\/"},"author":{"name":"pendidikan.id","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/person\/4da4887b99bf2baaf339106aaf793f81"},"headline":"Belajar Sejarah Melalui Komik? Kenapa Tidak!","datePublished":"2019-03-26T02:27:18+00:00","dateModified":"2019-03-26T02:27:18+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/belajar-sejarah-melalui-komik-kenapa-tidak\/"},"wordCount":469,"publisher":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/belajar-sejarah-melalui-komik-kenapa-tidak\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/komik-sejarah.png","keywords":["buku sejarah","cerita pahlawan","cerita sejarah","cut nyak dien","jiwa nasionalisme","kisah cut nyak dien","kisah kartini","kisah ki hadjar dewantara","komik edukasi","komik literasi","komik pendidikan","komik pengetahuan","komik sejarah","memupuk jiwa nasionalisme","menumbuhkan jiwa nasionalisme","pahlawan aceh","pahlawan indonesia","pahlawan wanita","pendidikan indonesia","sejarah kemerdekaan indonesia"],"articleSection":["Komik Pendidikan"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/belajar-sejarah-melalui-komik-kenapa-tidak\/","url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/belajar-sejarah-melalui-komik-kenapa-tidak\/","name":"Belajar Sejarah Melalui Komik? Kenapa Tidak! - Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/belajar-sejarah-melalui-komik-kenapa-tidak\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/belajar-sejarah-melalui-komik-kenapa-tidak\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/komik-sejarah.png","datePublished":"2019-03-26T02:27:18+00:00","dateModified":"2019-03-26T02:27:18+00:00","description":"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Tentu saja, karena dengan menghargai para pahlawannya, akan timbul rasa cinta dan","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/belajar-sejarah-melalui-komik-kenapa-tidak\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pendidikan.id\/news\/belajar-sejarah-melalui-komik-kenapa-tidak\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/belajar-sejarah-melalui-komik-kenapa-tidak\/#primaryimage","url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/komik-sejarah.png","contentUrl":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/komik-sejarah.png","width":1900,"height":800,"caption":"jiwa nasionalisme komik sejarah jiwa patriot masyarakat cinta tanah air"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/belajar-sejarah-melalui-komik-kenapa-tidak\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Belajar Sejarah Melalui Komik? Kenapa Tidak!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#website","url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/","name":"Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital","description":"Berita perkembangan pendidikan Indonesia dan teknologi digital","publisher":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#organization","name":"Pendidikan.id","url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/PID-logobawah-color-500.png","contentUrl":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/PID-logobawah-color-500.png","width":500,"height":549,"caption":"Pendidikan.id"},"image":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/pages\/Pendidikanid\/1524456337833503","https:\/\/x.com\/pendidikandotid","https:\/\/www.instagram.com\/pendidikandotid","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UC9x2I5HjtxyzAuxb1m3Jtfg"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/person\/4da4887b99bf2baaf339106aaf793f81","name":"pendidikan.id","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51958564e59cddfce5cd5aa19c957a0dd025c4615e126c1244d92b382e72fbbf?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51958564e59cddfce5cd5aa19c957a0dd025c4615e126c1244d92b382e72fbbf?s=96&d=mm&r=g","caption":"pendidikan.id"},"url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/author\/pendidikan-id\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3712","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3712"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3712\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3717,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3712\/revisions\/3717"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3715"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3712"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3712"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3712"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}