{"id":3874,"date":"2019-05-14T04:33:36","date_gmt":"2019-05-14T04:33:36","guid":{"rendered":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/?p=3874"},"modified":"2019-05-22T06:35:18","modified_gmt":"2019-05-22T06:35:18","slug":"kisah-pejuang-bahasa-warisan-nenek-moyang-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/kisah-pejuang-bahasa-warisan-nenek-moyang-indonesia\/","title":{"rendered":"Kisah Pejuang Bahasa Warisan Nenek Moyang Indonesia"},"content":{"rendered":"\n<p>Indonesia tengah tergerus arus globalisasi, puluhan juta masyarakat sibuk mempelajari bahasa asing dan mulai tak tertarik dengan bahasa sendiri. Bahkan seorang mahasiswa tingkat akhir saja, belum benar-benar bisa menemukan padanan kata yang tepat untuk menggambarkan kata yang dikenalnya dalam bahasa asing. Bebasnya informasi internasional yang masuk ke Indonesia, membuat masyarakat terutama generasi milenial kadang menjadi lebih akrab dengan bahasa asing. Lantas masih adakah orang-orang yang mencintai bahasa Indonesia? Adalah <strong>Slamet Samsoerizal<\/strong>, sosok pahlawan tanpa tanda jasa yang sedang berjuang merebut hati generasi milenial untuk tetap cinta berbahasa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"alignleft is-resized\"><a href=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Slamet-Samsoerizal-3.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Slamet-Samsoerizal-3-998x1024.jpeg\" alt=\"slamet samsoerizal tokoh guru berprestasi tingkat nasional\" class=\"wp-image-3880\" width=\"252\" height=\"258\" srcset=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Slamet-Samsoerizal-3-998x1024.jpeg 998w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Slamet-Samsoerizal-3-292x300.jpeg 292w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Slamet-Samsoerizal-3-768x788.jpeg 768w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Slamet-Samsoerizal-3.jpeg 1206w\" sizes=\"auto, (max-width: 252px) 100vw, 252px\" \/><\/a><figcaption>Slamet Samsoerizal saat menjadi pembicara di salah satu acara konferensi ilmiah.<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p style=\"text-align:left\">Slamet, lahir pada 10 Desember 1961, merupakan seorang guru Bahasa Indonesia sekaligus penulis di berbagai media dan narasumber pada berbagai forum ilmiah. Salah satu kegiatan rutin yang dilakukannya sejak 2019 hingga saat ini yaitu menjadi penulis skenario dan narasumber program TV edukasi \u201cPASTI BISA\u201d. Sepak terjangnya di dunia pendidikan berawal dari hobi membaca dan menulis sejak kecil, yang kemudian membuatnya masuk ke IKIP Jakarta Jurusan Bahasa Indonesia untuk memperdalam kemampuan bahasanya. Lulus pada tahun 1986, Slamet langsung berkarir menjadi seorang guru Bahasa Indonesia. Mulai dari sekolah keperawatan, sekolah tingkat SMP, SMA hingga perguruan tinggi, semua pernah disinggahinya sebagai tempat ia berbagi ilmu.<\/p>\n\n\n\n<p>Seakan tidak mau pasif, Slamet terus mengeksplorasi diri dengan menulis di samping tugas utamanya menjadi guru. Ia banyak menulis artikel pendidikan di berbagai jenis media, baik cetak maupun media daring. Sejak 1986 Slamet sudah aktif menulis buku-buku pelajaran, mulai dari buku pelajaran Bahasa Indonesia SMP dan SMA\/K, modul cetak dan daring pembelajaran SMP Terbuka, hingga buku materi kuliah bagi Mahasiswa Pendidikan Tenaga Kesehatan. Ia juga terlibat dalam pembuatan naskah audio dan video pembelajaran bahasa Indonesia. Tidak hanya memiliki karya yang bermanfaat bagi banyak pelajar Indonesia, Slamet juga meraih predikat juara satu pemenang Olimpiade Guru Nasional (OGN) tahun 2017.<\/p>\n\n\n\n<p>Berkat prestasi dan pengabdian Slamet pada dunia pendidikan, pada tahun 2018 ia berhasil dianugerahi Penghargaan Satyalancana oleh negara. Tepatnya pada 25 November 2018 di Jakarta, ia bersama dengan 22 guru berprestasi lainnya menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Presiden RI. Penghargaan Satyalancana sendiri adalah penghargaan tertinggi yang diberikan negara bagi guru-guru yang berprestasi di tingkat nasional. Tidak sembarang guru, penerima penghargaan ini memiliki beberapa kriteria antara lain: pernah menjuarai ajang lomba tingkat nasional; telah berdedikasi di bidang pendidikan minimal 10 tahun; dan lulus pemberkasan yang dilaksanakan mulai dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kepolisian RI hingga verifikasi dari Badan Intelijen Nasional.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"alignright is-resized\"><a href=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Slamet-Samsoerizal-2.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Slamet-Samsoerizal-2-1024x684.jpeg\" alt=\"guru berprestasi penghargaan satyalanana 2018 slamet samsoerizal\" class=\"wp-image-3878\" width=\"339\" height=\"226\" srcset=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Slamet-Samsoerizal-2-1024x684.jpeg 1024w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Slamet-Samsoerizal-2-300x200.jpeg 300w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Slamet-Samsoerizal-2-768x513.jpeg 768w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Slamet-Samsoerizal-2.jpeg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 339px) 100vw, 339px\" \/><\/a><figcaption>Slamet Samsoerizal saat menerima penghargaan Satyalancana 2018.<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Meski telah menjadi salah satu guru nomor satu di tingkat nasional, namun Slamet tidak cepat berpuas diri. Masih ada impian yang menunggunya di depan, yakni untuk memiliki banyak siswa dan pembaca setia yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara. Ia ingin ada banyak generasi milenial yang mencintai Indonesia sepenuh hati, termasuk bahasa dan budaya-budaya bangsa yang perlahan mulai terabaikan. Oleh karena itu, Slamet masih terus berusaha untuk menghasilkan karya bagi pendidikan. Salah satunya yaitu dengan bergabung bersama Pendidikan.id menjadi kontributor pembuat soal-soal latihan Bahasa Indonesia untuk website tryoutonline.id.<\/p>\n\n\n\n<p>Berkontribusi dalam membuat soal-soal latihan untuk website <a href=\"https:\/\/tryoutonline.id\/\">tryoutonline.id<\/a> menurutnya dapat menjadi salah satu cara ia mengajar siswa dari seluruh Indonesia. Ini karena selain televisi, internet merupakan media yang jangkauannya sangat luas. Bahkan internet kini juga sangat akrab dengan generasi milenial, terutama saat mereka sedang mencari segala jenis informasi. Melalui <a href=\"https:\/\/tryoutonline.id\/\">tryoutonline.id<\/a>, ia ingin mengubah citra negatif pelajaran Bahasa Indonesia yang selama ini dinilai sulit karena teks kutipan yang terlalu panjang. \u201cBenarkah soal-soal Bahasa Indonesia yang diujikan membuat siswa <em>bete<\/em>? Ataukah itu cuma alasan karena kita malas membaca? Silakan tengok betapa fakta tentang rendahnya budaya baca bangsa kita!\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Padahal, Bahasa Indonesia sebenarnya tidaklah sulit. Jika saja siswa lebih sering meluangkan waktu untuk membaca, maka teks kutipan yang panjang dalam soal-soal Bahasa Indonesia bukan lagi jadi masalah. Kegiatan menulis juga menjadi mudah karena sudah banyak wawasan yang ditampung dari hasil membaca. \u201cKuncinya adalah banyak membaca, banyak menulis dan yang paling penting mencintai bahasa Indonesia sebagai bahasa warisan nenek moyang kita dengan sepenuh ikhlas,\u201d tutup Slamet. (wr: lia)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia tengah tergerus arus globalisasi, puluhan juta masyarakat sibuk mempelajari bahasa asing dan mulai tak tertarik dengan bahasa sendiri. Bahkan seorang mahasiswa tingkat akhir saja, belum benar-benar bisa menemukan padanan kata yang tepat untuk menggambarkan kata yang dikenalnya dalam bahasa asing. Bebasnya informasi internasional yang masuk ke Indonesia, membuat masyarakat terutama generasi milenial kadang menjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3877,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[1704,1489,1692,1057,1264,241,1696,1695,1693,1705,128,872,871,1689,1694,467,1703,1702,1701,1690,1697,1699,1700,1698,1691,1280,594],"class_list":{"0":"post-3874","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-tokoh","8":"tag-acara-televisi-pasti-bisa","9":"tag-bank-soal","10":"tag-guru-bahasa-indonesia","11":"tag-guru-berprestasi-tingkat-nasional","12":"tag-guru-terbaik-tingkat-nasional","13":"tag-kumpulan-latihan-soal","14":"tag-mapel-bahasa-indonesia-sulit","15":"tag-mengapa-mapel-bahasa-indonesia-sangat-sulit","16":"tag-mengapa-pelajaran-bahasa-indonesia-sangat-susah","17":"tag-olimpiade-guru-nasional","18":"tag-pahlawan-tanpa-tanda-jasa","19":"tag-pejuang-gerakan-literasi","20":"tag-pejuang-literasi","21":"tag-pejuang-pendidikan","22":"tag-pelajaran-bahasa-indonesia-sulit","23":"tag-pendidikan-indonesia","24":"tag-penghargaan-guru-berprestasi","25":"tag-penghargaan-guru-terbaik-nasional","26":"tag-penghargaan-satyalancana","27":"tag-slamet-samsoerizal","28":"tag-tips-menulis","29":"tag-tips-menulis-artikel","30":"tag-tips-menulis-karya-ilmiah","31":"tag-tips-pintar-menulis-artikel","32":"tag-tokoh-guru-berprestasi","33":"tag-tokoh-pendidikan","34":"tag-tryout-online-gratis"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kisah Pejuang Bahasa Warisan Nenek Moyang Indonesia - Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Indonesia tengah tergerus arus globalisasi, puluhan juta masyarakat sibuk mempelajari bahasa asing dan mulai tak tertarik dengan bahasa sendiri. Bahkan\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/kisah-pejuang-bahasa-warisan-nenek-moyang-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kisah Pejuang Bahasa Warisan Nenek Moyang Indonesia - Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Indonesia tengah tergerus arus globalisasi, puluhan juta masyarakat sibuk mempelajari bahasa asing dan mulai tak tertarik dengan bahasa sendiri. Bahkan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/kisah-pejuang-bahasa-warisan-nenek-moyang-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/pages\/Pendidikanid\/1524456337833503\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-05-14T04:33:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-05-22T06:35:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Slamet-Samsoerizal.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"pendidikan.id\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@pendidikandotid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@pendidikandotid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"pendidikan.id\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/kisah-pejuang-bahasa-warisan-nenek-moyang-indonesia\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/kisah-pejuang-bahasa-warisan-nenek-moyang-indonesia\/\"},\"author\":{\"name\":\"pendidikan.id\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/person\/4da4887b99bf2baaf339106aaf793f81\"},\"headline\":\"Kisah Pejuang Bahasa Warisan Nenek Moyang Indonesia\",\"datePublished\":\"2019-05-14T04:33:36+00:00\",\"dateModified\":\"2019-05-22T06:35:18+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/kisah-pejuang-bahasa-warisan-nenek-moyang-indonesia\/\"},\"wordCount\":658,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/kisah-pejuang-bahasa-warisan-nenek-moyang-indonesia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Slamet-Samsoerizal.jpg\",\"keywords\":[\"acara televisi PASTI BISA\",\"bank soal\",\"guru bahasa indonesia\",\"guru berprestasi tingkat nasional\",\"guru terbaik tingkat nasional\",\"kumpulan latihan soal\",\"mapel bahasa indonesia sulit\",\"mengapa mapel bahasa indonesia sangat sulit\",\"mengapa pelajaran bahasa indonesia sangat susah\",\"olimpiade guru nasional\",\"pahlawan tanpa tanda jasa\",\"pejuang gerakan literasi\",\"pejuang literasi\",\"pejuang pendidikan\",\"pelajaran bahasa indonesia sulit\",\"pendidikan indonesia\",\"penghargaan guru berprestasi\",\"penghargaan guru terbaik nasional\",\"penghargaan satyalancana\",\"Slamet Samsoerizal\",\"tips menulis\",\"tips menulis artikel\",\"tips menulis karya ilmiah\",\"tips pintar menulis artikel\",\"tokoh guru berprestasi\",\"tokoh pendidikan\",\"tryout online gratis\"],\"articleSection\":[\"Tokoh\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/kisah-pejuang-bahasa-warisan-nenek-moyang-indonesia\/\",\"url\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/kisah-pejuang-bahasa-warisan-nenek-moyang-indonesia\/\",\"name\":\"Kisah Pejuang Bahasa Warisan Nenek Moyang Indonesia - Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/kisah-pejuang-bahasa-warisan-nenek-moyang-indonesia\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/kisah-pejuang-bahasa-warisan-nenek-moyang-indonesia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Slamet-Samsoerizal.jpg\",\"datePublished\":\"2019-05-14T04:33:36+00:00\",\"dateModified\":\"2019-05-22T06:35:18+00:00\",\"description\":\"Indonesia tengah tergerus arus globalisasi, puluhan juta masyarakat sibuk mempelajari bahasa asing dan mulai tak tertarik dengan bahasa sendiri. Bahkan\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/kisah-pejuang-bahasa-warisan-nenek-moyang-indonesia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/kisah-pejuang-bahasa-warisan-nenek-moyang-indonesia\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/kisah-pejuang-bahasa-warisan-nenek-moyang-indonesia\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Slamet-Samsoerizal.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Slamet-Samsoerizal.jpg\",\"width\":1280,\"height\":720,\"caption\":\"guru berprestasi nasional penghargaan satyalancana slamet samsoerizal, tokoh guru berprestasi\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/kisah-pejuang-bahasa-warisan-nenek-moyang-indonesia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kisah Pejuang Bahasa Warisan Nenek Moyang Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/\",\"name\":\"Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital\",\"description\":\"Berita perkembangan pendidikan Indonesia dan teknologi digital\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#organization\",\"name\":\"Pendidikan.id\",\"url\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/PID-logobawah-color-500.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/PID-logobawah-color-500.png\",\"width\":500,\"height\":549,\"caption\":\"Pendidikan.id\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/pages\/Pendidikanid\/1524456337833503\",\"https:\/\/x.com\/pendidikandotid\",\"https:\/\/www.instagram.com\/pendidikandotid\",\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UC9x2I5HjtxyzAuxb1m3Jtfg\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/person\/4da4887b99bf2baaf339106aaf793f81\",\"name\":\"pendidikan.id\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51958564e59cddfce5cd5aa19c957a0dd025c4615e126c1244d92b382e72fbbf?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51958564e59cddfce5cd5aa19c957a0dd025c4615e126c1244d92b382e72fbbf?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"pendidikan.id\"},\"url\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/author\/pendidikan-id\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kisah Pejuang Bahasa Warisan Nenek Moyang Indonesia - Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital","description":"Indonesia tengah tergerus arus globalisasi, puluhan juta masyarakat sibuk mempelajari bahasa asing dan mulai tak tertarik dengan bahasa sendiri. Bahkan","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/kisah-pejuang-bahasa-warisan-nenek-moyang-indonesia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kisah Pejuang Bahasa Warisan Nenek Moyang Indonesia - Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital","og_description":"Indonesia tengah tergerus arus globalisasi, puluhan juta masyarakat sibuk mempelajari bahasa asing dan mulai tak tertarik dengan bahasa sendiri. Bahkan","og_url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/kisah-pejuang-bahasa-warisan-nenek-moyang-indonesia\/","og_site_name":"Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/pages\/Pendidikanid\/1524456337833503","article_published_time":"2019-05-14T04:33:36+00:00","article_modified_time":"2019-05-22T06:35:18+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":720,"url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Slamet-Samsoerizal.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"pendidikan.id","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@pendidikandotid","twitter_site":"@pendidikandotid","twitter_misc":{"Written by":"pendidikan.id","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/kisah-pejuang-bahasa-warisan-nenek-moyang-indonesia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/kisah-pejuang-bahasa-warisan-nenek-moyang-indonesia\/"},"author":{"name":"pendidikan.id","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/person\/4da4887b99bf2baaf339106aaf793f81"},"headline":"Kisah Pejuang Bahasa Warisan Nenek Moyang Indonesia","datePublished":"2019-05-14T04:33:36+00:00","dateModified":"2019-05-22T06:35:18+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/kisah-pejuang-bahasa-warisan-nenek-moyang-indonesia\/"},"wordCount":658,"publisher":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/kisah-pejuang-bahasa-warisan-nenek-moyang-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Slamet-Samsoerizal.jpg","keywords":["acara televisi PASTI BISA","bank soal","guru bahasa indonesia","guru berprestasi tingkat nasional","guru terbaik tingkat nasional","kumpulan latihan soal","mapel bahasa indonesia sulit","mengapa mapel bahasa indonesia sangat sulit","mengapa pelajaran bahasa indonesia sangat susah","olimpiade guru nasional","pahlawan tanpa tanda jasa","pejuang gerakan literasi","pejuang literasi","pejuang pendidikan","pelajaran bahasa indonesia sulit","pendidikan indonesia","penghargaan guru berprestasi","penghargaan guru terbaik nasional","penghargaan satyalancana","Slamet Samsoerizal","tips menulis","tips menulis artikel","tips menulis karya ilmiah","tips pintar menulis artikel","tokoh guru berprestasi","tokoh pendidikan","tryout online gratis"],"articleSection":["Tokoh"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/kisah-pejuang-bahasa-warisan-nenek-moyang-indonesia\/","url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/kisah-pejuang-bahasa-warisan-nenek-moyang-indonesia\/","name":"Kisah Pejuang Bahasa Warisan Nenek Moyang Indonesia - Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/kisah-pejuang-bahasa-warisan-nenek-moyang-indonesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/kisah-pejuang-bahasa-warisan-nenek-moyang-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Slamet-Samsoerizal.jpg","datePublished":"2019-05-14T04:33:36+00:00","dateModified":"2019-05-22T06:35:18+00:00","description":"Indonesia tengah tergerus arus globalisasi, puluhan juta masyarakat sibuk mempelajari bahasa asing dan mulai tak tertarik dengan bahasa sendiri. Bahkan","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/kisah-pejuang-bahasa-warisan-nenek-moyang-indonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pendidikan.id\/news\/kisah-pejuang-bahasa-warisan-nenek-moyang-indonesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/kisah-pejuang-bahasa-warisan-nenek-moyang-indonesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Slamet-Samsoerizal.jpg","contentUrl":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Slamet-Samsoerizal.jpg","width":1280,"height":720,"caption":"guru berprestasi nasional penghargaan satyalancana slamet samsoerizal, tokoh guru berprestasi"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/kisah-pejuang-bahasa-warisan-nenek-moyang-indonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kisah Pejuang Bahasa Warisan Nenek Moyang Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#website","url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/","name":"Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital","description":"Berita perkembangan pendidikan Indonesia dan teknologi digital","publisher":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#organization","name":"Pendidikan.id","url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/PID-logobawah-color-500.png","contentUrl":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/PID-logobawah-color-500.png","width":500,"height":549,"caption":"Pendidikan.id"},"image":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/pages\/Pendidikanid\/1524456337833503","https:\/\/x.com\/pendidikandotid","https:\/\/www.instagram.com\/pendidikandotid","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UC9x2I5HjtxyzAuxb1m3Jtfg"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/person\/4da4887b99bf2baaf339106aaf793f81","name":"pendidikan.id","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51958564e59cddfce5cd5aa19c957a0dd025c4615e126c1244d92b382e72fbbf?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51958564e59cddfce5cd5aa19c957a0dd025c4615e126c1244d92b382e72fbbf?s=96&d=mm&r=g","caption":"pendidikan.id"},"url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/author\/pendidikan-id\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3874","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3874"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3874\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3898,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3874\/revisions\/3898"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3877"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3874"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3874"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3874"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}