{"id":7221,"date":"2024-09-24T06:00:00","date_gmt":"2024-09-23T23:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/?p=7221"},"modified":"2024-09-20T15:46:24","modified_gmt":"2024-09-20T08:46:24","slug":"memperbaiki-mata-rantai-yang-putus-dalam-pendidikan-di-indonesia-siklus-ketidaksetaraan-pendidikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memperbaiki-mata-rantai-yang-putus-dalam-pendidikan-di-indonesia-siklus-ketidaksetaraan-pendidikan\/","title":{"rendered":"Memperbaiki Mata Rantai yang Putus dalam Pendidikan di Indonesia &#8211; Siklus Ketidaksetaraan Pendidikan"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Kipin_Classroom_CSR_SDN_Salembaran_II_m.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Kipin_Classroom_CSR_SDN_Salembaran_II_m-1024x768.jpg\" alt=\"Solving Indonesia\u2019s Broken Links in Education - The Cycle for Educational Inequality\" class=\"wp-image-7215\" srcset=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Kipin_Classroom_CSR_SDN_Salembaran_II_m-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Kipin_Classroom_CSR_SDN_Salembaran_II_m-300x225.jpg 300w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Kipin_Classroom_CSR_SDN_Salembaran_II_m-768x576.jpg 768w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Kipin_Classroom_CSR_SDN_Salembaran_II_m-150x113.jpg 150w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Kipin_Classroom_CSR_SDN_Salembaran_II_m-696x522.jpg 696w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Kipin_Classroom_CSR_SDN_Salembaran_II_m-1068x801.jpg 1068w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Kipin_Classroom_CSR_SDN_Salembaran_II_m-192x144.jpg 192w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Kipin_Classroom_CSR_SDN_Salembaran_II_m.jpg 1152w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p>Pendidikan sering disebut sebagai penyetara yang hebat, namun di Indonesia, janji tersebut masih sulit dicapai bagi banyak siswa di daerah pedesaan. Sistem pendidikan di negara ini menghadapi tiga &#8220;mata rantai utama yang putus&#8221; yang menghalangi akses ke pendidikan berkualitas: akses internet yang tidak dapat diandalkan, keterbatasan sumber daya pendidikan berkualitas, dan daya beli yang rendah dari siswa di pedesaan. Ketiga mata rantai yang putus ini bukan masalah yang terpisah; mereka saling terkait dan memperkuat satu sama lain, menciptakan siklus ketidaksetaraan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Tiga Mata Rantai yang Putus<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong><em>Akses Internet yang Tidak Dapat Diandalkan<\/em><\/strong><br>Infrastruktur internet di Indonesia tetap menjadi tantangan yang sulit dipecahkan, terutama di daerah pedesaan. Sementara siswa di perkotaan dapat mengakses berbagai sumber daya pendidikan online, siswa pedesaan tertinggal karena konektivitas yang buruk atau tidak adanya akses internet sama sekali. Tanpa internet yang andal, alat dan konten digital terbaik pun tidak akan dapat diakses oleh jutaan anak.<br><\/li>\n\n\n\n<li><strong><em>Keterbatasan Sumber Daya Pendidikan Berkualitas<\/em><\/strong><br>Selain konektivitas internet yang buruk, ketersediaan konten pendidikan berkualitas juga menjadi penghalang yang signifikan. Bahkan jika siswa berhasil mengakses internet, sumber daya yang mereka temukan seringkali terfragmentasi, ketinggalan zaman, atau tidak relevan. Agar perusahaan edtech dapat memberikan dampak, diperlukan konten Pendidikan yang lengkap untuk semua mata pelajaran dan jenjang pendidikan.<br><\/li>\n\n\n\n<li><strong><em>Daya Beli yang Rendah<\/em><\/strong><br>Banyak keluarga di pedesaan yang kesulitan dengan pendapatan terbatas, sehingga sulit bagi siswa untuk membeli buku pelajaran, alat pembelajaran online, atau platform pendidikan berlangganan. Ketika perusahaan edtech menyediakan konten yang bagus namun siswa tidak mampu membayarnya, hal tersebut menjadi sia-sia.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Satu Mata Rantai yang Putus Dapat Menggagalkan Seluruh Sistem<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jika salah satu dari mata rantai ini terputus, seluruh sistem akan gagal. Bayangkan sebuah perusahaan edtech yang menawarkan konten kelas dunia, namun siswa pedesaan tidak dapat mengaksesnya karena internet yang buruk atau kurangnya dana. Solusi dari perusahaan tersebut, tidak peduli seberapa canggih, menjadi tidak berguna. Contoh lain: meskipun kontennya dibuat gratis, tanpa akses internet yang andal, siswa di daerah terpencil tetap terputus dari sumber pendidikan. Agar solusi yang komprehensif dapat berfungsi, semua mata rantai harus diperbaiki, dan semuanya harus terhubung dengan mulus.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Kipin_Pemerataan-Pendidikan_Siswa_Alam.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"750\" height=\"500\" src=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Kipin_Pemerataan-Pendidikan_Siswa_Alam.jpeg\" alt=\"Kipin merealisasikan pemerataan pendidikan\" class=\"wp-image-7216\" srcset=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Kipin_Pemerataan-Pendidikan_Siswa_Alam.jpeg 750w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Kipin_Pemerataan-Pendidikan_Siswa_Alam-300x200.jpeg 300w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Kipin_Pemerataan-Pendidikan_Siswa_Alam-150x100.jpeg 150w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Kipin_Pemerataan-Pendidikan_Siswa_Alam-696x464.jpeg 696w\" sizes=\"auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Kebutuhan akan Solusi &#8220;<em>All-in-One<\/em>&#8220;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Untuk menjembatani kesenjangan ini, Indonesia membutuhkan solusi &#8220;<em>all-in-one<\/em>&#8221; yang dapat mengatasi setiap mata rantai yang putus dalam rantai pendidikan. Solusi ini harus mampu mengatasi tantangan internet, menyediakan konten berkualitas sesuai kebutuhan, dan terjangkau\u2014idealnya gratis\u2014untuk siswa dari semua latar belakang. Di sinilah teknologi KIPIN hadir.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDi Kipin, misi kami adalah memastikan bahwa setiap siswa, tanpa memandang keterbatasan geografis atau finansial, memiliki akses ke pendidikan berkualitas. Kami percaya bahwa pendidikan adalah hak dasar, bukan sebuah privilese, dan platform kami dirancang untuk menghancurkan hambatan yang selama ini menghalangi jutaan siswa di pedesaan mencapai potensi maksimal mereka. Kipin lebih dari sekadar alat\u2014 melainkan sebuah gerakan menuju kesetaraan pendidikan bagi seluruh Indonesia.\u201d Kata Steffina Yuli, Chief Business Officer, Kipin Technology<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Kipin: Menghubungkan Mata Rantai<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kipin (Kios Pintar) muncul sebagai solusi &#8220;All-in-One&#8221; untuk mengatasi tantangan pendidikan di Indonesia. Tidak seperti kebanyakan perusahaan edtech, Kipin dapat menjangkau tempat-tempat yang tidak bisa dijangkau oleh yang lain, memastikan bahwa mata rantai penting dalam rantai pendidikan tetap utuh.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong><em>Tidak Membutuhkan Internet<\/em><\/strong><br>Kipin mengatasi hambatan konektivitas internet secara total. Kipin beroperasi di server offline, sehingga siswa dapat mengakses konten pendidikan tanpa memerlukan koneksi internet. Ini menjadikan Kipin sebagai solusi ideal untuk daerah pedesaan dengan akses internet yang terbatas atau tidak ada sama sekali.<br><\/li>\n\n\n\n<li><strong><em>Sumber Konten Pendidikan Melimpah<\/em><\/strong><br>Kipin menawarkan lebih dari 60.000 konten Pendidikan berkualitas, mencakup semua tingkat dari prasekolah hingga kelas 12 SMA. Siswa dapat mengakses buku pelajaran, video, tryout, dan materi interaktif lainnya yang semuanya tersedia secara offline. Kipin juga menyediakan smart books dengan fitur yang memungkinkan siswa menulis, mencatat, mewarnai, dan menambahkan multimedia seperti gambar.<br><\/li>\n\n\n\n<li><strong><em>Sepenuhnya Gratis<\/em><\/strong><br>Akses ke konten Kipin sepenuhnya gratis. Tidak ada biaya untuk buku, tidak perlu membayar akses internet, dan tidak ada biaya per pengguna. Dengan menawarkan semuanya tanpa biaya, Kipin menghilangkan hambatan finansial yang menghalangi banyak siswa pedesaan mendapatkan pendidikan berkualitas.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Laschool_Kipin_at_class.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Laschool_Kipin_at_class-1024x576.jpg\" alt=\"Digitalisasi Pembelajaran tanpa Internet\" class=\"wp-image-7217\" srcset=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Laschool_Kipin_at_class-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Laschool_Kipin_at_class-300x169.jpg 300w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Laschool_Kipin_at_class-768x432.jpg 768w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Laschool_Kipin_at_class-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Laschool_Kipin_at_class-2048x1152.jpg 2048w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Laschool_Kipin_at_class-150x84.jpg 150w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Laschool_Kipin_at_class-696x391.jpg 696w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Laschool_Kipin_at_class-1068x601.jpg 1068w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Laschool_Kipin_at_class-1920x1080.jpg 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Solusi Cerdas untuk Guru dan Siswa<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kipin tidak hanya menyediakan konten. Kipin juga menawarkan alat cerdas untuk guru, seperti sistem penilaian digital untuk ujian, kuis, dan tes. Platform PTO (Paperless Test Offline) Kipin memungkinkan sekolah untuk mengadakan ujian digital dengan penilaian otomatis yang didukung oleh AI\u2014menghilangkan kebutuhan untuk ujian berbasis kertas.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk siswa, Kipin menawarkan aplikasi asli untuk Android, iOS, dan Windows yang memungkinkan mereka mengakses platform kapan saja, di mana saja. Alat-alat ini memberi siswa kemampuan untuk membawa konten ke rumah, bekerja secara offline, dan tetap terlibat dalam pengalaman belajar yang interaktif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Kipin: Standar Baru dalam Pendidikan Digital<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kipin telah menjadi standar de facto untuk platform digital di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Inovasi 4-in-1 Kipin mengintegrasikan:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Konten pendidikan yang komprehensif<\/li>\n\n\n\n<li>Perangkat lunak mutakhir<\/li>\n\n\n\n<li>Solusi perangkat keras yang terintegrasi<\/li>\n\n\n\n<li>Aplikasi mobile asli<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Integrasi ini menciptakan platform pembelajaran mandiri offline yang dapat diakses di daerah-daerah paling terpencil. Dengan memperbaiki mata rantai pendidikan yang putus di Indonesia, Kipin bukan hanya platform, tetapi sebuah gerakan menuju kesetaraan digital.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Dampak yang Besar<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dampak yang telah Kipin buat dalam lima tahun terakhir sangat luar biasa. Lebih dari 140.000.000 e-book telah diunduh dari platform Kipin, secara gratis untuk siswa dan guru di seluruh negeri. Jika setiap buku dihargai hanya $7, ini mewakili penghematan lebih dari $1 miliar bagi masyarakat dan pemerintah\u2014kontribusi besar bagi infrastruktur pendidikan bangsa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Kesimpulan: Kipin sebagai Solusi untuk Kesenjangan Pendidikan di Indonesia<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/The-Race-to-Digital-Education.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"718\" src=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/The-Race-to-Digital-Education-1024x718.jpg\" alt=\"Perlombaan menuju digitalisai pendidikan ditengah kesenjangan\" class=\"wp-image-7218\" srcset=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/The-Race-to-Digital-Education-1024x718.jpg 1024w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/The-Race-to-Digital-Education-300x210.jpg 300w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/The-Race-to-Digital-Education-768x539.jpg 768w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/The-Race-to-Digital-Education-1536x1077.jpg 1536w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/The-Race-to-Digital-Education-150x105.jpg 150w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/The-Race-to-Digital-Education-696x488.jpg 696w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/The-Race-to-Digital-Education-1068x749.jpg 1068w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/The-Race-to-Digital-Education-1920x1347.jpg 1920w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/The-Race-to-Digital-Education.jpg 1992w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-element-caption\">Perlombaan menuju digitalisai pendidikan ditengah kesenjangan<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Sistem pendidikan Indonesia tidak dapat lagi mentolerir mata rantai yang putus. Di dunia di mana akses internet tidak dapat diandalkan, konten langka, dan siswa pedesaan mengalami kesulitan finansial, Kipin muncul sebagai solusi all-in-one. Dengan kemampuannya beroperasi tanpa internet, menyediakan konten berkualitas secara gratis, dan memberikan alat penting bagi siswa dan guru, Kipin memecahkan hambatan yang selama ini menghalangi siswa pedesaan mencapai potensi penuh mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam perjalanan menuju pendidikan digital, Kipin adalah kekuatan terdepan yang memastikan setiap siswa\u2014di mana pun mereka tinggal\u2014dapat mengakses pendidikan yang layak mereka dapatkan. Kipin bukan hanya alat, tetapi kunci untuk membuka masa depan pendidikan di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"text-decoration: underline;\">Kontak Kipin<\/span><br>Web : <a href=\"https:\/\/kipin.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">kipin.id<\/a><br>Email : <a href=\"mailto:info@kipin.id\">info@kipin.id<\/a><br>WA Chat : <a href=\"http:\/\/wa.me\/6281233601047\">wa.me\/6281233601047<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendidikan sering disebut sebagai penyetara yang hebat, namun di Indonesia, janji tersebut masih sulit dicapai bagi banyak siswa di daerah pedesaan. Sistem pendidikan di negara ini menghadapi tiga &#8220;mata rantai utama yang putus&#8221; yang menghalangi akses ke pendidikan berkualitas: akses internet yang tidak dapat diandalkan, keterbatasan sumber daya pendidikan berkualitas, dan daya beli yang rendah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7215,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5044],"tags":[4989,5015,1291,5156,467,429,5158,5160],"class_list":{"0":"post-7221","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-infrastruktur-edtech","8":"tag-digitalisasi-tanpa-internet","9":"tag-fasilitas-sekolah","10":"tag-kesenjangan-pendidikan","11":"tag-mata-rantai-pendidikan-yang-putus","12":"tag-pendidikan-indonesia","13":"tag-perpustakaan-digital","14":"tag-solusi-teknologi-pendidikan","15":"tag-terobosan-pendidikan"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Memperbaiki Mata Rantai yang Putus dalam Pendidikan di Indonesia - Siklus Ketidaksetaraan Pendidikan - Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pendidikan sering disebut sebagai penyetara yang hebat, namun di Indonesia, janji tersebut masih sulit dicapai bagi banyak siswa di daerah pedesaan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memperbaiki-mata-rantai-yang-putus-dalam-pendidikan-di-indonesia-siklus-ketidaksetaraan-pendidikan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Memperbaiki Mata Rantai yang Putus dalam Pendidikan di Indonesia - Siklus Ketidaksetaraan Pendidikan - Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pendidikan sering disebut sebagai penyetara yang hebat, namun di Indonesia, janji tersebut masih sulit dicapai bagi banyak siswa di daerah pedesaan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memperbaiki-mata-rantai-yang-putus-dalam-pendidikan-di-indonesia-siklus-ketidaksetaraan-pendidikan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/pages\/Pendidikanid\/1524456337833503\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-09-23T23:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-09-20T08:46:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Kipin_Classroom_CSR_SDN_Salembaran_II_m.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1152\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"864\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"pendidikan.id\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@pendidikandotid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@pendidikandotid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"pendidikan.id\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memperbaiki-mata-rantai-yang-putus-dalam-pendidikan-di-indonesia-siklus-ketidaksetaraan-pendidikan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memperbaiki-mata-rantai-yang-putus-dalam-pendidikan-di-indonesia-siklus-ketidaksetaraan-pendidikan\/\"},\"author\":{\"name\":\"pendidikan.id\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/person\/4da4887b99bf2baaf339106aaf793f81\"},\"headline\":\"Memperbaiki Mata Rantai yang Putus dalam Pendidikan di Indonesia &#8211; Siklus Ketidaksetaraan Pendidikan\",\"datePublished\":\"2024-09-23T23:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-09-20T08:46:24+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memperbaiki-mata-rantai-yang-putus-dalam-pendidikan-di-indonesia-siklus-ketidaksetaraan-pendidikan\/\"},\"wordCount\":1002,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memperbaiki-mata-rantai-yang-putus-dalam-pendidikan-di-indonesia-siklus-ketidaksetaraan-pendidikan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Kipin_Classroom_CSR_SDN_Salembaran_II_m.jpg\",\"keywords\":[\"Digitalisasi tanpa internet\",\"fasilitas sekolah\",\"kesenjangan pendidikan\",\"Mata Rantai Pendidikan yang Putus\",\"pendidikan indonesia\",\"perpustakaan digital\",\"Solusi Teknologi Pendidikan\",\"Terobosan Pendidikan\"],\"articleSection\":[\"Infrastruktur EdTech\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memperbaiki-mata-rantai-yang-putus-dalam-pendidikan-di-indonesia-siklus-ketidaksetaraan-pendidikan\/\",\"url\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memperbaiki-mata-rantai-yang-putus-dalam-pendidikan-di-indonesia-siklus-ketidaksetaraan-pendidikan\/\",\"name\":\"Memperbaiki Mata Rantai yang Putus dalam Pendidikan di Indonesia - Siklus Ketidaksetaraan Pendidikan - Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memperbaiki-mata-rantai-yang-putus-dalam-pendidikan-di-indonesia-siklus-ketidaksetaraan-pendidikan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memperbaiki-mata-rantai-yang-putus-dalam-pendidikan-di-indonesia-siklus-ketidaksetaraan-pendidikan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Kipin_Classroom_CSR_SDN_Salembaran_II_m.jpg\",\"datePublished\":\"2024-09-23T23:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-09-20T08:46:24+00:00\",\"description\":\"Pendidikan sering disebut sebagai penyetara yang hebat, namun di Indonesia, janji tersebut masih sulit dicapai bagi banyak siswa di daerah pedesaan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memperbaiki-mata-rantai-yang-putus-dalam-pendidikan-di-indonesia-siklus-ketidaksetaraan-pendidikan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memperbaiki-mata-rantai-yang-putus-dalam-pendidikan-di-indonesia-siklus-ketidaksetaraan-pendidikan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memperbaiki-mata-rantai-yang-putus-dalam-pendidikan-di-indonesia-siklus-ketidaksetaraan-pendidikan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Kipin_Classroom_CSR_SDN_Salembaran_II_m.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Kipin_Classroom_CSR_SDN_Salembaran_II_m.jpg\",\"width\":1152,\"height\":864,\"caption\":\"Solving Indonesia\u2019s Broken Links in Education - The Cycle for Educational Inequality\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memperbaiki-mata-rantai-yang-putus-dalam-pendidikan-di-indonesia-siklus-ketidaksetaraan-pendidikan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Memperbaiki Mata Rantai yang Putus dalam Pendidikan di Indonesia &#8211; Siklus Ketidaksetaraan Pendidikan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/\",\"name\":\"Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital\",\"description\":\"Berita perkembangan pendidikan Indonesia dan teknologi digital\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#organization\",\"name\":\"Pendidikan.id\",\"url\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/PID-logobawah-color-500.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/PID-logobawah-color-500.png\",\"width\":500,\"height\":549,\"caption\":\"Pendidikan.id\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/pages\/Pendidikanid\/1524456337833503\",\"https:\/\/x.com\/pendidikandotid\",\"https:\/\/www.instagram.com\/pendidikandotid\",\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UC9x2I5HjtxyzAuxb1m3Jtfg\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/person\/4da4887b99bf2baaf339106aaf793f81\",\"name\":\"pendidikan.id\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51958564e59cddfce5cd5aa19c957a0dd025c4615e126c1244d92b382e72fbbf?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51958564e59cddfce5cd5aa19c957a0dd025c4615e126c1244d92b382e72fbbf?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"pendidikan.id\"},\"url\":\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/author\/pendidikan-id\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Memperbaiki Mata Rantai yang Putus dalam Pendidikan di Indonesia - Siklus Ketidaksetaraan Pendidikan - Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital","description":"Pendidikan sering disebut sebagai penyetara yang hebat, namun di Indonesia, janji tersebut masih sulit dicapai bagi banyak siswa di daerah pedesaan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memperbaiki-mata-rantai-yang-putus-dalam-pendidikan-di-indonesia-siklus-ketidaksetaraan-pendidikan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Memperbaiki Mata Rantai yang Putus dalam Pendidikan di Indonesia - Siklus Ketidaksetaraan Pendidikan - Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital","og_description":"Pendidikan sering disebut sebagai penyetara yang hebat, namun di Indonesia, janji tersebut masih sulit dicapai bagi banyak siswa di daerah pedesaan.","og_url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memperbaiki-mata-rantai-yang-putus-dalam-pendidikan-di-indonesia-siklus-ketidaksetaraan-pendidikan\/","og_site_name":"Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/pages\/Pendidikanid\/1524456337833503","article_published_time":"2024-09-23T23:00:00+00:00","article_modified_time":"2024-09-20T08:46:24+00:00","og_image":[{"width":1152,"height":864,"url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Kipin_Classroom_CSR_SDN_Salembaran_II_m.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"pendidikan.id","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@pendidikandotid","twitter_site":"@pendidikandotid","twitter_misc":{"Written by":"pendidikan.id","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memperbaiki-mata-rantai-yang-putus-dalam-pendidikan-di-indonesia-siklus-ketidaksetaraan-pendidikan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memperbaiki-mata-rantai-yang-putus-dalam-pendidikan-di-indonesia-siklus-ketidaksetaraan-pendidikan\/"},"author":{"name":"pendidikan.id","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/person\/4da4887b99bf2baaf339106aaf793f81"},"headline":"Memperbaiki Mata Rantai yang Putus dalam Pendidikan di Indonesia &#8211; Siklus Ketidaksetaraan Pendidikan","datePublished":"2024-09-23T23:00:00+00:00","dateModified":"2024-09-20T08:46:24+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memperbaiki-mata-rantai-yang-putus-dalam-pendidikan-di-indonesia-siklus-ketidaksetaraan-pendidikan\/"},"wordCount":1002,"publisher":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memperbaiki-mata-rantai-yang-putus-dalam-pendidikan-di-indonesia-siklus-ketidaksetaraan-pendidikan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Kipin_Classroom_CSR_SDN_Salembaran_II_m.jpg","keywords":["Digitalisasi tanpa internet","fasilitas sekolah","kesenjangan pendidikan","Mata Rantai Pendidikan yang Putus","pendidikan indonesia","perpustakaan digital","Solusi Teknologi Pendidikan","Terobosan Pendidikan"],"articleSection":["Infrastruktur EdTech"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memperbaiki-mata-rantai-yang-putus-dalam-pendidikan-di-indonesia-siklus-ketidaksetaraan-pendidikan\/","url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memperbaiki-mata-rantai-yang-putus-dalam-pendidikan-di-indonesia-siklus-ketidaksetaraan-pendidikan\/","name":"Memperbaiki Mata Rantai yang Putus dalam Pendidikan di Indonesia - Siklus Ketidaksetaraan Pendidikan - Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memperbaiki-mata-rantai-yang-putus-dalam-pendidikan-di-indonesia-siklus-ketidaksetaraan-pendidikan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memperbaiki-mata-rantai-yang-putus-dalam-pendidikan-di-indonesia-siklus-ketidaksetaraan-pendidikan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Kipin_Classroom_CSR_SDN_Salembaran_II_m.jpg","datePublished":"2024-09-23T23:00:00+00:00","dateModified":"2024-09-20T08:46:24+00:00","description":"Pendidikan sering disebut sebagai penyetara yang hebat, namun di Indonesia, janji tersebut masih sulit dicapai bagi banyak siswa di daerah pedesaan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memperbaiki-mata-rantai-yang-putus-dalam-pendidikan-di-indonesia-siklus-ketidaksetaraan-pendidikan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pendidikan.id\/news\/memperbaiki-mata-rantai-yang-putus-dalam-pendidikan-di-indonesia-siklus-ketidaksetaraan-pendidikan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memperbaiki-mata-rantai-yang-putus-dalam-pendidikan-di-indonesia-siklus-ketidaksetaraan-pendidikan\/#primaryimage","url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Kipin_Classroom_CSR_SDN_Salembaran_II_m.jpg","contentUrl":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Kipin_Classroom_CSR_SDN_Salembaran_II_m.jpg","width":1152,"height":864,"caption":"Solving Indonesia\u2019s Broken Links in Education - The Cycle for Educational Inequality"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memperbaiki-mata-rantai-yang-putus-dalam-pendidikan-di-indonesia-siklus-ketidaksetaraan-pendidikan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Memperbaiki Mata Rantai yang Putus dalam Pendidikan di Indonesia &#8211; Siklus Ketidaksetaraan Pendidikan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#website","url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/","name":"Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital","description":"Berita perkembangan pendidikan Indonesia dan teknologi digital","publisher":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#organization","name":"Pendidikan.id","url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/PID-logobawah-color-500.png","contentUrl":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/PID-logobawah-color-500.png","width":500,"height":549,"caption":"Pendidikan.id"},"image":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/pages\/Pendidikanid\/1524456337833503","https:\/\/x.com\/pendidikandotid","https:\/\/www.instagram.com\/pendidikandotid","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UC9x2I5HjtxyzAuxb1m3Jtfg"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/person\/4da4887b99bf2baaf339106aaf793f81","name":"pendidikan.id","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51958564e59cddfce5cd5aa19c957a0dd025c4615e126c1244d92b382e72fbbf?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51958564e59cddfce5cd5aa19c957a0dd025c4615e126c1244d92b382e72fbbf?s=96&d=mm&r=g","caption":"pendidikan.id"},"url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/author\/pendidikan-id\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7221","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7221"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7221\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7222,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7221\/revisions\/7222"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7215"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7221"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7221"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7221"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}