{"id":8155,"date":"2026-09-03T15:48:11","date_gmt":"2026-09-03T08:48:11","guid":{"rendered":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/?p=8155"},"modified":"2026-09-03T15:49:03","modified_gmt":"2026-09-03T08:49:03","slug":"pijakan-pertama-anak-bangsa-mengapa-kualitas-paud-sejak-dini-tidak-boleh-ditawar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pijakan-pertama-anak-bangsa-mengapa-kualitas-paud-sejak-dini-tidak-boleh-ditawar\/","title":{"rendered":"Pijakan Pertama Anak Bangsa: Mengapa Kualitas PAUD Sejak Dini Tidak Boleh Ditawar"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Mengapa-Kualitas-PAUD-Sejak-Dini-Tidak-Boleh-Ditawar.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Mengapa-Kualitas-PAUD-Sejak-Dini-Tidak-Boleh-Ditawar-1024x576.jpg\" alt=\"Ilustrasi pengaruh pendidikan usia dini pada kualitas individu\" class=\"wp-image-8156\" srcset=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Mengapa-Kualitas-PAUD-Sejak-Dini-Tidak-Boleh-Ditawar-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Mengapa-Kualitas-PAUD-Sejak-Dini-Tidak-Boleh-Ditawar-300x169.jpg 300w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Mengapa-Kualitas-PAUD-Sejak-Dini-Tidak-Boleh-Ditawar-768x432.jpg 768w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Mengapa-Kualitas-PAUD-Sejak-Dini-Tidak-Boleh-Ditawar-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Mengapa-Kualitas-PAUD-Sejak-Dini-Tidak-Boleh-Ditawar-149x84.jpg 149w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Mengapa-Kualitas-PAUD-Sejak-Dini-Tidak-Boleh-Ditawar-299x168.jpg 299w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Mengapa-Kualitas-PAUD-Sejak-Dini-Tidak-Boleh-Ditawar-324x182.jpg 324w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Mengapa-Kualitas-PAUD-Sejak-Dini-Tidak-Boleh-Ditawar-695x391.jpg 695w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Mengapa-Kualitas-PAUD-Sejak-Dini-Tidak-Boleh-Ditawar-1067x600.jpg 1067w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Mengapa-Kualitas-PAUD-Sejak-Dini-Tidak-Boleh-Ditawar.jpg 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-element-caption\">Ilustrasi pengaruh pendidikan usia dini pada kualitas individu<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika berbicara tentang Generasi Emas 2045, perhatian sering tertuju pada pendidikan dasar, teknologi, atau perguruan tinggi. Padahal, perjalanan menuju masa depan itu dimulai jauh lebih awal\u2014ketika seorang anak pertama kali belajar bermain bersama, bertanya, mencoba, berbicara, berkomunikasi, dan mengenal dunia di sekitarnya. PAUD adalah pijakan pertama dalam perjalanan pendidikan anak. Jika pijakan ini kuat, anak memiliki bekal yang lebih baik untuk melangkah ke tahap pendidikan berikutnya. Kemampuan motorik, kognitif, bahasa, serta sosial-emosional berkembang pesat dan membutuhkan stimulasi yang tepat. Kesempatan tersebut tidak datang dua kali. Karena itu, memastikan anak memperoleh layanan PAUD yang berkualitas bukan sekadar memenuhi kebutuhan pendidikan hari ini, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas manusia Indonesia di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lantas, apa yang membuat sebuah PAUD disebut berkualitas? Bukan semata-mata gedung yang bagus, fasilitas yang lengkap, atau administrasi yang tertata. Hal yang paling penting justru terjadi setiap hari di dalam kelas: bagaimana guru berinteraksi dengan anak dan bagaimana anak mengalami proses belajar. Pembelajaran harus memberikan ruang bagi anak untuk bermain, bereksplorasi, bertanya, mencoba, dan menemukan sesuatu dengan cara yang menyenangkan serta sesuai dengan tahap perkembangannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sinilah prinsip \u201cMerdeka Belajar, Merdeka Bermain\u201d menjadi penting. Anak tidak perlu dipaksa mengejar kemampuan akademik secara berlebihan atau dibandingkan dengan anak lainnya. Guru perlu memahami bahwa setiap anak memiliki minat, kemampuan, dan kecepatan perkembangan yang berbeda. Asesmen pun seharusnya digunakan untuk memahami perkembangan anak dan membantu guru menentukan pembelajaran berikutnya, bukan menjadi sumber tekanan bagi anak.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Infografis-menyiapkan-PAUD-berkualitas.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Infografis-menyiapkan-PAUD-berkualitas-1024x576.jpg\" alt=\"Infografis Menyiapkan Fondasi Generasi Emas 2045 Indonesia\" class=\"wp-image-8157\" srcset=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Infografis-menyiapkan-PAUD-berkualitas-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Infografis-menyiapkan-PAUD-berkualitas-300x169.jpg 300w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Infografis-menyiapkan-PAUD-berkualitas-768x432.jpg 768w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Infografis-menyiapkan-PAUD-berkualitas-149x84.jpg 149w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Infografis-menyiapkan-PAUD-berkualitas-299x168.jpg 299w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Infografis-menyiapkan-PAUD-berkualitas-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Infografis-menyiapkan-PAUD-berkualitas-324x182.jpg 324w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Infografis-menyiapkan-PAUD-berkualitas-695x391.jpg 695w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Infografis-menyiapkan-PAUD-berkualitas-1067x600.jpg 1067w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Infografis-menyiapkan-PAUD-berkualitas.jpg 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-element-caption\">Infografis Menyiapkan Fondasi Generasi Emas 2045 Indonesia<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tetapi pendidikan anak tidak hanya berlangsung di sekolah. Orang tua merupakan pendidik pertama dan utama, sehingga kualitas PAUD juga sangat ditentukan oleh hubungan antara sekolah dan keluarga. Komunikasi yang terbuka, keterlibatan orang tua dalam kegiatan belajar, serta penguatan pengetahuan tentang pengasuhan akan membantu menciptakan lingkungan yang selaras bagi tumbuh kembang anak\u2014baik di sekolah maupun di rumah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak juga membutuhkan lebih dari sekadar pengalaman belajar yang baik. Kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan anak. Karena itu, pendekatan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) menjadi penting. Satuan PAUD dapat berperan sebagai penghubung dengan Posyandu, Puskesmas, pemerintah desa, dan layanan terkait agar kebutuhan esensial anak dapat diperhatikan secara bersama-sama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semua upaya tersebut membutuhkan pengelolaan satuan PAUD yang terus berkembang. Kepala satuan PAUD tidak cukup hanya memastikan administrasi berjalan, tetapi juga perlu menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong guru untuk terus belajar, berefleksi, dan memperbaiki praktik di kelas. Melalui Perencanaan Berbasis Data (PBD) dengan proses Identifikasi, Refleksi, dan Benahi (IRB), perbaikan dapat dilakukan berdasarkan kondisi nyata yang dihadapi satuan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Menuju-PAUD-Berkualitas.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Menuju-PAUD-Berkualitas-1024x576.jpg\" alt=\"Infografis Aspek Penting untuk PAUD Berkualitas\" class=\"wp-image-8159\" srcset=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Menuju-PAUD-Berkualitas-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Menuju-PAUD-Berkualitas-300x169.jpg 300w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Menuju-PAUD-Berkualitas-768x432.jpg 768w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Menuju-PAUD-Berkualitas-149x84.jpg 149w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Menuju-PAUD-Berkualitas-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Menuju-PAUD-Berkualitas-299x168.jpg 299w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Menuju-PAUD-Berkualitas-324x182.jpg 324w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Menuju-PAUD-Berkualitas-695x391.jpg 695w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Menuju-PAUD-Berkualitas-1067x600.jpg 1067w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Menuju-PAUD-Berkualitas.jpg 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-element-caption\">Infografis Aspek Penting untuk PAUD Berkualitas<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mewujudkan PAUD Berkualitas bukanlah tanggung jawab tunggal dari satu pihak saja, melainkan hasil kerja kolaboratif dari sebuah ekosistem yang utuh dan berjenjang. Sinergi yang kuat harus dibangun mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan, hingga pemerintah desa dan komunitas belajar lokal. Tokoh kunci seperti Bunda PAUD di tingkat desa memegang peran strategis untuk mendorong masuknya program PAUD dalam perencanaan pembangunan desa agar dapat mengakses dukungan pembiayaan dari Dana Desa. Di tingkat akar rumput, keberadaan komunitas belajar menjadi wadah penting bagi para guru untuk berkumpul secara rutin, saling berbagi praktik baik, melakukan refleksi kolektif, dan memperkecil kesenjangan kualitas antar-satuan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada akhirnya, perjalanan menuju PAUD Berkualitas merupakan sebuah proses transformasi yang dinamis, unik, dan kontekstual sesuai dengan karakteristik dan kapasitas masing-masing satuan pendidikan. Kualitas bukanlah sebuah garis akhir yang statis, melainkan perjalanan berkelanjutan yang dihidupkan oleh komitmen bersama dan budaya refleksi yang tiada henti. Setiap kontribusi dan langkah nyata yang kita ambil hari ini\u2014mulai dari perbaikan interaksi guru-anak di kelas hingga penguatan kebijakan daerah\u2014adalah investasi terbaik untuk mengantarkan anak-anak Indonesia menjadi pembelajar sepanjang hayat yang siap menghadapi tantangan masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Mari dukung pendidikan usia PAUD bersama Kipin. Hubungi kami pada:<br><\/strong>Web : <a href=\"https:\/\/kipin.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">kipin.id<\/a><br>Email : <a href=\"mailto:info@kipin.id\">info@kipin.id<\/a><br>WA Chat : <a href=\"http:\/\/wa.me\/6281233601047\">wa.me\/6281233601047<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Panduan Lengkap Mendirikan PAUD Berkualitas Sesuai Kemendikdasmen | Part 1\/5\" width=\"696\" height=\"392\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/X-5EsuYkEQE?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika berbicara tentang Generasi Emas 2045, perhatian sering tertuju pada pendidikan dasar, teknologi, atau perguruan tinggi. Padahal, perjalanan menuju masa depan itu dimulai jauh lebih awal\u2014ketika seorang anak pertama kali belajar bermain bersama, bertanya, mencoba, berbicara, berkomunikasi, dan mengenal dunia di sekitarnya. PAUD adalah pijakan pertama dalam perjalanan pendidikan anak. Jika pijakan ini kuat, anak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8160,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[5925,6066,6065,6068,6064,6067,1472],"class_list":["post-8155","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-fenomena-pendidikan","tag-generasi-emas-2045","tag-investasi-pendidikan-anak","tag-kualitas-paud","tag-merdeka-belajar-merdeka-bermain","tag-paud-berkualitas","tag-pembelajaran-anak-usia-dini","tag-pendidikan-anak-usia-dini"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pijakan Pertama Anak Bangsa: Mengapa Kualitas PAUD Sejak Dini Tidak Boleh Ditawar - Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ilustrasi pengaruh pendidikan usia dini pada kualitas individu Ketika berbicara tentang Generasi Emas 2045, perhatian sering tertuju pada pendidikan\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pijakan-pertama-anak-bangsa-mengapa-kualitas-paud-sejak-dini-tidak-boleh-ditawar\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pijakan Pertama Anak Bangsa: Mengapa Kualitas PAUD Sejak Dini Tidak Boleh Ditawar - Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ilustrasi pengaruh pendidikan usia dini pada kualitas individu Ketika berbicara tentang Generasi Emas 2045, perhatian sering tertuju pada pendidikan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pijakan-pertama-anak-bangsa-mengapa-kualitas-paud-sejak-dini-tidak-boleh-ditawar\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/pages\/Pendidikanid\/1524456337833503\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-03T08:48:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-03T08:49:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Thumbnail-Mengapa-Kualitas-PAUD-Sejak-Dini-Tidak-Boleh-Ditawar.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"576\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"pendidikan.id\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@pendidikandotid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@pendidikandotid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"pendidikan.id\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/pijakan-pertama-anak-bangsa-mengapa-kualitas-paud-sejak-dini-tidak-boleh-ditawar\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/pijakan-pertama-anak-bangsa-mengapa-kualitas-paud-sejak-dini-tidak-boleh-ditawar\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"pendidikan.id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4da4887b99bf2baaf339106aaf793f81\"},\"headline\":\"Pijakan Pertama Anak Bangsa: Mengapa Kualitas PAUD Sejak Dini Tidak Boleh Ditawar\",\"datePublished\":\"2026-09-03T08:48:11+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-03T08:49:03+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/pijakan-pertama-anak-bangsa-mengapa-kualitas-paud-sejak-dini-tidak-boleh-ditawar\\\/\"},\"wordCount\":648,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/pijakan-pertama-anak-bangsa-mengapa-kualitas-paud-sejak-dini-tidak-boleh-ditawar\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/Thumbnail-Mengapa-Kualitas-PAUD-Sejak-Dini-Tidak-Boleh-Ditawar.jpg\",\"keywords\":[\"Generasi Emas 2045\",\"investasi pendidikan anak\",\"kualitas PAUD\",\"Merdeka Belajar Merdeka Bermain\",\"PAUD berkualitas\",\"pembelajaran anak usia dini\",\"pendidikan anak usia dini\"],\"articleSection\":[\"Fenomena Pendidikan\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/pijakan-pertama-anak-bangsa-mengapa-kualitas-paud-sejak-dini-tidak-boleh-ditawar\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/pijakan-pertama-anak-bangsa-mengapa-kualitas-paud-sejak-dini-tidak-boleh-ditawar\\\/\",\"name\":\"Pijakan Pertama Anak Bangsa: Mengapa Kualitas PAUD Sejak Dini Tidak Boleh Ditawar - Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/pijakan-pertama-anak-bangsa-mengapa-kualitas-paud-sejak-dini-tidak-boleh-ditawar\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/pijakan-pertama-anak-bangsa-mengapa-kualitas-paud-sejak-dini-tidak-boleh-ditawar\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/Thumbnail-Mengapa-Kualitas-PAUD-Sejak-Dini-Tidak-Boleh-Ditawar.jpg\",\"datePublished\":\"2026-09-03T08:48:11+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-03T08:49:03+00:00\",\"description\":\"Ilustrasi pengaruh pendidikan usia dini pada kualitas individu Ketika berbicara tentang Generasi Emas 2045, perhatian sering tertuju pada pendidikan\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/pijakan-pertama-anak-bangsa-mengapa-kualitas-paud-sejak-dini-tidak-boleh-ditawar\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/pijakan-pertama-anak-bangsa-mengapa-kualitas-paud-sejak-dini-tidak-boleh-ditawar\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/pijakan-pertama-anak-bangsa-mengapa-kualitas-paud-sejak-dini-tidak-boleh-ditawar\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/Thumbnail-Mengapa-Kualitas-PAUD-Sejak-Dini-Tidak-Boleh-Ditawar.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/Thumbnail-Mengapa-Kualitas-PAUD-Sejak-Dini-Tidak-Boleh-Ditawar.jpg\",\"width\":1024,\"height\":576,\"caption\":\"Pijakan Pertama Anak Bangsa: Mengapa Kualitas PAUD Sejak Dini Tidak Boleh Ditawar\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/pijakan-pertama-anak-bangsa-mengapa-kualitas-paud-sejak-dini-tidak-boleh-ditawar\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pijakan Pertama Anak Bangsa: Mengapa Kualitas PAUD Sejak Dini Tidak Boleh Ditawar\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/\",\"name\":\"Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital\",\"description\":\"Berita perkembangan pendidikan Indonesia dan teknologi digital\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/#organization\",\"name\":\"Pendidikan.id\",\"url\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/11\\\/PID-logobawah-color-500.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/11\\\/PID-logobawah-color-500.png\",\"width\":500,\"height\":549,\"caption\":\"Pendidikan.id\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/pages\\\/Pendidikanid\\\/1524456337833503\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/pendidikandotid\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/pendidikandotid\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UC9x2I5HjtxyzAuxb1m3Jtfg\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4da4887b99bf2baaf339106aaf793f81\",\"name\":\"pendidikan.id\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51958564e59cddfce5cd5aa19c957a0dd025c4615e126c1244d92b382e72fbbf?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51958564e59cddfce5cd5aa19c957a0dd025c4615e126c1244d92b382e72fbbf?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51958564e59cddfce5cd5aa19c957a0dd025c4615e126c1244d92b382e72fbbf?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"pendidikan.id\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/author\\\/pendidikan-id\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pijakan Pertama Anak Bangsa: Mengapa Kualitas PAUD Sejak Dini Tidak Boleh Ditawar - Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital","description":"Ilustrasi pengaruh pendidikan usia dini pada kualitas individu Ketika berbicara tentang Generasi Emas 2045, perhatian sering tertuju pada pendidikan","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pijakan-pertama-anak-bangsa-mengapa-kualitas-paud-sejak-dini-tidak-boleh-ditawar\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pijakan Pertama Anak Bangsa: Mengapa Kualitas PAUD Sejak Dini Tidak Boleh Ditawar - Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital","og_description":"Ilustrasi pengaruh pendidikan usia dini pada kualitas individu Ketika berbicara tentang Generasi Emas 2045, perhatian sering tertuju pada pendidikan","og_url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pijakan-pertama-anak-bangsa-mengapa-kualitas-paud-sejak-dini-tidak-boleh-ditawar\/","og_site_name":"Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/pages\/Pendidikanid\/1524456337833503","article_published_time":"2026-09-03T08:48:11+00:00","article_modified_time":"2026-09-03T08:49:03+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":576,"url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Thumbnail-Mengapa-Kualitas-PAUD-Sejak-Dini-Tidak-Boleh-Ditawar.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"pendidikan.id","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@pendidikandotid","twitter_site":"@pendidikandotid","twitter_misc":{"Written by":"pendidikan.id","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pijakan-pertama-anak-bangsa-mengapa-kualitas-paud-sejak-dini-tidak-boleh-ditawar\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pijakan-pertama-anak-bangsa-mengapa-kualitas-paud-sejak-dini-tidak-boleh-ditawar\/"},"author":{"name":"pendidikan.id","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/person\/4da4887b99bf2baaf339106aaf793f81"},"headline":"Pijakan Pertama Anak Bangsa: Mengapa Kualitas PAUD Sejak Dini Tidak Boleh Ditawar","datePublished":"2026-09-03T08:48:11+00:00","dateModified":"2026-09-03T08:49:03+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pijakan-pertama-anak-bangsa-mengapa-kualitas-paud-sejak-dini-tidak-boleh-ditawar\/"},"wordCount":648,"publisher":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pijakan-pertama-anak-bangsa-mengapa-kualitas-paud-sejak-dini-tidak-boleh-ditawar\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Thumbnail-Mengapa-Kualitas-PAUD-Sejak-Dini-Tidak-Boleh-Ditawar.jpg","keywords":["Generasi Emas 2045","investasi pendidikan anak","kualitas PAUD","Merdeka Belajar Merdeka Bermain","PAUD berkualitas","pembelajaran anak usia dini","pendidikan anak usia dini"],"articleSection":["Fenomena Pendidikan"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pijakan-pertama-anak-bangsa-mengapa-kualitas-paud-sejak-dini-tidak-boleh-ditawar\/","url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pijakan-pertama-anak-bangsa-mengapa-kualitas-paud-sejak-dini-tidak-boleh-ditawar\/","name":"Pijakan Pertama Anak Bangsa: Mengapa Kualitas PAUD Sejak Dini Tidak Boleh Ditawar - Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pijakan-pertama-anak-bangsa-mengapa-kualitas-paud-sejak-dini-tidak-boleh-ditawar\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pijakan-pertama-anak-bangsa-mengapa-kualitas-paud-sejak-dini-tidak-boleh-ditawar\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Thumbnail-Mengapa-Kualitas-PAUD-Sejak-Dini-Tidak-Boleh-Ditawar.jpg","datePublished":"2026-09-03T08:48:11+00:00","dateModified":"2026-09-03T08:49:03+00:00","description":"Ilustrasi pengaruh pendidikan usia dini pada kualitas individu Ketika berbicara tentang Generasi Emas 2045, perhatian sering tertuju pada pendidikan","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pijakan-pertama-anak-bangsa-mengapa-kualitas-paud-sejak-dini-tidak-boleh-ditawar\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pendidikan.id\/news\/pijakan-pertama-anak-bangsa-mengapa-kualitas-paud-sejak-dini-tidak-boleh-ditawar\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pijakan-pertama-anak-bangsa-mengapa-kualitas-paud-sejak-dini-tidak-boleh-ditawar\/#primaryimage","url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Thumbnail-Mengapa-Kualitas-PAUD-Sejak-Dini-Tidak-Boleh-Ditawar.jpg","contentUrl":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Thumbnail-Mengapa-Kualitas-PAUD-Sejak-Dini-Tidak-Boleh-Ditawar.jpg","width":1024,"height":576,"caption":"Pijakan Pertama Anak Bangsa: Mengapa Kualitas PAUD Sejak Dini Tidak Boleh Ditawar"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/pijakan-pertama-anak-bangsa-mengapa-kualitas-paud-sejak-dini-tidak-boleh-ditawar\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pijakan Pertama Anak Bangsa: Mengapa Kualitas PAUD Sejak Dini Tidak Boleh Ditawar"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#website","url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/","name":"Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital","description":"Berita perkembangan pendidikan Indonesia dan teknologi digital","publisher":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#organization","name":"Pendidikan.id","url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/PID-logobawah-color-500.png","contentUrl":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/PID-logobawah-color-500.png","width":500,"height":549,"caption":"Pendidikan.id"},"image":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/pages\/Pendidikanid\/1524456337833503","https:\/\/x.com\/pendidikandotid","https:\/\/www.instagram.com\/pendidikandotid","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UC9x2I5HjtxyzAuxb1m3Jtfg"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/person\/4da4887b99bf2baaf339106aaf793f81","name":"pendidikan.id","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51958564e59cddfce5cd5aa19c957a0dd025c4615e126c1244d92b382e72fbbf?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51958564e59cddfce5cd5aa19c957a0dd025c4615e126c1244d92b382e72fbbf?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51958564e59cddfce5cd5aa19c957a0dd025c4615e126c1244d92b382e72fbbf?s=96&d=mm&r=g","caption":"pendidikan.id"},"url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/author\/pendidikan-id\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8155","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8155"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8155\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8162,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8155\/revisions\/8162"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8160"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8155"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8155"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8155"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}