{"id":8279,"date":"2026-10-19T15:48:50","date_gmt":"2026-10-19T08:48:50","guid":{"rendered":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/?p=8279"},"modified":"2026-10-19T15:48:52","modified_gmt":"2026-10-19T08:48:52","slug":"memahami-skor-baru-tka-200-800-agar-tidak-salah-menafsirkan-kemampuan-murid","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memahami-skor-baru-tka-200-800-agar-tidak-salah-menafsirkan-kemampuan-murid\/","title":{"rendered":"Memahami Skor Baru TKA 200\u2013800 agar Tidak Salah Menafsirkan Kemampuan Murid"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Memahami-Skor-Baru-TKA-200\u2013800-agar-Tidak-Salah-Menafsirkan-Kemampuan-Murid.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Memahami-Skor-Baru-TKA-200\u2013800-agar-Tidak-Salah-Menafsirkan-Kemampuan-Murid-1024x576.jpg\" alt=\"Ilustrasi Skor Baru TKA\" class=\"wp-image-8280\" srcset=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Memahami-Skor-Baru-TKA-200\u2013800-agar-Tidak-Salah-Menafsirkan-Kemampuan-Murid-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Memahami-Skor-Baru-TKA-200\u2013800-agar-Tidak-Salah-Menafsirkan-Kemampuan-Murid-300x169.jpg 300w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Memahami-Skor-Baru-TKA-200\u2013800-agar-Tidak-Salah-Menafsirkan-Kemampuan-Murid-768x432.jpg 768w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Memahami-Skor-Baru-TKA-200\u2013800-agar-Tidak-Salah-Menafsirkan-Kemampuan-Murid-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Memahami-Skor-Baru-TKA-200\u2013800-agar-Tidak-Salah-Menafsirkan-Kemampuan-Murid-149x84.jpg 149w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Memahami-Skor-Baru-TKA-200\u2013800-agar-Tidak-Salah-Menafsirkan-Kemampuan-Murid-299x168.jpg 299w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Memahami-Skor-Baru-TKA-200\u2013800-agar-Tidak-Salah-Menafsirkan-Kemampuan-Murid-324x182.jpg 324w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Memahami-Skor-Baru-TKA-200\u2013800-agar-Tidak-Salah-Menafsirkan-Kemampuan-Murid-695x391.jpg 695w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Memahami-Skor-Baru-TKA-200\u2013800-agar-Tidak-Salah-Menafsirkan-Kemampuan-Murid-1067x600.jpg 1067w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Memahami-Skor-Baru-TKA-200\u2013800-agar-Tidak-Salah-Menafsirkan-Kemampuan-Murid.jpg 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-element-caption\">Ilustrasi Skor Baru TKA<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perubahan skala nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMA, MA, SMK, dan sederajat dari 0\u2013100 menjadi 200\u2013800 menimbulkan pertanyaan di kalangan murid dan orang tua. Menurut Toni Toharudin, Kepala BSKAP Kemendikdasmen sekaligus Guru Besar Universitas Padjadjaran, pembaruan ini bertujuan menyelaraskan pelaporan hasil dengan metode pengukuran yang digunakan. Hasilnya diharapkan dapat membantu murid memahami capaian akademik, sekolah mengevaluasi pembelajaran, dan perguruan tinggi memperoleh informasi tambahan dalam proses seleksi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk memahami perubahan ini, mari melihat keterbatasan metode penilaian konvensional. Dalam tes yang terdiri atas 10 soal berbobot sama, murid yang menjawab 8 soal dengan benar akan memperoleh nilai 80. Perhitungan ini sederhana, tetapi belum tentu menghasilkan perbandingan yang adil jika dua murid mengerjakan paket soal dengan tingkat kesulitan berbeda. Karena itu, jumlah jawaban benar saja tidak selalu cukup untuk menggambarkan kemampuan akademik secara sebanding.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">TKA menggunakan pendekatan Teori Respons Butir (<em>Item Response Theory<\/em>\/IRT) model dua parameter. Metode ini memperhitungkan tingkat kesukaran dan daya pembeda setiap soal dalam memperkirakan kemampuan peserta berdasarkan pola jawabannya. Soal yang lebih sulit tidak otomatis memberikan bonus nilai; skor ditentukan melalui pengolahan pola respons dan karakteristik butir soal. Dengan pendekatan ini, jumlah jawaban benar yang sama dapat menghasilkan variasi skor yang berbeda. Sebagai ilustrasi, 8 jawaban benar dari 10 soal dapat menghasilkan hingga 45 variasi skor, bergantung pada pola jawaban dan karakteristik soalnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penting untuk membedakan metode pengukuran dan skala pelaporan. IRT merupakan metode untuk memperkirakan kemampuan peserta, sedangkan rentang 200\u2013800 merupakan skala untuk menyajikan hasil pengukuran tersebut. Rentang angka yang lebih luas tidak otomatis menjamin tes lebih akurat karena ketepatannya tetap bergantung pada kualitas soal dan pelaksanaan tes. Skala bernomor ratusan juga digunakan dalam tes lain, seperti UTBK-SNBT dan TOEFL. Namun, setiap tes memiliki sistem pengukuran tersendiri sehingga skor dari tes yang berbeda tidak dapat disamakan begitu saja.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Infografis-Memahami-Skala-Baru-Skor-TKA-200-800.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Infografis-Memahami-Skala-Baru-Skor-TKA-200-800-1024x576.jpg\" alt=\"Infografis Memahami Skala Baru Skor TKA (200-800)\" class=\"wp-image-8281\" srcset=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Infografis-Memahami-Skala-Baru-Skor-TKA-200-800-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Infografis-Memahami-Skala-Baru-Skor-TKA-200-800-300x169.jpg 300w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Infografis-Memahami-Skala-Baru-Skor-TKA-200-800-768x432.jpg 768w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Infografis-Memahami-Skala-Baru-Skor-TKA-200-800-149x84.jpg 149w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Infografis-Memahami-Skala-Baru-Skor-TKA-200-800-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Infografis-Memahami-Skala-Baru-Skor-TKA-200-800-299x168.jpg 299w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Infografis-Memahami-Skala-Baru-Skor-TKA-200-800-324x182.jpg 324w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Infografis-Memahami-Skala-Baru-Skor-TKA-200-800-695x391.jpg 695w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Infografis-Memahami-Skala-Baru-Skor-TKA-200-800-1067x600.jpg 1067w, https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Infografis-Memahami-Skala-Baru-Skor-TKA-200-800.jpg 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-element-caption\">Infografis Memahami Skala Baru Skor TKA (200-800)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat membaca skor TKA 200\u2013800. Pertama, skor tersebut bukan persentase jawaban benar. Skor 600, misalnya, tidak berarti peserta menjawab benar 60% soal dan tidak dapat dikonversi ke skala 0\u2013100 melalui perhitungan sederhana. Kedua, perubahan skala tidak berarti soal menjadi lebih sulit atau kemampuan murid otomatis meningkat. Ketiga, skor perlu dibaca bersama deskripsi capaian dan mempertimbangkan <em>galat pengukuran<\/em> (<em>measurement error<\/em>). Selisih skor yang kecil belum tentu menunjukkan perbedaan kemampuan yang berarti. Selain itu, penyetaraan (<em>equating<\/em>) digunakan untuk menjaga keterbandingan skor antar-paket soal dan, sesuai desain pengukuran, antarperiode tes.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil TKA dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak. Guru dan sekolah dapat menggunakannya bersama hasil penilaian lainnya untuk merancang pendampingan belajar yang lebih tepat sasaran. Orang tua dapat menjadikannya bahan diskusi untuk memahami kebutuhan belajar anak. Sementara itu, perguruan tinggi dapat memanfaatkan hasil TKA sebagai informasi tambahan dalam seleksi jalur prestasi, sesuai ketentuan yang berlaku, tanpa mengabaikan nilai rapor maupun karakteristik program studi. Hasil asesmen juga berpotensi membantu kampus memetakan kebutuhan matrikulasi mahasiswa baru.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada akhirnya, keberhasilan penerapan skala baru ini bergantung pada keterbukaan informasi, kualitas soal, serta pelaksanaan tes yang aman dan akurat. Kolaborasi sekolah, keluarga, dan perguruan tinggi diperlukan agar hasil asesmen benar-benar bermanfaat. Skor 200\u2013800 bukan sekadar angka, melainkan informasi yang perlu ditafsirkan secara tepat untuk memahami capaian murid dan meningkatkan kualitas pembelajaran di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Mari dukung peningkatan pendidikan generasi muda Indonesia, Hubungi kami pada:<\/strong><br>Web : <a href=\"https:\/\/kipin.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">kipin.id<\/a><br>Email : <a href=\"mailto:info@kipin.id\">info@kipin.id<\/a><br>WA Chat : <a href=\"http:\/\/wa.me\/6281233601047\">wa.me\/6281233601047<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Kenapa Skor TKA Bukan Lagi 0-100? Penjelasan Lengkap untuk Murid &amp; Orang Tua\" width=\"696\" height=\"392\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/QYdU4OIk6rE?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perubahan skala nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMA, MA, SMK, dan sederajat dari 0\u2013100 menjadi 200\u2013800 menimbulkan pertanyaan di kalangan murid dan orang tua. Menurut Toni Toharudin, Kepala BSKAP Kemendikdasmen sekaligus Guru Besar Universitas Padjadjaran, pembaruan ini bertujuan menyelaraskan pelaporan hasil dengan metode pengukuran yang digunakan. Hasilnya diharapkan dapat membantu murid memahami capaian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8282,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6128],"tags":[5711,467,6129,5574],"class_list":["post-8279","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-inforrmasi-pendidikan-indonesia","tag-kebijakan-pendidikan","tag-pendidikan-indonesia","tag-skor-tka","tag-tka"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Memahami Skor Baru TKA 200\u2013800 agar Tidak Salah Menafsirkan Kemampuan Murid - Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ilustrasi Skor Baru TKA Perubahan skala nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMA, MA, SMK, dan sederajat dari 0\u2013100 menjadi 200\u2013800\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memahami-skor-baru-tka-200-800-agar-tidak-salah-menafsirkan-kemampuan-murid\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Memahami Skor Baru TKA 200\u2013800 agar Tidak Salah Menafsirkan Kemampuan Murid - Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ilustrasi Skor Baru TKA Perubahan skala nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMA, MA, SMK, dan sederajat dari 0\u2013100 menjadi 200\u2013800\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memahami-skor-baru-tka-200-800-agar-tidak-salah-menafsirkan-kemampuan-murid\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/pages\/Pendidikanid\/1524456337833503\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-19T08:48:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-19T08:48:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Thumbnail-Memahami-Skor-Baru-TKA-200\u2013800-agar-Tidak-Salah-Menafsirkan-Kemampuan-Murid.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"576\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"pendidikan.id\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@pendidikandotid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@pendidikandotid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"pendidikan.id\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/memahami-skor-baru-tka-200-800-agar-tidak-salah-menafsirkan-kemampuan-murid\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/memahami-skor-baru-tka-200-800-agar-tidak-salah-menafsirkan-kemampuan-murid\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"pendidikan.id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4da4887b99bf2baaf339106aaf793f81\"},\"headline\":\"Memahami Skor Baru TKA 200\u2013800 agar Tidak Salah Menafsirkan Kemampuan Murid\",\"datePublished\":\"2026-10-19T08:48:50+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-19T08:48:52+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/memahami-skor-baru-tka-200-800-agar-tidak-salah-menafsirkan-kemampuan-murid\\\/\"},\"wordCount\":549,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/memahami-skor-baru-tka-200-800-agar-tidak-salah-menafsirkan-kemampuan-murid\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/Thumbnail-Memahami-Skor-Baru-TKA-200\u2013800-agar-Tidak-Salah-Menafsirkan-Kemampuan-Murid.jpg\",\"keywords\":[\"kebijakan pendidikan\",\"pendidikan indonesia\",\"Skor TKA\",\"TKA\"],\"articleSection\":[\"Inforrmasi Pendidikan Indonesia\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/memahami-skor-baru-tka-200-800-agar-tidak-salah-menafsirkan-kemampuan-murid\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/memahami-skor-baru-tka-200-800-agar-tidak-salah-menafsirkan-kemampuan-murid\\\/\",\"name\":\"Memahami Skor Baru TKA 200\u2013800 agar Tidak Salah Menafsirkan Kemampuan Murid - Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/memahami-skor-baru-tka-200-800-agar-tidak-salah-menafsirkan-kemampuan-murid\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/memahami-skor-baru-tka-200-800-agar-tidak-salah-menafsirkan-kemampuan-murid\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/Thumbnail-Memahami-Skor-Baru-TKA-200\u2013800-agar-Tidak-Salah-Menafsirkan-Kemampuan-Murid.jpg\",\"datePublished\":\"2026-10-19T08:48:50+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-19T08:48:52+00:00\",\"description\":\"Ilustrasi Skor Baru TKA Perubahan skala nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMA, MA, SMK, dan sederajat dari 0\u2013100 menjadi 200\u2013800\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/memahami-skor-baru-tka-200-800-agar-tidak-salah-menafsirkan-kemampuan-murid\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/memahami-skor-baru-tka-200-800-agar-tidak-salah-menafsirkan-kemampuan-murid\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/memahami-skor-baru-tka-200-800-agar-tidak-salah-menafsirkan-kemampuan-murid\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/Thumbnail-Memahami-Skor-Baru-TKA-200\u2013800-agar-Tidak-Salah-Menafsirkan-Kemampuan-Murid.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/Thumbnail-Memahami-Skor-Baru-TKA-200\u2013800-agar-Tidak-Salah-Menafsirkan-Kemampuan-Murid.jpg\",\"width\":1024,\"height\":576,\"caption\":\"Memahami Skor Baru TKA 200\u2013800 agar Tidak Salah Menafsirkan Kemampuan Murid\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/memahami-skor-baru-tka-200-800-agar-tidak-salah-menafsirkan-kemampuan-murid\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Memahami Skor Baru TKA 200\u2013800 agar Tidak Salah Menafsirkan Kemampuan Murid\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/\",\"name\":\"Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital\",\"description\":\"Berita perkembangan pendidikan Indonesia dan teknologi digital\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/#organization\",\"name\":\"Pendidikan.id\",\"url\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/11\\\/PID-logobawah-color-500.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/11\\\/PID-logobawah-color-500.png\",\"width\":500,\"height\":549,\"caption\":\"Pendidikan.id\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/pages\\\/Pendidikanid\\\/1524456337833503\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/pendidikandotid\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/pendidikandotid\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UC9x2I5HjtxyzAuxb1m3Jtfg\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4da4887b99bf2baaf339106aaf793f81\",\"name\":\"pendidikan.id\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51958564e59cddfce5cd5aa19c957a0dd025c4615e126c1244d92b382e72fbbf?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51958564e59cddfce5cd5aa19c957a0dd025c4615e126c1244d92b382e72fbbf?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51958564e59cddfce5cd5aa19c957a0dd025c4615e126c1244d92b382e72fbbf?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"pendidikan.id\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/pendidikan.id\\\/news\\\/author\\\/pendidikan-id\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Memahami Skor Baru TKA 200\u2013800 agar Tidak Salah Menafsirkan Kemampuan Murid - Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital","description":"Ilustrasi Skor Baru TKA Perubahan skala nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMA, MA, SMK, dan sederajat dari 0\u2013100 menjadi 200\u2013800","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memahami-skor-baru-tka-200-800-agar-tidak-salah-menafsirkan-kemampuan-murid\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Memahami Skor Baru TKA 200\u2013800 agar Tidak Salah Menafsirkan Kemampuan Murid - Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital","og_description":"Ilustrasi Skor Baru TKA Perubahan skala nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMA, MA, SMK, dan sederajat dari 0\u2013100 menjadi 200\u2013800","og_url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memahami-skor-baru-tka-200-800-agar-tidak-salah-menafsirkan-kemampuan-murid\/","og_site_name":"Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/pages\/Pendidikanid\/1524456337833503","article_published_time":"2026-10-19T08:48:50+00:00","article_modified_time":"2026-10-19T08:48:52+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":576,"url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Thumbnail-Memahami-Skor-Baru-TKA-200\u2013800-agar-Tidak-Salah-Menafsirkan-Kemampuan-Murid.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"pendidikan.id","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@pendidikandotid","twitter_site":"@pendidikandotid","twitter_misc":{"Written by":"pendidikan.id","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memahami-skor-baru-tka-200-800-agar-tidak-salah-menafsirkan-kemampuan-murid\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memahami-skor-baru-tka-200-800-agar-tidak-salah-menafsirkan-kemampuan-murid\/"},"author":{"name":"pendidikan.id","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/person\/4da4887b99bf2baaf339106aaf793f81"},"headline":"Memahami Skor Baru TKA 200\u2013800 agar Tidak Salah Menafsirkan Kemampuan Murid","datePublished":"2026-10-19T08:48:50+00:00","dateModified":"2026-10-19T08:48:52+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memahami-skor-baru-tka-200-800-agar-tidak-salah-menafsirkan-kemampuan-murid\/"},"wordCount":549,"publisher":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memahami-skor-baru-tka-200-800-agar-tidak-salah-menafsirkan-kemampuan-murid\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Thumbnail-Memahami-Skor-Baru-TKA-200\u2013800-agar-Tidak-Salah-Menafsirkan-Kemampuan-Murid.jpg","keywords":["kebijakan pendidikan","pendidikan indonesia","Skor TKA","TKA"],"articleSection":["Inforrmasi Pendidikan Indonesia"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memahami-skor-baru-tka-200-800-agar-tidak-salah-menafsirkan-kemampuan-murid\/","url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memahami-skor-baru-tka-200-800-agar-tidak-salah-menafsirkan-kemampuan-murid\/","name":"Memahami Skor Baru TKA 200\u2013800 agar Tidak Salah Menafsirkan Kemampuan Murid - Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memahami-skor-baru-tka-200-800-agar-tidak-salah-menafsirkan-kemampuan-murid\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memahami-skor-baru-tka-200-800-agar-tidak-salah-menafsirkan-kemampuan-murid\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Thumbnail-Memahami-Skor-Baru-TKA-200\u2013800-agar-Tidak-Salah-Menafsirkan-Kemampuan-Murid.jpg","datePublished":"2026-10-19T08:48:50+00:00","dateModified":"2026-10-19T08:48:52+00:00","description":"Ilustrasi Skor Baru TKA Perubahan skala nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMA, MA, SMK, dan sederajat dari 0\u2013100 menjadi 200\u2013800","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memahami-skor-baru-tka-200-800-agar-tidak-salah-menafsirkan-kemampuan-murid\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pendidikan.id\/news\/memahami-skor-baru-tka-200-800-agar-tidak-salah-menafsirkan-kemampuan-murid\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memahami-skor-baru-tka-200-800-agar-tidak-salah-menafsirkan-kemampuan-murid\/#primaryimage","url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Thumbnail-Memahami-Skor-Baru-TKA-200\u2013800-agar-Tidak-Salah-Menafsirkan-Kemampuan-Murid.jpg","contentUrl":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Thumbnail-Memahami-Skor-Baru-TKA-200\u2013800-agar-Tidak-Salah-Menafsirkan-Kemampuan-Murid.jpg","width":1024,"height":576,"caption":"Memahami Skor Baru TKA 200\u2013800 agar Tidak Salah Menafsirkan Kemampuan Murid"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/memahami-skor-baru-tka-200-800-agar-tidak-salah-menafsirkan-kemampuan-murid\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Memahami Skor Baru TKA 200\u2013800 agar Tidak Salah Menafsirkan Kemampuan Murid"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#website","url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/","name":"Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital","description":"Berita perkembangan pendidikan Indonesia dan teknologi digital","publisher":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#organization","name":"Pendidikan.id","url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/PID-logobawah-color-500.png","contentUrl":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/PID-logobawah-color-500.png","width":500,"height":549,"caption":"Pendidikan.id"},"image":{"@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/pages\/Pendidikanid\/1524456337833503","https:\/\/x.com\/pendidikandotid","https:\/\/www.instagram.com\/pendidikandotid","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UC9x2I5HjtxyzAuxb1m3Jtfg"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/#\/schema\/person\/4da4887b99bf2baaf339106aaf793f81","name":"pendidikan.id","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51958564e59cddfce5cd5aa19c957a0dd025c4615e126c1244d92b382e72fbbf?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51958564e59cddfce5cd5aa19c957a0dd025c4615e126c1244d92b382e72fbbf?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51958564e59cddfce5cd5aa19c957a0dd025c4615e126c1244d92b382e72fbbf?s=96&d=mm&r=g","caption":"pendidikan.id"},"url":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/author\/pendidikan-id\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8279","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8279"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8279\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8283,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8279\/revisions\/8283"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8282"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8279"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8279"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikan.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8279"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}