HomeEvent PendidikanMenuju Indonesia Emas 2045: FORMAS Dorong Solusi Pendidikan Tanpa Internet untuk Daerah...

Menuju Indonesia Emas 2045: FORMAS Dorong Solusi Pendidikan Tanpa Internet untuk Daerah 3T

Ketua Umum FORMAS Yohanes Handojo Budhisedjati dalam Konsolidasi Nasional FORMAS bersama IPHI di Jakarta, 7 Agustus 2026. (Foto: Dokumentasi FORMAS via RRI.co.id)
Ketua Umum FORMAS Yohanes Handojo Budhisedjati dalam Konsolidasi Nasional FORMAS bersama IPHI di Jakarta, 7 Agustus 2026. (Foto: Dokumentasi FORMAS via RRI.co.id)

Mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia tidak cukup hanya dengan menghadirkan teknologi. Di banyak wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), tantangan yang masih dihadapi adalah keterbatasan infrastruktur digital, termasuk akses internet.

Kondisi tersebut mendorong Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) untuk menyosialisasikan pemanfaatan aplikasi pendidikan yang dapat digunakan tanpa akses internet. Inisiatif ini diarahkan sebagai salah satu upaya memperluas akses terhadap sumber belajar sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum FORMAS, Yohanes Handojo Budhisedjati, dalam Konsolidasi Nasional FORMAS bersama Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) di Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026.

“Program kedua adalah menyosialisasikan penggunaan semacam aplikasi yang dapat digunakan di daerah 3T ataupun daerah tanpa internet,” ujar Yohanes Handojo.

KIPIN untuk Wilayah Tanpa Internet

Aplikasi yang akan disosialisasikan tersebut adalah Kios Pintar (KIPIN). Menurut Yohanes Handojo, program KIPIN menggunakan basis kurikulum pendidikan mulai dari tingkat PAUD hingga SLTA.

Kehadiran solusi pembelajaran yang dapat berjalan tanpa internet menjadi relevan bagi sekolah-sekolah yang masih menghadapi keterbatasan jaringan. Dengan pendekatan ini, pemanfaatan teknologi pendidikan tidak harus selalu bergantung pada ketersediaan koneksi internet di lokasi sekolah.

KIPIN sendiri dikembangkan sebagai ekosistem pembelajaran digital yang menyediakan berbagai sumber belajar seperti buku, video, dan lainnya, hingga keperluan evaluasi digital untuk mendukung KBM, dengan teknologi digitalisasi secara offline atau tanpa internet. Konsep tersebut memungkinkan teknologi pembelajaran tetap dimanfaatkan di wilayah yang konektivitas internetnya belum memadai.

Bagi daerah 3T, pendekatan semacam ini dapat menjadi alternatif untuk memperluas akses terhadap sumber belajar digital tanpa menjadikan ketersediaan internet sebagai satu-satunya prasyarat.

Ilustrasi Pemerataan Pendidikan dengan Digitalisasi Tanpa Internet dari Sabang hingga Merauke dengan Kipin
Ilustrasi Pemerataan Pendidikan dengan Digitalisasi Tanpa Internet dari Sabang hingga Merauke dengan Kipin

Teknologi Harus Menjawab Kondisi Indonesia

Yohanes Handojo menekankan bahwa perluasan akses pendidikan harus mempertimbangkan kondisi geografis Indonesia yang sangat beragam. Kualitas pembelajaran, menurutnya, tidak semestinya terhambat hanya karena perbedaan lokasi dan keterbatasan jaringan internet.

Ia juga mengaitkan inisiatif tersebut dengan perhatian terhadap kualitas pendidikan Indonesia, termasuk capaian dalam Programme for International Student Assessment (PISA).

“Program KIPIN yang berbasis kurikulum dari tingkat PAUD sampai SLTA. Untuk memberikan jalan keluar bagi Bapak Presiden yang khawatir dengan rendahnya Programme for International Student Assessment (PISA) untuk Indonesia,” ujar Yohanes Handojo.

Karena itu, pemanfaatan teknologi pendidikan yang adaptif terhadap kondisi daerah dinilai penting. Digitalisasi pendidikan tidak selalu harus identik dengan pembelajaran yang sepenuhnya bergantung pada internet. Di wilayah dengan konektivitas terbatas, teknologi offline dapat menjadi salah satu pendekatan untuk memastikan sumber belajar tetap tersedia.

Dari Kesenjangan Akses Menuju SDM Unggul

Bagi FORMAS, pemerataan akses pendidikan merupakan bagian dari agenda yang lebih besar, yaitu membangun sumber daya manusia yang mampu menopang Indonesia menuju 2045.

Infografis Solusi Pendidikan Tanpa Internet untuk Daerah 3T
Infografis Solusi Pendidikan Tanpa Internet untuk Daerah 3T

Yohanes Handojo menyebut peluang Indonesia untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045 harus dikawal melalui persatuan, gotong royong, peningkatan kualitas SDM, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Dengan demikian, digitalisasi pendidikan bukan sekadar menghadirkan perangkat atau aplikasi ke sekolah. Yang lebih penting adalah memastikan teknologi tersebut benar-benar dapat digunakan dan memberikan manfaat bagi guru maupun peserta didik, termasuk mereka yang belajar di wilayah dengan keterbatasan konektivitas.

Inisiatif sosialisasi KIPIN untuk daerah 3T yang didorong FORMAS menjadi salah satu contoh bahwa pemerataan pendidikan membutuhkan solusi yang disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan.

Di tengah upaya Indonesia mempersiapkan generasi menuju 2045, memastikan setiap anak memiliki kesempatan memperoleh sumber belajar yang berkualitas baik di kota maupun di pelosok negeri menjadi bagian penting dari perjalanan menuju Indonesia Emas.

Mari dukung pendidikan Indonesia demi Generasi Emas 2045. Hubungi kami pada:
Web : kipin.id
Email : [email protected]
WA Chat : wa.me/6281233601047

Sumber: RRI.co.id, “FORMAS Sosialisasikan Aplikasi Pendidikan Tanpa Internet untuk Daerah 3T”
https://rri.co.id/nasional/2636345/formas-sosialisasikan-aplikasi-pendidikan-tanpa-internet-untuk-daerah-3t

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments