
Era digital menuntut transformasi dalam dunia pendidikan, tidak terkecuali di tingkat sekolah dasar. Namun, di SD Negeri 22 Tondongkura yang berlokasi di Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, proses pembelajaran sebelumnya masih sangat didominasi oleh metode konvensional yang bersifat satu arah. Meskipun sekolah ini telah berdiri sejak tahun 1979 dan telah menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar, sebagian besar guru serta siswa belum familiar dengan aplikasi pembelajaran digital dan belum memanfaatkan perangkat teknologi secara maksimal.
Menjawab tantangan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STKIP Andi Matappa hadir untuk melaksanakan program pengenalan dan pendampingan pemanfaatan aplikasi Kipin School. Program yang diinisiasi oleh Ilman Indra Ansyari bersama tim akademisi ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan teknologi serta mendorong lahirnya inovasi metode pembelajaran yang lebih interaktif dan efektif.
Aplikasi Kipin School 4.0 sendiri merupakan platform pendidikan berbasis Android yang menyediakan ribuan buku pelajaran digital, komik literasi, video edukasi, latihan soal interaktif, hingga fasilitas ujian daring. Melalui beragam fitur multimedia ini, materi pelajaran dapat diakses secara lebih fleksibel dan menarik, sehingga berpotensi meningkatkan keterlibatan serta membentuk kebiasaan berliterasi yang positif pada siswa.
Rangkaian kegiatan PKM ini dilaksanakan selama dua hari, tepatnya pada tanggal 23 dan 24 Juli 2025, dengan menggabungkan pendekatan teori serta praktik langsung. Tahap awal dimulai dengan survei lokasi dan koordinasi persiapan perangkat, dilanjutkan dengan metode ceramah-diskusi, latihan praktik mandiri, hingga simulasi mengajar langsung dalam konteks kelas yang sesungguhnya.
Pada hari pertama pelatihan, para guru dibimbing secara intensif untuk mengeksplorasi dan mengoperasikan berbagai fitur Kipin School menggunakan perangkat mereka masing-masing. Memasuki hari kedua, fokus kegiatan beralih pada tahap observasi dan evaluasi kelas, di mana tim pendamping memantau secara langsung bagaimana guru mengintegrasikan konten digital tersebut ke dalam proses belajar-mengajar harian.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan, antusiasme, serta kepercayaan diri guru dalam mengoperasikan media pembelajaran berbasis digital. Keberhasilan adopsi teknologi ini juga didukung kuat oleh komitmen penuh dari Kepala Sekolah dan iklim kerja yang kondusif di lingkungan sekolah.
Meskipun menunjukkan hasil yang positif, implementasi di lapangan masih menghadapi beberapa kendala teknis, seperti koneksi internet yang kurang stabil di beberapa ruang kelas, keterbatasan spesifikasi perangkat, serta kebutuhan waktu adaptasi bagi guru. Oleh karena itu, keberlanjutan program ini memerlukan langkah penguatan infrastruktur jaringan internet, pengadaan perangkat yang memadai, serta pelatihan dan pendampingan berkala bagi para tenaga pendidik.
Mari dukung peningkatan pendidikan generasi muda Indonesia, Hubungi kami pada:
Web : kipin.id
Email : [email protected]
WA Chat : wa.me/6281233601047

