Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital

Fenomena Pendidikan

Solusi Belajar Gratis, Mudah dan Cepat Saat Minim Dampingan Guru, Khususnya di Daerah Terpencil Indonesia

para siswa di kepulauan aru

Kegiatan belajar-mengajar di kelas baru akan terlaksana jika dua pihak, guru dan murid sama-sama hadir dalam satu tempat dan waktu. Idealnya, guru dan murid saling berinteraksi membahas pelajaran. Guru bertanggung jawab atas kekayaan materi pelajaran, skill sekaligus karakter yang dimiliki para murid. Maka secara tidak langsung, guru merupakan agen utama pembentuk generasi bangsa. Kualitas bangsa bergantung pada kualitas pendidikannya.

Sayangnya, hal ini belum dijadikan pedoman bagi para guru di sekolah-sekolah Kabupaten Kepulauan Aru. Menurut berita yang dilansir dari Kompas (edisi senin, 15 Mei 2017 hal. 01), sejumlah guru meninggalkan sekolah selama berbulan-bulan. Jarak, transportasi dan akomodasi menjadi kendala bagi mereka untuk bisa datang ke sekolah setiap hari. Pasalnya, guru-guru yang berstatus pegawai negeri sipil ini bertempat tinggal di Dobo, ibu kota kabupaten. Perlu waktu 8 – 12 jam menggunakan kapal motor, untuk menempuh perjalanan hingga sampai ke sekolah tempat mereka mengajar.

Anak-anak masyarakat Kepulauan Aru di depan sekolah

Kompas menyebutkan, guru hanya akan datang ke sekolah saat menjelang ujian semester dan ujian nasional. Selama guru tak di lokasi, kegiatan belajar murid didampingi oleh beberapa guru honorer dan peserta program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal. Alhasil, sebagian besar murid di Aru belum lancar membaca, menulis dan berhitung. Salah seorang murid SMP, Jeky Sogalrey, bahkan masih kesulitan membaca kata yang terdiri lebih dari empat huruf.

Persoalan serupa juga banyak dijumpai khususnya di daerah terpencil Papua, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Sumatera Utara. Kondisi yang memprihatinkan ini seakan semakin menggugah pendidikan.id untuk terus berkarya. Tujuannya, agar murid tetap dapat belajar meski terbentang jarak geografis antara guru dan murid. Bagaimana tidak, hanya dengan satu layar saja para murid sudah bisa mengakses Video Pendidikan Indonesia (VPI). Meski belum lancar membaca, melalui penjelasan lisan dalam VPI setidaknya mampu membantu mereka untuk memahami konsep materi.

Video Pendidikan Indonesia (VPI) bisa diakses dan diunduh secara gratis

VPI dirancang sebagai bentuk audio visual dari materi-materi dalam buku pelajaran. Video-video karya pendidikan.id ini dikemas menarik secara visual dengan durasi yang tak begitu panjang, antara 15 – 40 menit. VPI dapat menjadi solusi cara belajar para murid ketika tak ada dampingan guru. Sedangkan bagi murid yang sudah lancar membaca, bisa membaca buku-buku pelajaran juga pada layar gadget yang sama. Buku Sekolah Digital (BSD), salah satu fitur dalam pendidikan.id, menyediakan lebih dari 2000 buku pelajaran secara gratis.

Selain gratis, VPI dan BSD dapat diakses secara offline, tanpa jaringan internet. Caranya yaitu dengan mengunduhnya terlebih dahulu, sehingga dapat tersimpan dan dibuka kembali di lain kesempatan. Setelah itu, file VPI dan BSD bisa dicopy-paste ke gadget-gadget murid yang lainnya. Sehingga, proses distribusi bahan belajar dari pendidikan.id juga cenderung lebih mudah dan cepat. Setidaknya, hal ini dapat cukup membantu para murid daerah terpencil dalam belajar meski minim dampingan guru. Pendidikan.id saat ini telah membantu proses belajar ratusan ribu murid di Indonesia, yang dibuktikan dengan jumlah pengunduh di MobileApps dan banyaknya testimoni pengguna.

Mengenai rentetan kendala pada jalannya pendidikan Indonesia, Ginting Satyana Dirut pendidikan.id mengatakan, “Sebagai negara yang masih berjalan dalam perkembangan, menyelesaikan satu-per-satu masalah memang sulit. Maka ini tugas kita semua untuk membantu agar pendidikan berjalan dengan lebih mudah.” Karya pendidikan.id untuk bangsa ini diharapkannya dapat menjadi solusi terbaik krisis pendidikan, terutama daerah terpencil. Namun, saat mengerjakan karya dengan tujuan yang mulia, menurutnya janganlah cepat berpuas diri. Oleh karena itu, Ginting memastikan bahwa tim pendidikan.id akan terus mengembangkan diri, agar mampu menjadi partner bangsa dalam  pembangunan generasi bangsa. (wr/ed: Lia)

 

 

 

news’ source: Kompas cetak edisi senin, 15 Mei 2017 hal. 01

picture’s source: http://www.mongabay.co.id/2014/12/20/nasib-kepulauan-aru-habis-tebu-terbitlah-izin-hph/

Most Popular

To Top