Rabu, Juli 24, 2024
spot_img
BerandaPendidikan IndonesiaTantangan Digitalisasi Sekolah di Indonesia: Kesenjangan Akses Internet dan Minimnya Materi Pembelajaran...

Tantangan Digitalisasi Sekolah di Indonesia: Kesenjangan Akses Internet dan Minimnya Materi Pembelajaran Digital

Siswa Siswi SMPN 2 Serawai berusaha mendapatkan sinyal dengan membangun antena

Siswa Siswi SMPN 2 Serawai berusaha mendapatkan sinyal dengan membangun antena

SITUASI

Indonesia tengah gencar mendorong digitalisasi di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Namun, upaya ini menghadapi tantangan besar, terutama terkait dengan akses internet yang tidak merata di seluruh wilayah. Banyak daerah, khususnya di pedesaan, terkendala dengan keterbatasan atau bahkan ketiadaan internet. Selain itu, para guru juga mengalami kesulitan dalam mencari materi pembelajaran yang sesuai untuk diterapkan dalam metode pengajaran digital.

MASALAH

Kesenjangan akses internet yang tidak merata berdampak pada kesenjangan kesempatan belajar yang diterima siswa. Siswa di kota besar yang memiliki akses internet yang baik berpeluang untuk memanfaatkan berbagai platform dan materi pembelajaran digital. Sebaliknya, siswa di daerah tertinggal dan 3T semakin tertinggal karena keterbatasan akses tersebut.

Minimnya materi pembelajaran digital yang berkualitas dan mudah diakses juga menjadi kendala. Para guru seringkali harus mencari dan mengadaptasi sendiri materi yang ada, yang memakan waktu dan tenaga. Hal ini bisa berdampak pada kualitas pembelajaran secara keseluruhan.

PERTANYAAN

Bagaimana cara mengatasi kesenjangan akses internet dan minimnya materi pembelajaran digital di sekolah-sekolah agar pemerataan pendidikan bisa tercapai dengan cepat?

Tantangan Digitalisasi Sekolah di Indonesia Kesenjangan Akses Internet dan Minimnya Materi Pembelajaran Digital

Tantangan Digitalisasi Sekolah di Indonesia Kesenjangan Akses Internet dan Minimnya Materi Pembelajaran Digital

SOLUSI

Pemikiran tradisional mengatakan untuk “memperluas infrastruktur internet: Pemerintah bisa berupaya memperluas infrastruktur internet, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).” Namun sayangnya hal ini memerlukan waktu yang sangat lama, artinya digitalisasi sekolah daerah 3T harus menunggu sepuluh tahun lagi atau lebih baru bisa memulai pemerataan dan itu akan membahayakan pencapaian Indonesia Emas 2045.

Pemikiran lebih baik dan disruptif serta berbeda dengan diatas:

  • Mengembangkan ketersediaan materi pembelajaran digital yang offline: Pemerintah dapat bekerja sama dengan perusahaan teknologi lokal yang memiliki keahlian dalam mengembangkan materi pembelajaran digital yang dapat diakses dan digunakan secara offline di sekolah. Sumber pembelajaran digital ini disimpan di server lokal sekolah yang bisa di akses lewat wifi oleh semua siswa tanpa memerlukan internet.
  • Meningkatkan kapasitas guru dalam menggunakan teknologi digital: Para guru perlu dibekali sekarang tanpa menunggu ketersedian infrastruktur internet dengan aplikasi digital offline yang hybrid untuk pelatihan dan pendampingan yang memadai untuk dapat memanfaatkan teknologi digital secara efektif dalam proses pembelajaran.
Pelaksanaan Ujian Digital di SMPN 2 Serawai Memanfaatkan Kipin dipadukan dengan Chromebook yang dimiliki Sekolah

Pelaksanaan Ujian Digital di SMPN 2 Serawai Memanfaatkan Kipin dipadukan dengan Chromebook yang dimiliki Sekolah

Solusi diatas dikenal dengan nama kios pintar KIPIN sebuah server intelijen mandiri yang berfungsi sebagai sumber pembelajaran digital untuk sekolah tanpa harus menunggu sampai internet tersedia, sehingga pembinaan kapasitas digital guru dapat ditingkatkan secepat mungkin. 

Penerapan digitalisasi di sekolah-sekolah di Indonesia dapat menjadi lebih efektif dengan adanya support pemerintah yang merangkul semua pihak dengan adopsi produk KIPIN yaitu Kipin Classroom dan Kipin MAX untuk memampukan sekolah menjalankan digitalisasi pembelajaran tanpa internet. Ini akan membantu dalam meratakan akses pendidikan sehingga tidak ada siswa yang terpinggirkan karena kendala aksesibilitas dan kurangnya sumber daya.

More Information:
Email : [email protected]
Chat : http://wa.me/6281233601047
Web : http://kipin.id

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments