HomePendidikan IndonesiaPendidikan Gratis Presiden Prabowo: Tantangan Mewujudkan Sekolah Negeri Gratis hingga Perguruan Tinggi

Pendidikan Gratis Presiden Prabowo: Tantangan Mewujudkan Sekolah Negeri Gratis hingga Perguruan Tinggi

Infografis Alternatif Efisiensi Wujudkan Program Pendidikan Gratis di Indonesia
Infografis Alternatif Efisiensi Wujudkan Program Pendidikan Gratis di Indonesia

Dalam pidatonya di acara Puncak Peringatan HUT ke-28 PAN di JICC, Jakarta, Jumat 18 September 2026, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa biaya pendidikan di satuan pendidikan negeri, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga universitas, harus digratiskan. Beliau bahkan menyatakan akan segera menggelar rapat terbatas untuk membahas langkah konkretnya.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan turut menegaskan bahwa pendidikan berkualitas tidak boleh menjadi kemewahan yang hanya dinikmati anak-anak di kota besar atau keluarga mampu. Pendidikan adalah hak setiap warga negara sekaligus fondasi menyiapkan generasi muda menghadapi masa depan.

Wacana ini disambut baik masyarakat, namun mewujudkannya bukan perkara sederhana. Jumlah siswa jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 50 juta anak, setara populasi sebuah negara berukuran menengah. Skala inilah yang membuat penggratisan pendidikan negeri menjadi tantangan logistik dan anggaran yang sangat besar.

Salah satu komponen biaya terbesar dan berulang setiap tahun adalah pengadaan buku pelajaran cetak. Mencetak dan mendistribusikan buku ke puluhan juta siswa di seluruh pelosok negeri bisa menelan biaya puluhan triliun rupiah per tahun dan itu baru untuk buku saja, belum termasuk alat tulis, seragam, sarana praktik, hingga infrastruktur sekolah lainnya.

Jika pemerintah ingin benar-benar menggratiskan pendidikan negeri, pos anggaran untuk materi belajar ini perlu dipikirkan ulang. Model lama yaitu pencetakan ulang buku setiap tahun karena kurikulum berubah atau buku rusak dan hilang, jelas tidak efisien untuk diterapkan berkelanjutan dalam skala nasional.

Di sinilah teknologi digital menjadi solusi paling masuk akal. Alih-alih terus mencetak jutaan eksemplar buku, konten pembelajaran bisa didistribusikan secara digital: sekali investasi perangkat, kontennya bisa dipakai berulang, diperbarui dengan mudah, tanpa biaya cetak yang membengkak setiap tahun. Tantangannya, banyak sekolah di Indonesia masih terkendala akses internet, terutama di daerah 3T.

Ilustrasi Digitalisasi Pembelajaran Tanpa Internet untuk Pemerataan Pendidikan di Seluruh Indonesia
Ilustrasi Digitalisasi Pembelajaran Tanpa Internet untuk Pemerataan Pendidikan di Seluruh Indonesia

Menariknya, solusi untuk masalah ini sudah tersedia dan sudah digunakan banyak sekolah, yaitu Kipin Classroom dan Kipin MAX. Memenuhi kebutuhan primer KBM mulai dari proses belajar hingga evaluasi. Di dalam Kipin telah berisi ribuan konten pendidikan untuk semua jenjang mulai dari buku pelajaran Kemendikdasmen, video pengajaran, latihan soal, komik literasi pendidikan, bahkan konten pembelajaran khusus anak. Tidak hanya itu, dilengkapi juga dengan software evaluasi/asesmen digital khusus sesuai keperluan guru dan siswa Indonesia

Dikembangkan dengan mempertimbangkan beragam kondisi sekolah di Indonesia, termasuk wilayah 3T, Kipin Classroom dan Kipin MAX dapat beroperasi secara offline tanpa bergantung pada koneksi internet. Dengan demikian, sekolah tetap dapat memanfaatkan konten pembelajaran dan menjalankan proses evaluasi digital secara efektif dan maksimal meski berada di wilayah dengan akses internet yang terbatas maupun tidak ada internet sekalipun.

Kombinasi keduanya menjawab persis kebutuhan dari wacana pendidikan gratis ini: mudah digunakan tanpa keahlian teknis khusus, murah karena cukup sekali investasi perangkat dibanding mencetak ulang buku tiap tahun, siap pakai karena kontennya sudah sesuai kurikulum, serta aman dan tetap berjalan tanpa internet sehingga sekolah di daerah tanpa sinyal pun bisa menikmati pembelajaran digital yang setara.

Niat Presiden Prabowo menggratiskan biaya pendidikan negeri dari SD hingga universitas adalah langkah yang patut diapresiasi. Namun mewujudkannya untuk sekitar 50 juta siswa dengan model lama akan sangat berat dari sisi anggaran maupun logistik. Digitalisasi pembelajaran lewat solusi yang sudah terbukti seperti Kipin Classroom dan Kipin MAX bisa menjadi salah satu kunci agar cita-cita pendidikan gratis dan merata ini benar-benar terwujud, bukan hanya di kota besar, tapi juga di sekolah-sekolah pelosok yang selama ini sulit mengakses internet.

Mari dukung peningkatan pendidikan generasi muda Indonesia, Hubungi kami pada:
Web : kipin.id
Email : [email protected]
WA Chat : wa.me/6281233601047

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments