Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital

Event Pendidikan

Allan Schneitz: Indonesia Berpotensi Jadi Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik Seperti Finlandia

allan schneitz guru teladan guru besar finlandia pakar pendidikan finlandia
allan schneitz sistem pendidikan terbaik finlandia pakar pendidikan

Allan Schneitz saat menyampaikan materinya dalam acara seminar “Joy of Learning.”

Pakar pendidikan Finlandia, Allan Schneitz kembali adakan seminar pendidikan di Indonesia. Kali ini Allan menyapa para guru Kota Surabaya di Ciputra Hall pada Sabtu (27/02/2018). Seminar yang bertajuk Joy of Learning with Allan Schneitz itu dihadiri sekitar 800 guru dari hampir seluruh sekolah di Surabaya, mulai dari jenis sekolah internasional, negeri maupun swasta. Masing-masing guru merupakan perwakilan dari guru biologi dan guru pendidikan agama Islam, Kristen, Hindu serta Buddha.

Ada dua materi yang disampaikan dalam seminar ini. Materi pertama menyuguhkan tema ‘Kita Guru Pancasila’ yang dibawakan oleh Mahnan Marbawi, Ketua Umum AGPAII (Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia). Marbawi menyampaikan tentang begitu pentingnya pancasila dalam menyatukan berbagai macam agama, suku, etnis dan budaya di Indonesia. Ia mengajak para guru untuk menghidupkan kembali Pancasila mulai dari lingkup sekolah. Tidak hanya mengajarkan, namun juga mengimplementasikan nilai Pancasila dalam hidup sehari-hari. “Menjunjung tinggi Pancasila bukan berarti menggantikan norma agama. Tapi sebaliknya, menjunjung Pancasila sama dengan menerapkan norma semua agama,” tukasnya.

allan schneitz mahnan marbawi sistem pendidikan indonesia, pentingnya pendidikan pancasila

Mahnan Marbawi dan Allan Schneitz menerima bingkisan di penghujung acara seminar.

Materi kedua yang menjadi topik utama disampaikan oleh Allan Schneitz dengan mediasi penerjemah. Allan membeberkan kriteria pembelajaran yang diterapkan di Finlandia, yang menghantarkannya menjadi negara dengan sistem pendidikan terbaik dunia. Poin pentingnya adalah sekolah harus dapat menciptakan lingkungan dan suasana belajar yang menyenangkan bagi para siswa. Belajar yang seru tidak menitikberatkan pada materi saja, melainkan cenderung pada kegiatan-kegiatan yang ringan namun memacu interaksi dan kreativitas anak.

Selama berada di Indonesia, Allan berusaha mengeksplor kegiatan belajar yang dilakukan di sekolah-sekolah di Indonesia khususnya Surabaya. Lalu ia membandingkannya dengan kegiatan belajar yang berjalan di Finlandia. Hasilnya, ia menemukan sebagian besar kesamaan. “Indonesia memiliki potensi kuat untuk menjadi yang terbaik di dunia. Hanya saja Indonesia masih membutuhkan sebuah sistem terstruktur yang mewadahinya,” tegasnya.

yasin wijaya pastor pendidikan pejuang pendidikan seminar pendidikan

Ps. Yasin Wijaya saat menyampaikan sambutan dan harapan yang dicapai melalui acara seminar “Joy of Learning.”

Setelah membeberkan tips dan berbagai hal yang perlu diperhatikan, di akhir materi Allan menyampaikan pesan kepada seluruh tenaga pendidik yang hadir. “Jadi jangan kehilangan kesempatan untuk menjadi negara dengan siswa-siswi yang paling bahagia sedunia!” ucapnya. Menurut Allan para guru harus mempersiapkan siswa yang tangguh dan berkarakter untuk menyongsong era masa depan, di mana manusia tidak lagi bersaing dengan manusia melainkan dengan artificial intelligence dan robotic.

Ps. Yasin Wijaya, Ketua Yayasan Indonesia Sejahtera Berkat sebagai penyelenggara acara, berharap para guru tidak hanya sekedar mendapatkan wawasan baru namun juga menerapkannya di dunia pendidikan. “Berapapun harga yang didapatkan, para guru tetap harus memiliki komitmen kuat untuk menyiapkan generasi yang berkualitas,” harapnya.

 

 

Apa tanggapan Allan Schneitz dan Mahnan Marbawi tentang e-Learning?

Di akhir acara, pendidikan.id mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai pembicara secara langsung. Saat ditanya mengenai e-Learning, berikut tanggapan beliau:

Mahnan Marbawi

Teknologi adalah perubahan yang tidak bisa kita tolak, melainkan akan menjadi kebutuhan manusia. Namun dalam prakteknya, e-Learning tetap harus dilakukan dengan pendampingan dari bapak-ibu guru. Penggunaan e-Learning yang memberikan knowledge, ditambah dengan pembangunan karakter dari guru. Hal ini akan menjadi perpaduan yang seimbang di era digital.

Allan Schneitz

Teknologi telah menjadi bagian hidup kita, dan merubah kebiasaan kita dalam berkomunikasi secara total. Kini yang menjadi tugas para guru dan orang tua adalah untuk mendampingi anak-anak, agar dapat menggunakan teknologi dengan baik. Tidak hanya sekedar menggunakannya seperti biasa, tapi bisa juga dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan yang baik. Bisa juga dimanfaatkan untuk mengakses buku-buku elektronik, atau mengangkat kasus-kasus hoaks/penyalahgunaan lainnya untuk pembelajaran critical thinking.

 

Pendidikan.id merupakan portal pendidikan yang menyediakan ribuan buku pelajaran, ratusan komik literasi, latihan soal, dan video pendidikan dalam bentuk digital. Semua bisa diakses streaming ataupun diunduh secara GRATIS, sehingga anak-anak Indonesia bisa mendapatkan pendidikan kapan pun dan di mana pun dengan mudah. (wr/ed: Lia)

Most Popular

To Top