Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital

Teknologi Digital

Program “paket combo” Bantu Jutaan Siswa Indonesia untuk Gapai Pendidikan Murah Bahkan Gratis

Aplikasi Buku Sekolah Digital

Pohon pendidikan, sebagai tampilan menu utama pendidikan.id di mobile apps

Teknologi digital semakin marak digunakan di segala aspek kehidupan manusia. Di tengah berkembang pesatnya teknologi, pendidikan justru belum dapat dilaksanakan secara efektif dan menyeluruh oleh siswa-siswi Indonesia. Berbagai masalah hadir menjadi penghambat kemajuan pendidikan. Seperti mahalnya biaya pendidikan dan malasnya anak untuk belajar, karena lebih tertarik bermain gadget.

Permasalahan ini mendorong lahirnya pendidikan.id, portal buku dan belajar digital. Berangkat dari mimpi untuk memajukan pendidikan Indonesia, Ginting Satyana, direktur pendidikan.id mulai merintis sebuah proyek besar pada 2009. Proyek yang sangat membantu pendidikan jutaan siswa di Indonesia. Tidak lain, proyek tersebut yaitu BukuSekolahDigital.com atau BSD, sebagai bagian awal dari pendidikan.id.

Lebih dari 2000 buku pelajaran untuk SD, SMP, SMA dan SMK kini ada dalam satu genggaman melalui BSD. “Masyarakat tidak perlu membayar, karna BSD hadir gratis untuk siswa-siswi Indonesia,” ujar Ginting.  BSD bisa diakses melalui portal website pendidikan.id, ataupun diunduh dari aplikasi smartphone berbasis android, iOS dan windows. Koleksi buku yang lengkap dari berbagai mata pelajaran, berbasis kurikulum 2006 sekaligus 2013, membuat BSD semakin unggul dan sangat diminati oleh guru & siswa dari seluruh pelosok tanah air.

Tampilan mobile apps pendidikan.id pada gadget

Setelah Buku Sekolah Digital berjalan dengan bagus, sebagai pengembangan serta kontribusi yang lebih di dunia pendidikan, pendidikan.id meluncurkan invovasi baru yang juga sangat berguna bagi jutaan siswa Indonesia. Inovasi tersebut berupa tryout online dan video pembelajaran. “Semua latihan soal dan materi video disampaikan oleh guru-guru resmi & profesional. Kami bekerjasama dengan beberapa sekolah unggulan dan Ikatan Guru Indonesia,” ungkap Ginting. Beberapa sekolah unggulan tersebut dicontohkannya UNESA dan SD Pembangunan Jaya 2.

Video pembelajaran yang dinamakan Video Pendidikan Indonesia (VPI) ini, mengusung konsep yang berbeda dari video-video pembelajaran lainnya. VPI dirancang untuk menjadi bentuk visualisasi dari buku pelajaran sesuai kurikulum 2013, seperti yang biasa digunakan siswa di kelas. Hal ini, disampaikan Ginting, bertujuan agar VPI dapat menjadi acuan utama belajar anak sebagai pengganti buku pelajaran cetak. “Istilahnya, yang biasanya membaca buku, kini bisa menonton video pendidikan namun itu sekaligus sama dengan belajar” ujarnya.

Kumpulan Video Pendidikan Indonesia (VPI) di youtube.pendidikan.id

Setelah membaca materi melalui BSD, dan mendapatkan penjelasan guru lewat VPI, siswa dapat mengasah kemampuannya dengan mengerjakan latihan-latihan soal. Bagi siswa yang akan menghadapi UNBK, bisa berlatih lewat ratusan paket tryout yang telah disediakan. Jawaban kemudian bisa dievaluasi secara langsung, karena akan muncul perhitungan salah dan benar di akhir pengerjaan tryout.

Sama halnya seperti BSD, tryout online dan video pembelajaran dapat diakses secara gratis oleh siapa saja, yang memiliki keinginan besar untuk belajar. “Belajar itu kan keinginan paling mulia, hak paling mendasar setiap manusia untuk menjalani hidup. Kami ingin mewujudkan impian, bahwa setiap orang kini dapat belajar dengan mudah dan gratis,” demikian harapan Ginting. Siswa-siswi tak perlu lagi dibebani dengan biaya buku cetak, karena realitanya masih banyak anak-anak Indonesia yang tak mampu.

Halaman depan try out online di tryout.pendidikan.id

Pendidikan.id hadir seolah sebagai satu paket pembelajaran bagi siswa-siswi Indonesia. Tujuannya, agar siswa dapat belajar secara mandiri kapan dan di manapun mereka berada. “Di rumah, di jalan atau bahkan di kelas ketika guru mereka sedang tidak masuk. Ada VPI yang siap menjadi guru kelas atau guru les mereka, BSD sebagai buku pelajaran, lalu berlatih melalui latihan soal dan try out. Bahkan, ke depan juga akan terus dikembangkan sesuai tuntutan kebutuhan siswa,”  jelasnya.

Selain itu, pendidikan.id juga bisa menjadi jawaban atas fenomena digitalisasi yang kini semakin merebak. Anak menjadi lebih suka menghabiskan waktu di depan gadget, entah untuk hiburan, berkomunikasi ataupun mencari informasi. Anak tidak lagi tertarik untuk membuka buku pelajaran, baik untuk belajar atau mengerjakan soal. “Maka, mengapa tidak kita ciptakan era baru pula di dunia pendidikan? Era baru di mana anak menjadi tak malas lagi untuk belajar, karena menemukan media baru yang sesuai dengan minat mereka,” ungkap Ginting, tepat di Hari Pendidikan Nasional (02/05/2017), di kantor pendidikan.id. (wr/ed: Lia)

Most Popular

To Top