Jumat, Maret 1, 2024
spot_img
BerandaKomik PendidikanCintai Lingkungan Sekitar dengan Menjauhkan Sampah dari Tempat Tak Semestinya, Simak...

Cintai Lingkungan Sekitar dengan Menjauhkan Sampah dari Tempat Tak Semestinya, Simak Lebih Lanjut Dalam Komik Pendidikan

Kondisi kampung Bengek, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. (Sumber : Kompas.com/Garry Lotulung)
Kondisi kampung Bengek, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. (Sumber : Kompas.com/Garry Lotulung)

Pada tahun 2019, media berita CNN Indonesia melangsungkan survey di salah satu wilayah di Jakarta Utara untuk melihat kawasan terkumuh nomor satu menurut data BPS DKI Jakarta. Kampung tersebut terdapat di RW 17  Muara Baru, Penjaringan, kota Jakarta Utara. Kampung ini berdiri di atas rawa yang membeku karena timbunan sampah. Tidak hanya kampung Bengek, BPS DKI Jakarta juga mencatat sebanyak 445 RW atau 86% dari 521 RW di Jakarta dinyatakan sebagai kawasan kumuh yang tersebar di banyak titik.

Tim Mongabay Indonesia, pada tahun 2022, melakukan survei sebuah lokasi tepatnya di desa Tanjung Uma. Kampung yang juga dijuluki sebagai kampung terkotor adalah Kampung Terapung Agas, desa Tanjung Uma, Lubuk Baja, kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Kampung tersebut menjadi kampung yang penuh dengan tumpukan sampah dimana sampah yang berasal dari daratan (pusat perbelanjaan Kota Batam) dan juga sampah laut yang terbawa air pasang surut. Banyaknya sampah yang terbawa air laut telah mengendap bertahun-tahun di daratan. Laut yang dulunya bersih dan memiliki ekosistem baik, kini menjadi kotor dan menghitam. Nelayan pun tidak dapat  mencari ikan seperti aktivitasnya dulu kala.

Penampakan kampung Terapung Agas, Desa Tanjung Uma, Lubuk Baja Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau (Photo by: Yogi Eka Sahputra Mongabay.co.id)
Penampakan kampung Terapung Agas, Desa Tanjung Uma, Lubuk Baja Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau (Photo by: Yogi Eka Sahputra Mongabay.co.id)

Salah satu warga warga desa Tanjung Uma mengungkapkan bahwa pada tahun 1979, pantai di Tanjung Uma masih lestari. Kini sekitar 60 % sampah yang masuk ke desa tersebut berasal dari luar baik dari daratan maupun terbawa laut, dan 40 % berasal dari masyarakat di desa itu sendiri yang membuang sampah sembarangan. Upaya yang dilakukan mulai dari gotong royong, memasang jaring, dan membersihkan sampah bersama-sama, namun tetap saja sampahnya datang kembali. hal ini menyebabkan kampung Tanjung Uma susah untuk terhindar dari permasalahan sampah.

Melalui penjabaran di atas, diketahui penyebab utama dari pencemaran lingkungan adalah kurangnya kesadaran diri dari setiap masyarakat untuk menjaga lingkungan. Salah satunya adalah membuang sampah yang tidak pada tempatnya. Padahal, menjaga lingkungan merupakan tugas setiap orang  untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang sehat, bebas dari limbah sampah, dan bau tidak sedap. Lingkungan yang kotor memicu datangnya berbagai bakteri yang membawa penyakit seperti demam berdarah, muntaber, malaria, dan lainnya. 

Dengan lingkungan yang sehat, kita tidak akan mudah terserang berbagai jenis penyakit. Tidak hanya  terhindar dari penyakit, kebersihan lingkungan juga sangat berpengaruh terhadap kenyamanan. Keindahan dan keasrian lingkungan yang nantinya membawa kedamaian dalam kehidupan kita. Semua itu dapat kita raih yaitu dengan melakukan perbuatan kecil dan sederhana, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan di sekitar kita  dengan cara  membuang sampah pada tempatnya, mengurangi pemakaian sampah plastik, dan mendaur ulang sampah menjadi barang yang bermanfaat. 

Halaman depan komik literasi ‘Kampungku Bukan Kampung Sampah’

Pendidikan.id sebagai platform yang berperan meningkatkan mutu pendidikan melalui digitalisasi teknologi, menyediakan konten pendidikan yang beragam. Terdapat beragam komik literasi yang tidak hanya memberikan cerita dan ilustrasi, tetapi juga memberikan pesan moral dan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi pembaca. 

Salah satu komik Pendidikan.id yang berjudul “Kampungku bukan Kampung sampah” menceritakan tentang sebuah kampung yang bernama Kampung Sukalarang tepatnya di kawasan Jawa Tengah. Dimana kampung ini yang dulunya merupakan kampung yang sangat bersih dengan udara yang segar. Akan tetapi, dengan bertambahnya penduduk di kampung tersebut mengakibatkan banyak sampah dan polusi udara karena asap kendaraan. Ketua RT dari kampung Sukalarang melakukan penyuluhan dengan menerapkan 3 cara yaitu 3R (Reuse, Reduce, Recycle). Tujuannya adalah untuk menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama maupun fungsi yang lainnya, meminimalkan jumlah sampah yang dihasilkan, mendaur ulang sampah menjadi barang yang bermanfaat. Dengan cara tersebut maka kampung Sukalarang bisa menangani sampah yang menjadi permasalahan di kampung tersebut. 

Lingkungan yang bersih serta sehat dapat membuat para penghuninya nyaman dan kesehatan tubuhnya terjaga dengan baik. Alasannya tentulah mengarah pada keberagaman kegiatan hidup manusia dalam memenuhi kebutuhannya. komik “Kampungku bukan Kampung sampah” mengajarkan kita untuk menjaga lingkungan bukan hanya di lingkungan tempat kita berada tapi dimanapun kita pergi. Tanamkan dalam diri masing – masing bahwa lingkungan yang bersih dapat memberikan pengaruh positif terhadap diri kita sendiri.

Cuplikan isi komik literasi 'Kampungku Bukan Kampung Sampah'
Cuplikan isi komik literasi ‘Kampungku Bukan Kampung Sampah’

Info lebih lanjut tentang Kipin, kunjungi:
Website  : https://kipin.id/
Email : [email protected]
WA chat only : https://wa.me/6281233601047

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments