Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital

Komik Pendidikan

Komik Pendidikan: Awas Bahaya Perundungan di Sekolah, Kurangi dengan Bacaan Komik Literasi ‘Ayo Lawan Si Bully!’

komik literasi, komik pendidikan
komik literasi, komik pendidikan

Cuplikan isi komik literasi ‘Ayo, Lawan Si Bully!’

Budi menangis di tepi jalan saat akan berangkat ke sekolah. Mira yang kebetulan lewat jalan itu, menanyakan apa yang terjadi pada Budi. Ternyata Budi menangis karena mendapat ancaman dari temannya, Doni. Ia diancam melalui media sosial agar hari ini membawa uang untuk Doni. Karena itulah, Budi tidak berani pergi ke sekolah. Mendengar hal ini, Mira memberikan motivasi bahwa Budi harus berani melawan Doni. Mira pun mengajak Budi berangkat sekolah bersama-sama.

Di tengah perjalanan menuju sekolah, Budi dan Mira melihat sekelompok anak laki-laki merebut tas seorang anak perempuan. Ternyata, mereka semua adalah teman sekelas Budi! Anak perempuan itu bernama Rina, dan sekelompok anak laki-laki itu Doni serta teman-temannya. Budi memberanikan diri untuk melawan Doni, dan merebut kembali tas Rina. Tapi Doni menjadi lebih berani dan hampir memukuli Budi. Melihat hal ini, Mira segera menelepon polisi. Doni dan teman-temannya ketakutan, lalu kabur. Rina dan Budi selamat, namun peristiwa ini membuat Rina trauma. Ia ketakutan dan tak mau lagi pergi ke sekolah.

Kejadian yang disebut pembullyan/perundungan ini kerap terjadi di lingkungan sekolah. Yakni di mana satu atau segerombolan anak bertindak kekerasan atau melecehkan satu anak yang lain. Perundungan bisa mengakibatkan korban menjadi stres, depresi, trauma, minder, malu, tertekan hingga bunuh diri. Bahkan, perundungan dalam bentuk kekerasan dapat membuat korban terluka fisik dan meninggal. Hal ini tentu saja menjadi kekhawatiran tersendiri bagi orang tua, mengingat mereka tidak bisa sepenuhnya mengikuti kegiatan anak di sekolah.

komik literasi, komik pendidikan

Cover komik literasi ‘Ayo, Lawan Si Bully!’

Cerita perundungan yang dilakukan oleh Doni diterbitkan dalam bentuk komik literasi digital berjudul ‘Ayo Lawan Si Bully!’ Komik ini menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan anak-anak jika mengalami perundungan. Anak-anak harus berani menatap mata lawan, dan mengatakan dengan tegas bahwa perbuatan mereka tidak terpuji. Acuh tak acuh juga menjadi cara yang baik agar anak tidak merasa tertekan dengan apa yang mereka alami. Namun di lain kesempatan, mereka juga harus melaporkan kejadian itu kepada orang tua, guru atau bahkan polisi.

Komik ini bertujuan untuk mengedukasi anak tentang kejadian-kejadian yang mengarah pada penindasan dan pelecehan. “Mungkin selama ini, anak-anak hanya diam dan menangis saat ditindas oleh teman-temannya. Namun melalui komik ini, diharapkan anak-anak mulai mampu berdiri dan melawannya,” jelas Nita, perwakilan dari Komik.Pendidikan.id. Tujuan akhirnya, edukasi ini dapat mengurangi dan mencegah tingginya angka perundungan di Indonesia. Mengingat, beberapa kasus perundungan yang pernah terjadi di Indonesia menyebabkan kematian pada anak.

Komik ‘Ayo Lawan Si Bully!’ dapat dibaca dan didownload gratis di komik.pendidikan.id atau langsung dari http://bsd.pendidikan.id/data/komik/. Bisa juga didownload di aplikasi Buku Sekolah Digital melalui smartphone dengan membuka menu komik pendidikan.

Komik pendidikan dibuat khusus oleh Pendidikan.id untuk menjadi bahan literasi bacaan yang bermutu, positif dan menarik bagi anak-anak Indonesia mulai dari usia 3 – 12 tahun. Selain bisa untuk dibaca anak-anak, komik ini sangat cocok sebagai bahan berdongeng bagi orang tua. Sehingga orang tua tak perlu lagi membeli banyak buku untuk mencari bahan dongeng, melainkan cukup dari tablet atau smartphone. Semua komik dapat diakses secara gratis, baik melalui website ataupun aplikasi smartphone. Yuk, baca cerita Doni si tukang bully di komik pendidikan!

Most Popular

To Top