Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital

Event Pendidikan

Taman Baca Pelangi dan Komik Pendidikan, Bukti Perjuangan Literasi Warga Kelurahan Bulak Surabaya

kegiatan literasi, gerakan literasi, kampung literasi

Masyarakat Indonesia semakin aktif memperjuangkan literasi. Pendirian Taman Baca Pelangi menjadi salah satu buktinya. Taman Baca yang berada di RT 05/RW 02 Kelurahan Bulak Surabaya ini diresmikan dan dibuka pada Senin, 12 Agustus 2019. Peresmian dipimpin oleh Guthe Suryanata, Ketua RT 05 dengan memotong pita sebagai simbol dimulainya era literasi melalui taman baca bagi kawasan setempat. Acara dihadiri pula oleh tim Pendidikan.id untuk turut mendukung pendidikan anak-anak lokal, dengan menyumbang 50 judul komik pendidikan sebagai koleksi komik pertamanya.

taman baca siswa, perpustakaan kampung, perpustakaan daerah, perpustakaan kota
Anak-anak warga RT 005 / RW 002 Kelurahan Bulak Surabaya sedang membaca Komik Pendidikan di Taman Baca Pelangi.

Taman Baca Pelangi merupakan hasil upaya warga RT 05/RW 02 Kelurahan Bulak Surabaya, untuk mendorong daya literasi anak-anak sekitar. Ide membangun taman baca berawal dari kepedulian warga terhadap anak-anak yang seringkali tidak dapat memanfaatkan waktu dengan baik. “Kami sangat prihatin dan geregetan melihat anak-anak lebih suka menghabiskan waktunya untuk main game atau nongkrong ke sana kemari. Ibu-ibu PKK dan karang taruna akhirnya sepakat untuk membangun taman baca, dengan harapan bisa menjadi tempat tujuan anak-anak setiap ingin bermain keluar rumah,” ujar Guthe.

Ruangan berukuran 4*10 meter ini terlihat menarik dengan cat warna-warni dan lukisan lucu khas kartun pada temboknya. Tiga buah rak buku berjajar rapi dengan buku-bukunya. Setelah acara peresmian usai, anak-anak dengan antusias “mencicipi” bagaimana suasana belajar di taman baca mereka yang baru. Tenang dan sejuk, sangat kondusif bagi anak-anak untuk membaca. Sebagian besar anak yang hadir tertarik membaca komik pendidikan terbitan Pendidikan.id. Ada yang membaca serius sambil duduk tegak, ada pula yang sambil menyandarkan bahu atau kepala di tembok dengan santai.

Dani, anak kelas 6 warga RT 05, mengaku senang bisa mendapatkan banyak bahan bacaan secara gratis di Taman Baca Pelangi. “Ceritanya seru, gambarnya lucu. Sudah baca beberapa buku, pengennya ada lebih banyak lagi (komiknya),” ujarnya sambil menunjukkan komik yang baru selesai ia baca yang berjudul Penyesalan Si Kembar. Komik ini menyampaikan pesan tentang bahaya plastik bagi alam dan makhluk hidup, dengan pendekatan cerita yang menarik.

kelurahan bulak surabaya, pejuang literasi kota surabaya, taman baca pelangi
Perwakilan tim Pendidikan.id, Ketua RT, Koordinator Karang Taruna dan Ibu PKK serta anak-anak warga RT 005 / RW 002 Kelurahan Bulak Surabaya.

Komik pendidikan yang diterbitkan Pendidikan.id terdiri dari beberapa seri, di antaranya seri pengetahuan alam/umum/sejarah, seri pendidikan moral, pendidikan kesehatan dan buku prasekolah. Semua serinya mengandung nilai moral, sehingga dapat membangun pendidikan karakter pada diri anak. Rahayu Supardi, Koordinator Karang Taruna RT 05 mengatakan bahwa pendidikan karakter sangat diperlukan untuk membentuk karakter positif anak sejak dini. “Menyelipkan pendidikan karakter pada bacaan seperti komik Pendidikan.id sangat penting. Manfaatnya banyak, mulai dari meningkatkan daya literasi, memperkaya pengetahuan sekaligus mendidik karakter anak,” ucapnya.

Melalui hadirnya Taman Baca Pelangi di kawasan RT 05/RW 02, warga berharap agar kemampuan literasi dan pendidikan anak-anak setempat akan semakin meningkat. Rahayu ingin RT 05/RW 02 dapat turut berperan dalam perjuangan meningkatkan literasi anak Indonesia yang tengah digalakkan oleh pemerintah. Menurutnya, kemajuan bangsa bisa dimulai dari aspek terkecil seperti pada lingkup RT / RW. “Jika masing-masing RT/RW berjuang menegakkan literasi dan pendidikan karakter anak sejak dini, maka kemajuan bangsa akan lebih mudah dicapai. Saya harap setiap RT/RW nantinya juga memiliki ruang literasi sendiri dan bersama-sama memajukan bangsa,” harap Rahayu.

Most Popular

To Top