Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital

Event Pendidikan

Lebih dari 70000 Guru dan Peserta Didik Ikuti Kuliah Umum Wawasan Pancasila Bersama Yudi Latif, Ganjar Pranowo, Lukman Hakim serta Alissa Wahid

webinar seminar nasional pendidikan ideologi pancasila yudi latief, lukman hakim, ganjar pranowo

Memasuki bulan Agustus 2020, Indonesia telah berusia tepat 75 tahun. Meski telah mencapai usia ¾ abad setelah kemerdekaan, namun masih banyak masyarakat khususnya pemuda Indonesia yang belum dapat sepenuhnya memaknai Pancasila sebagai pedoman dalam bertindak. Padahal pejuang-pejuang Indonesia terdahulu telah merumuskan Pancasila dengan harapan agar tercipta keadilan, keamanan dan kedamaian dalam hidup bernegara.

ganjar pranowo gubernur jawa tengah webinar nasional
Tangkapan layar Ganjar Pranowo saat membawakan sambutan dalam acara Webinar Wawasan Pancasila bersama Pendidikan.id dan Yudi Latif.

Untuk memperingati kemerdekaan Indonesia sekaligus membangun kembali kesadaran masyarakat akan Pancasila, Pendidikan.id mengadakan webinar khusus dengan tema “Wawasan Pancasila” selama dua sesi pada 22 dan 29 Agustus 2020. Webinar dibawakan oleh narasumber utama Yudi Latif, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila 2018 yang sekaligus merupakan penulis buku “Wawasan Pancasila”. Sambutan disampaikan oleh tiga tokoh besar Indonesia, Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah), Lukman Hakim (Menteri Agama 2014-2019) dan Billy Mambrassar (Staf Khusus Presiden RI). Beberapa narasumber lain yang turut hadir yaitu Alissa Wahid (Jaringan Gusdurian), Abdul Mu’ti (Sekretaris PP Muhammadiyah), Gomar Gultom (Ketua PGI), Henny Supolo (Ketua Yayasan Cahaya Guru), Ulil Abshar (Cendekiawan Muslim), Djwantoro H. (Rektor UK Petra).

Seminar atau kuliah umum yang dilaksanakan secara online ini membahas tentang penerapan pancasila yang dinilai masih sangat kurang, sehingga banyak terjadi penyimpangan atau tindak kriminal. Beberapa contohnya yaitu kasus korupsi, ujaran kebencian dan intoleransi agama yang sedang marak terjadi beberapa tahun terakhir. Menurut Yudi Latif seperti yang dibahas dalam buku “Wawasan Pancasila,” hal ini terjadi akibat masih rendahnya tingkat moralitas masyarakat. Masih sedikit masyarakat yang memaknai dan menerapkan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

lukman hakim saifuddin menteri agama kabinet kerja seminar pancasila
Tangkapan layar Lukman Hakim saat membawakan sambutan dalam acara Webinar Wawasan Pancasila bersama Pendidikan.id dan Yudi Latif.

Pancasila pada hakikatnya merupakan ideologi dasar masyarakat yang nilai-nilainya sudah mencakup dalam banyak aspek karakter bangsa. Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan dan keadilan. Kelima nilai ini jika benar-benar diterapkan secara riil oleh setiap individu dalam negara ini, maka niscaya sebagian besar beban masalah negara telah berkurang. Akan tercipta keutuhan masyarakat, berkurangnya kesenjangan ekonomi antar-individu, berkurangnya tindakan kriminal hingga terkumpulnya kekayaan negara karena tak ada kasus korupsi. Dengan demikian, cita-cita nasional bangsa akan semakin dengan mudah diwujudkan bersama.

Ganjar Pranowo dalam sambutannya pada webinar sesi kedua (29 Agustus 2020) mengatakan bahwa nilai-nilai Pancasila perlu dipraktikkan dalam setiap unsur kehidupan masyarakat sehari-hari. “Tidak harus mengenai hal-hal besar. Setiap kita dapat berkontribusi dalam hal-hal paling sepele, seperti saling menolong dan bertenggang rasa dengan tetangga dekat,” ujarnya. Ia mencontohkan keadilan dalam pembagian sembako, serta menolong tetangga yang kurang mampu sebagai kegiatan sederhana namun sangat berdampak jika dilakukan oleh semua orang. Toleransi juga harus berjalan beriringan dengan sikap kemanusiaan, tidak ada istilah perbedaan suku, agama, ras dan politik. Hal ini menurutnya sesuai dengan ungkapan, “di atas politik ada kemanusiaan.”

yudi latif wawasan pancasila, ketua bpip, ideologi pancasila
Tangkapan layar Yudi Latif saat membawakan sambutan dalam acara Webinar Wawasan Pancasila bersama Pendidikan.id.

Wawasan tentang Pancasila memang harus disosialisasikan dengan gencar ke setiap individu, terutama generasi muda pada tingkat pendidikan. Maka di sinilah guru peran guru dibutuhkan. Guru hendaknya lebih intens mengajarkan dan mempraktikkan nilai-nilai pancasila dalam lingkup sekolah sejak dini kepada para siswa. Ganjar Pranowo juga mengungkapkan salah satu cara efektif dalam menyosialisasikan nilai pancasila yaitu dengan memviralkan kisah-kisah yang bersifat pancasilais secara kekinian melalui media sosial. “Ayo kita ciptakan dan sebarkan konten-konten yang mengandung edukasi pancasila, kita viralkan! Generasi muda harus teredukasi dengan baik, agar mereka mau mencontoh setiap nilai yang telah mereka dengar, baca atau tonton melalui dunia media sosial mereka,” ajak Ganjar.

Kedua sesi webinar ini sukses meraih perhatian penonton. Sekitar 50.000 guru, mahasiswa, siswa dan praktisi akademisi lainnya dari seluruh Indonesia turut menonton dan mendukung acara ini. Berbagai komentar positif dan dukungan mengalir membanjiri media streaming. Pada akhir acara, Pendidikan.id membagikan 1000 voucher Aplikasi KIPIN School secara gratis kepada peserta yang beruntung. Aplikasi KIPIN School sendiri merupakan aplikasi pendidikan yang berisi ribuan buku sekolah, video pendidikan, latihan soal dan komik literasi. Aplikasi KIPIN School dapat menjadi salah satu media sekolah dalam kegiatan belajar-mengajar di sekolah, atau pun secara personal bagi siswa.

alissa wahid jaringan gusdurian, gus dur, abdurrahman wahid
Tangkapan layar Alissa Wahid saat membawakan sambutan dalam acara Webinar Wawasan Pancasila bersama Pendidikan.id dan Yudi Latif.

Sambutan oleh Lukman Hakim:
“Tahun 2020 adalah tahun yang saya sebut sebagai era revitalisasi atau upaya untuk kembali menghidupkan pancasila dalam jiwa Bangsa Indonesia. Maka saya senang sekali dengan diadakannya webinar bertema Pancasila ini, karena masyarakat Indonesia sangat memerlukan terpaan informasi yang tidak berkesudahan mengenai ideologi bangsanya. Jika ideologi bangsa berhenti dibicarakan, maka tentu eksistensi Negara Indonesia juga akan terancam. Maka upaya yang harus kita lakukan saat ini yaitu mengaplikasikan makna nilai-nilai pancasila dengan konteks kekinian dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya bagi kalangan orang tua saja, namun juga bagi kalangan generasi milenial.”

Sambutan oleh Billy Mambrassar:
“Indonesia adalah bangsa yang sangat besar dengan lebih dari 17000 pulau, 34 provinsi serta ratusan suku dan bahasa. Sebegitu banyaknya karakter baru akan bisa bersatu jika dilandasi dengan satu ideologi yang sama. Itulah peran Pancasila bagi Indonesia, yaitu untuk menuntun dan mempersatukan masyarakat Indonesia yang sangat beragam. Terbukti selama 75 tahun usia Indonesia, Pancasila telah berhasil melindungi bangsa kita dari perpecahan dan masih terus akan relevan hingga selamanya. Oleh karena itu sebagai pendidik kita harus bisa mengintegrasikan nilai-nilai pancasila ke dalam pendidikan non-formal maupun formal. Karena yang paling penting adalah mengejawantahkan Pancasila menjadi contoh-contoh konkret agar dapat langsung dipraktikkan, sehingga manfaat Pancasila dapat lebih efektif lagi kita rasakan bagi bangsa kita.” (wr: lia)

buku wawasan pancasila yudi latief kuliah umum pendidikan ideologi pancasila
Sampul buku “Wawasan Pancasila” edisi komprehensif karya Yudi Latif.

Link webinar
Sesi 1 “Wawasan Pancasila”: https://www.youtube.com/watch?v=ABEurYkJPTw&feature=youtu.be
Sesi 2 “Wawasan Pancasila”: https://www.youtube.com/watch?v=iro6lktjOL0&feature=youtu.be
Koleksi webinar lainnya: https://pendidikan.id/webinar/


Informasi lebih lanjut tentang
Pendidikan.id, kunjungi pendidikan.id
Aplikasi KIPIN School, kunjungi kipinschool.id
Jaringan gusdurian, kunjungi gusdurian.net
PP Muhammadiyah, kunjungi muhammadiyah.or.id
PGI (Persekutuan Gereja Indonesia), kunjungi pgi.or.id
Universitas Kristen Petra, kunjungi petra.ac.id

Most Popular

To Top