Kumpulan Artikel Dan Berita Pendidikan Indonesia Berbasis Tehnologi Digital

Komik Pendidikan

Komik Edukasi: Anak-anak Jangan Anggap Remeh Penyakit Flu, Nilai Penting yang Terkandung dalam Komik ‘Flu’

Cuplikan isi komik literasi ‘Flu’

Otti hari ini tidak masuk sekolah. Andi dan Amir, teman sekelas Otti, mendengar bahwa Otti sedang sakit. Lalu Andi mengajak Amir menjenguk Otti saat itu juga. Sesampainya di rumah Otti, mereka disambut oleh ibu Otti. Sebelum mempersilahkan Andi dan Amir bertemu dengan Otti, ibu mengharuskan keduanya untuk menggunakan masker penutup mulut terlebih dahulu. Tujuannya, agar mereka tidak mudah tertular Otti yang sedang flu.

Di atas tempat tidur di kamarnya, Otti terbaring lemas sambil sesekali bersin. Andi menanyakan keadaan Otti, sebagai ungkapan rasa prihatinnya. “Badanku masih lemas, demam, menggigil, pusing dan bersin-bersin terus.”. Ibu Otti sudah memanggil Dokter Mega, agar datang ke rumah untuk memeriksa kondisi Otti. “Ibu sudah memanggil Dokter Mega, mungkin sebentar lagi akan datang,” kata Ibu Otti. Tidak lama setelah itu, Dokter Mega yang telah ditunggu akhirnya tiba. Ia segera memeriksa badan Otti, dan menyatakan bahwa suhu badan Otti sudah normal. “Suhu badannya normal, 36.5 derajat. Kamu hanya flu, perlu istirahat saja,” terang Dokter Mega kepada Otti.

Andi yang penasaran dengan penyakit flu, segera menanyakannya kepada sang dokter. Dokter Mega merasa senang dengan pertanyaan Andi, dan mulai menjelaskan berbagai hal tentang flu. “Flu disebabkan oleh virus influenza. Virus ini dapat menyebar lewat udara ketika seseorang batuk, bersin atau bicara. Jika sedang flu, kalian harus minum obat flu, istirahat yang cukup, banyak-banyak minum air putih dan makanlah makanan yang bergizi,” tutur Dokter mega. Ia juga menceritakan bagaimana gejala seseorang terkena flu, antara lain demam tinggi, batuk, nyeri otot, hidung tersumbat, bersin-bersin, lemas dan hilang nafsu makan. Andi dan Amir mengangguk. Kini mereka mengerti apa itu flu, apa penyebabnya dan bagaimana menyembuhkannya. Tetapi karena hari sudah menjelang sore, keduanya berpamitan pulang pada Otti serta ibunya.

Komik pendidikan kembali hadir dalam seri kesehatan, kali ini dengan tema flu. Cerita Otti yang terserang penyakit flu, berisi penjelasan tentang seluk beluk penyakit flu. Karakter Dokter Mega menceritakan dengan jelas mulai dari virus influenza penyebab sakit flu, gejala hingga bagaimana penyembuhannya. Tentu saja informasi ini penting untuk diketahui anak-anak. Ini dikarenakan sebagian besar orang hingga kini masih menyelepehkan dan mengabaikan penyakit flu. Padahal, gejala ringan saja sebenarnya sudah bisa menggangu konsentrasi dan produktivitas diri. Oleh karena itu, pendidikan.id mengemas informasi mengenai flu ini semenarik mungkin dalam bentuk komik, sehingga anak-anak lebih senang membacanya.

Nita, tim komik Pendidikan.id berharap, komik yang berjudul ‘Flu’ ini dapat mengedukasi anak-anak Indonesia. “Sehingga anak-anak mengerti, mereka perlu memakai masker saat berbicara dengan orang yang terkena flu agar tidak tertular. Dan anak-anak mengerti bagaimana cara menyembuhkannya jika mereka sudah terkena penyakit ini,” jelasnya. Menurutnya, penyakit flu saat ini sudah dianggap sebagai penyakit yang biasa menyerang masyarakat, Setiap orang yang terjangkit flu tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasa tanpa beristirahat. Akibatnya, virus ini semakin menyebar luas dan membuat banyak orang terbaring lemas. “Oleh karena itu, kita perlu mengedukasi anak-anak Indonesia sejak dini, bahwa penyakit flu juga tidak boleh dianggap remeh. Penderitanya butuh minum obat dan istirahat yang cukup,” kata Nita.

Cover komik literasi ‘Flu’

Komik ‘Flu’ dapat dibaca dan didownload gratis melalui komik.pendidikan.id atau langsung dari http://bsd.pendidikan.id/data/komik/. Bisa juga didownload gratis di aplikasi Buku Sekolah Digital melalui smartphone dengan membuka menu komik pendidikan.

Komik pendidikan dibuat khusus oleh Pendidikan.id untuk menjadi bahan literasi bacaan yang bermutu, positif dan menarik bagi anak-anak Indonesia mulai dari usia 3 – 12 tahun. Selain bisa untuk dibaca anak-anak, komik ini sangat cocok sebagai bahan berdongeng bagi orang tua kepada anak-anaknya yang belum bisa membaca. Karena komik literasi ini dilengkapi degan gambar-gambar yang menarik bagi anak-anak. Dan orang tua tak perlu lagi membeli banyak buku untuk mencari bahan dongeng, melainkan cukup dari tablet atau smartphone. Semua komik dapat diakses secara gratis, baik melalui website ataupun aplikasi smartphone. Yuk, baca cerita tentang Otti di komik pendidikan!

Most Popular

To Top